Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Friday, 26 May 2017

Kesaksian Pendeta Stephen Tong Soal Putusan Pembatalan Banding Ahok


Pemimpin Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Pendeta Stephen Tong menyampaikan kesaksian seputar hebohnya keputusan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal pembatalan bandingnya. Stephen menyampaikan tentang kisah dibalik kunjungannya ke Rutan Mako Brimob, tempat Ahok ditahan pada Jumat, 19 Mei 2017 lalu atau beberapa hari sebelum memilih keputusan itu.

Pendeta Stephen menyampaikan bahwa dirinya sempat terlibat pembicaraan dengan Ahok di rutan. Salah satu pembicaraan itu adalah soal pembahasan pembatalan banding dan rencana yang akan dilakukan Ahok selama mendekam di sel penjara.
Berikut perbincangan Pendeta Stephen Tong dan Ahok berlangsung, seperti diketahui disebarkan dari akun Facebook Pray for indonesia:
"Hari Jumat lalu, Pak Tong besuk Ahok.
Pak Tong bilang wajah Ahok terlihat cerah bersinar penuh suka-cita. Kenapa? Ahok bilang, dipenjara dia tidak repot seperti waktu jadi Gubernur, harus bangun jam 4:30, sekarang dia bisa bangun lebih siang.
Setiap hari bisa olah raga 3 jam, yg ga mungkin bisa dia lakukan waktu jadi gubernur. Jadi sekarang badannya lebih sehat dan bugar daripada waktu masih jadi gubernur.
Sekarang dia mulai belajar baca Alkitab bahasa Mandarin. Dia bilang dia harus bisa baca Kitab Yohanes dalam bahasa mandarin. Dan dia sudah mulai berusaha utk pakai bahasa mandarin dalam berkomunikasi dengan Pak Tong.
Beliau juga bilang tidak mau naik banding. Karena kalau kalah banding, bisa saja dia dipenjara lebih lama lagi. Jadi dia sudah siap hati di penjara 2 tahun.
Sudah pasti dia akan pergunakan waktunya sebaik-baiknya di penjara untuk belajar dan mendalami Firman Tuhan.
Setelah "tamat" 2 tahun, dia akan jadi pengkhotbah yg dipakai oleh Tuhan luar biasa. Dan dia juga bilang, setelah dia keluar nanti, dia tidak mau jadi gubernur lagi.
Itulah kesaksian seseorang yg suka citanya bukan tergantung pada keadaan dan lingkungan, tapi tergantung sepenuhnya hanya pada Allah. Sukacita yg tidak bisa didapat dari dunia. Sukacita Paulus di penjara. Itulah bukti janji Tuhan, bahwa Dia akan menyertai setiap orang yg percaya dan bersandar penuh pada-Nya.
Matius 5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
Puji Tuhan. Haleluyah. "
Putusan pembatalan banding Ahok disampaikan oleh sang istri Veronika Tan pada Senin, 22 Mei 2017 lalu. Melalui secarik surat Ahok menyampaikan tekadnya yang sudah bulat untuk membatalkan proses banding atas vonis hakim selama 2 tahun penjara terhadap dirinya. Surat itu dibacakan langsung oleh sang istri Veronika Tan di depan khalayak media ketika Jumpa Pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (23/5).
Mata Veronika bahkan berkaca-kaca dipertengahan pembacaan surat tersebut. Ada rasa berat yang melanda hatinya atas keputusan yang dibuat oleh sang suami, Ahok. Tangisan ini bahkan menjadi trending topik dunia di media sosial.
Di dalam suratnya, Ahok dengan sangat jelas menyampaikan alasan dirinya mengambil pilihan tersebut.
“Jika untuk kebaikan berbangsa dan bernegara, alangkah ruginya warga DKI dari sisi kemacetan dan kerugian ekonomi akibat adanya unjuk rasa yang mengganggu lalu lintas. Tidak tepat untuk unjuk rasa dalam proses saat ini. Saya khawatir banyak pihak akan menunggangi jika para relawan unjuk rasa, apalagi benturan dengan pihak lawan yang tidak suka dengan perjuangan kita,” tulisnya.
Ahok pun berpesan supaya seluruh pedukungnya menerima keputusan tersebut dengan lapang dada dan menyudahi segala konflik yang mengalir deras pasca Pilkada Jakarta.

Densus 88 gerebek rumah tiga terduga pelaku bom Kampung Melayu

Detasemen Khusus 88 Anti-Teror menggerebek rumah tiga terduga pelaku bom Kampung Melayu, Jakarta, di tiga daerah yang tersebar di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.
Penggerebekan itu berlangsung pada Jumat (26/05) pagi, sehari setelah sebanyak tiga orang berinisial J, W, dan A ditahan oleh Densus 88.
Kepolisian melacak keberadaan mereka setelah mendapat keterangan dari isteri terduga pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu.Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan kepolisian masih mendalami peran ketiga individu tersebut. Pemeriksaan awal menunjukkan mereka juga terkait dengan peledakan bom panci di Taman Pandawa, Kota Bandung, 27 Februari lalu.
"Ini masih kita dalami, ada kemungkinan mengarah kepada pelaku-pelaku yang terkait dengan (insiden bom di) Cicendo. Karena isteri dari si terduga teroris yang meninggal itu mengaku dia pernah dikenalkan oleh suaminya kepada AM, yang kasus Cicendo yang ditangkap sekarang," kata Yusri kepada wartawan di Bandung, Julia Alazka.
Di Kelurahan Margasari, Kecamatan Margacinta, Kota Bandung, Densus 88 merazia rumah W.
Sumarni, tetangga W, mengatakan W dikenal baik dan rajin beribadah. Menurutnya, W yang berprofesi sebagai tukang potong ayam dan penjual aksesoris, mengontrak di salah satu rumah selama lebih dari lima tahun.

Dua jenazah di Kampung Melayu

Dalam ledakan di Kampung Melayu, Jakarta, pada Rabu (24/05) malam, kepolisian menyatakan telah mengidentifikasi dua terduga pelaku bom bunuh diri. Keduanya, yang kemudian tewas saat kejadian, adalah warga Jawa Barat.
Terduga pelaku pertama adalah AS, pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit dan tinggal di sebuah rumah kontrakan di Garut, Jawa Barat. Adapun terduga pelaku kedua adalah INS, yang bekerja sebagai karyawan swasta.
Kepolisian mengatakan pengembangan terduga pelaku peledakan tersebut berdasarkan bukti fotocopy KTP mereka.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, mengaku pihaknya belum bisa memastikan apakah AS dan INS berafiliasi pada sebuah kelompok, begitu pula dengan J, W, dan A.
Dalam peristiwa peledakan bom panci di Kota Bandung, 27 Februari lalu, salah seorang terduga pelaku yang tewas diketahui merupakan murid Aman Abdurrahman, pemimpin Jamaah Ansharut Daulah yang berafiliasi dengan ISIS.

Ledakan Kampung Melayu ‘bagian aksi terorisme global’ setelah di Manchester dan Marawi

Kepolisian menyebut serangan yang diduga bom bunuh diri yang terjadi di samping halte bus TransJakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur, adalah bagian dari aksi terorisme global yang sedang terjadi di berbagai lokasi di dunia.

"Ada serangan di Manchester, Inggris, saat konser Ariana Grande. Kita juga mendengar di negara tetangga kita, Filipina, ISIS menyerang kota Marawi. Menurut saya, ini adalah bagian dari serangan global," ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Kamis, (25/05), dini hari.Setyo mengaku pihaknya sudah menduga akan terjadi serangan di Indonesia, tetapi mengaku "tidak tahu kapan dan di mana serangan itu akan dilancarkan". Dia pun menegaskan Polri "tidak kecolongan" dalam mencegah aksi teror ini.Serangan yang dilakukan oleh dua terduga pelaku bom bunuh, terjadi Rabu (24/05) malam. Ledakan pertama terjadi pukul 21:00 WIB, disusul ledakan kedua, sekitar lima menit kemudian.
Setyo menyatakan ledakan yang terjadi di dekat toilet di samping halte TransJakarta itu "menewaskan tiga anggota Polri dan dua pelaku laki-laki. Selain itu lima anggota Polri dan lima warga sipil juga luka-luka".

'Ledakan keras seperti gempa'

Sejumlah warga yang berada di dekat lokasi ledakan bom, menuturkan kepada BBC Indonesia apa yang mereka lihat dan rasakan ketika peristiwa di Rabu malam itu terjadi.
Eka, yang berada sekitar 20 meter dari halte TransJakarta menyebut ledakan bom yang pertama "sangat dahsyat, keras sekali. Badan saya sampai bergetar, seperti kena gempa".
"Duarrr gitu bunyinya, Saya kira bus (TransJakarta) yang meledak.Tapi ada yang nyeletuk "bom bom". Waktu awal itu suasana belum begitu ramai ya, karena tidak tahu itu apa. Tapi yang di dalam bus langsung berhamburan keluar. Buswaynya penuh itu tadi," cerita Eka kepada wartawan BBC Indonesia, Rafki Hidayat.Sementara itu, Wawan yang berjualan buah di dekat Halte Kampung Melayu, langsung menutup dagangannya ketika mendengar ledakan. Dia mengaku bingung, mengapa tetap banyak warga yang berlarian mendekati tempat kejadian perkara setelah ledakan pertama terjadi.
"Iya, justru pada lari ke depan, pada lihat bom orang-orang itu. Begitu orang lihat ke sana, ada ledakan lagi (bom kedua), baru pada mundur," cerita Wawan. Dia menuturkan bunyi ledakan bom kedua tidak sekeras bom yang pertama.
Sementara Mutriadi, yang sedang lewat di dekat Halte ketika aksi teror berlangsung, mengaku terkejut, "karena pelaku juga meninggal di tempat. Biasanya pulang bekerja biasa-biasa aja, ini sekarang ada kejadian begini."

Motif balas dendam

Pengamat terorisme yang merupakan Direktur Eksekutif Yayasan Prasasti Perdamaian, Taufik Andrie, mengatakan meskipun mungkin masih terlalu dini, serangan di Kampung Melayu, Jakarta, disebutnya bermotif balas dendam terhadap aparat keamanan."Mengingat targetnya polisi yang sedang bertugas di dekat terminal bus. Dan kelompok yang aktif menyerang polisi Indonesia adalah kelompok pendukung gerakan Islamik di Indonesia," tutur Taufik kepada wartawan BBC Indonesia, Rohmatin Bonasir.Lebih jauh lagi, Taufik menyebut aksi ini merupakan balasan terhadap penangkapan dan penembakan pelaku tindak pidana terorisme, yang dilakukan oleh kepolisian.
Meskipun pelaku diduga terkait dengan kelompok yang menyebut diri mereka Negara Islam atau ISIS, Taufik menyebut pelaku kemungkinan besar "tidak mendapat komando langsung dari ISIS di Suriah.""Karena kelompok terorisme di Indonesia dua-tiga tahun terakhir itu independen. Ditambah lagi komunikasi tak berjalan baik antara jaringan teroris di Indonesia dengan yang berada di Suriah," paparnya.
"Apalagi ada fatwa yang keluar tahun 2015 yang menyebut pentingnya bagi pendukung ISIS untuk melakukan serangan di tempat masing-masing," pungkasnya.

Teror Manchester: Korban meningkat menjadi 22 tewas dan 59 luka

Serangan usai konser Ariana Grande itu diduga dilakukan seorang pembom bunuh diri, dan di antara korban yang tewas terdapat sejumlah anak.
Korban tewas meningkat menjadi 22 orang, sementara yang luka tercatat 59 orang dalam serangan yang terjadi usai konser Ariana Grande di Manchester Arena.
Serangan yang diduga bom bunuh diri itu terjadi Senin pukul 22:35 (Selasa 04:35).
Polisi Manchester mengatakan bahwa pria penyerang tunggal itu,Para sanak keluarga menggunakan media sosial untuk mencari kerabat mereka.
Polisi menyiapkan nomor telepon darurat untuk serangan tersebut, yakni (+44) 161 856 9400.
Kepala Polisi Ian Hopkins mengatakan bahwa serangan itu adalah "peristiwa paling mengerikan" yang pernah dihadapi kota ini.
Dia mengatakan 'penyelidikan gerak cepat' sedang menyelidiki apakah penyerang 'bertindak sendiri atau bagian dari suatu jaringan.'
Menteri Dalam Negeri Amber Rudd mengatakan, peristiwa itu adalah 'serangan biadab, yang sengaja menyasar orang-orang yang paling rentan.'
Perdana Menteri Theresa May akan memimpin rapat darurat sekitar pukul 09:00.
Partai-partai politik menangguhkan kampanye pemilihan umum yang telah berlangsung sejak beberapa waktu. yang tewas dalam ledakan tersebut, membawa piranti peledak buatan yang diledakkannya.Ledakan itu terjadi tak lama setelah Ariana Grande meninggalkan panggung di arena yang merupakan tempat pertunjukan dalam ruangan terbesar di kota itu, dengan kapasitas sekitar 21.000 pengunjung konser.
Ariana Grande - seorang bintang Amerika berusia 23 tahun bercuit: "Hancur lebur. Dari lubuk hati, saya sangat menyesalkan, Saya tidak punya kata-kata (untuk mengungkapkannya)."
Ledakan terjadi di dekat pintu masuk stasiun kereta api dan trem Victoria. Stasiun ditutup dan semua kereta dibatalkan.
Polisi juga melakukan peledakan darurat yang terkendali di kawasan Taman Katedral sekitar pukul 01:32, terhadap suatu benda mencurigakan. Polisi kemudian menegaskan bahwa yang diledakkan itu bukan barang berbahaya.
Setelah serangan itu, para saksi mata berbicara bagaimana ketakutan dan kebingungan mencekam mereka yang terjebak dalam peristiwa tersebut.
Mereka yang berada di dalam arena berkisah bagaimana pakaian dan ponsel berserakan di lantai saat orang-orang bergegas ke arah pintu keluar.
Andy Holey, yang menjemput istri dan anak perempuannya di lokasi konser, mengatakan: "Saat saya menunggu, terjadi ledakan, melontarkan saya 10an meter, dari satu pintu ke pintu lain."
"Ketika saya berdiri, saya melihat tubuh-tubuh manusia terbaring di lantai. Yang pertama saya pikirkan adalah mencari keluarga saya. Dan saya berhasil menemukan mereka, dalam keadaan selamat."Sementara, Emma Johnson mengatakan dia dan suaminya berada di lokasi konser untuk menjemput dua anak perempuan mereka yang berusia 15 dan 17 tahun. 
"Kami berdiri di tangga paling atas, dan menyaksikan kaca-kaca meledak - dekat dengan tempat pencualan cendera mata," katanya kepada Radio BBC Manchester.
"Seluruh bangunan berguncang. Terdengar ledakan dan kemudian terlihat kobaran api sesudahnya. Mayat di mana-mana."
Sekitar satu jam setelah ledakan, sejumlah bermunculan tawaran ruangan kamar dan tempat tidur bagi orang-orang yang terjebak di Kota Manchester. Mereka menggunakan hashtag #RoomForManchester.

Siapa Salman Abedi, pendukung MU terduga pelaku Teror Manchester?

olisi menetapkan Salman Ramadan Abedi, 22 tahun, sebagai orang yang diduga melakukan serangan bunuh diri di Manchester Arena pada Senin (23/5) malam atau Selasa dini hari WIB.

Menurut informasi yang diperoleh BBC, Abedi lahir di Manchester pada malam tahun baru tahun 1994 dari sebuah keluarga yang diyakini berasal dari Libya.
Orang tuanya masuk ke Inggris setelah melarikan diri dari negerinya sebagai pengungsi.
Diperkirakan ia memiliki setidaknya tiga saudara kandung: seorang kakak laki-laki kelahiran London, dan seorang adik laki-laki dan seorang perempuan yang lahir di Manchester.
Ia masuk sekolah lokal, menjadi pendukung tim sepak bola Manchester United dan bekerja di toko roti.Abedi diperkirakan baru saja pulang dari sebuah perjalanan ke luar negeri.
Keluarga Abedi memiliki tempat tinggal di sejumlah alamat di Manchester, antara lain sebuah properti di Jalan Elsmore di daerah Fallowfield yang digerebek oleh polisi.
Petugas juga melakukan penggeledahan di sebuah bangunan di Whalley Range.Manchester merupakan salah satu pusat komunitas Libya terbesar di Inggris. Para tetangga Ebadi mengatakan bahwa keluarga itu mengibarkan bendera Libya di rumah mereka pada waktu-waktu tertentu setiap tahunnya.
Editor dalam negeri BBC Mark Easton mengatakan, daerah yang digerebek itu diketahui merupakan hunian sejumlah ekstremis Islam dalam beberapa tahun terakhir; sebagian yang terkait dengan Suriah dan Libya; sebagian masih hidup dan beberapa sudah mati.Universitas Salford membenarkan bahwa Abedi pernah menjadi mahasiswa di sana dan mengatakan bahwa mereka membantu polisi yang melakukan penyelidikan.
Seorang pengurus Pusat Islam Manchester, Fawaz Haffar mengatakan kepada kantor berita Press Association bahwa besar kemungkinan Abedi pernah mengunjungi tempat yang juga dikenal sebagai Masjid Didsbury itu.
Fawaz Haffar mengatakan bahwa ayah Abedi biasa menjadi muazin di masjid itu, dan salah seorang saudara laki-lakinya menjadi sukarelawan di sana.
Ia menekankan bahwa masjid tersebut adalah masjid yang moderat, modern, dan liberal, dan Haffar sendiri adalah anggota Independent Advisory Group, sebuah organisasi yang berhubungan dengan polisi.Kepala Polisi Manchester, Ian Hopkins mengatakan bahwa Abedi belum secara resmi diidentifikasi oleh petugas pemeriksa mayat.
Dia mengatakan prioritas polisi adalah untuk menentukan apakah Abedi bertindak sendiri atau bekerja sebagai bagian dari jaringan yang lebih luas ketika dia menyalakan perangkat peledaknya di penghujung konser penyanyi AS Ariana Grande, yang menewaskan 22 orang.
Seorang pria berusia 23 tahun telah pula ditangkap terkait penyelidikan tersebut.
Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) mengeluarkan pernyataan lewat media sosial bahwa serangan di Manchester tersebut dilakukan oleh salah satu simpatisan mereka.

Teror Manchester: Seorang gadis masih hilang dan Inggris tingkatkan kesiagaan

Tingkat ancaman teror Inggris telah ditingkatkan ke siaga tertinggi 'kritis,' yang berarti serangan lebih lanjut mungkin berlangsung sewaktu-waktu, kata Perdana Menteri Inggris Theresa May.


Perubahan status siaga teror terjadi setelah penyidik belum dapat memutuskan apakah tersangka Salman Abedi bertindak sendiri, atau bagian dalam jaringan, kata perdana menteri.
Sejauh ini sudah ada empat dari 22 korban tewas, yang diidentifikasi keluarganya.
Seorang gadis 14 tahun, Eilidh MacLeod, masih belum ditemukan sejak serangan Senin malam itu. Sahabatnya, Laura MacIntyre, 15, dirawat di rumah sakit untuk luka parah yang dideritanya.Polisi mengidentifikasi terduga pelaku serangan sebagai Salman Ebadi, seorang pemuda 22 tahun kelahiran Manchester yang berasal dari sebuah keluarga pengungsi Libya.
Para petugas militer akan dikerahkan untuk melindungi lokasi-lokasi utama di bawah tingkat ancaman baru ini.
'Langkah keamanan'
Perdana menteri Theresa May mengatakan tentara akan ditempatkan di lokasi-lokasi umum utama untuk mendukung polisi bersenjata dalam melindungi masyarakat.
Dalam komando polisi, prajurit militer juga akan terlibat di berbagai acara lain dalam beberapa minggu mendatang, seperti konser, kata May.
Wartawan keamanan BBC Frank Gardner mengatakan jumlah tentara Inggris yang dikerahkan akan berjumlah ratusan, tidak sampai 5.000 seperti yang dilaporkan.
Perdana Menteri mengatakan bahwa dia tidak ingin masyarakat merasa 'terlalu khawatir' namun mengatakan diperlukan 'langkah yang proporsional dan masuk akal.'Tingkat siaga tertinggi, yang diputuskan oleh Joint Terrorism Analysis Center - beranggotakan para ahli dari kepolisian, lembaga pemerintah dan dinas keamanan - baru pernah dilakukan dua kali sebelumnya.
Mark Rowley, yang memimpin satgas anti terorisme nasional, mengatakan bahwa penyelidikan "berlangusng cepat dan mencapai kemajuan ".
"Namun, garis kritis penyelidikan adalah apakah teroris yang tewas itu bertindak sendiri atau bagian dari sebuah kelompok," katanya.
Dan karena garis kritis itu masih belum didapatkan, maka terjadi ketidak pastian, dan siaga kritis ditetapkan.Pertama kali siaga ancaman ditetapkan di tingkat kritis adalah pada tahun 2006 ketika berlangsung suatu operasi besar-besaran untuk menghentikan rencana sebuah kelompok yang bermaksud meledakkan pesawat-pesawat transatlantik dengan bom cair.
Tahun berikutnya, siaga kritis kembali ditetapkan saat mereka memburu orang-orang yang mencoba mengebom sebuah klub malam di London, sebelum menyerang Bandara Glasgow.elaku serangan bom bunuh diri di Manchester Arena ini disangkakan pada Salman Ebadi, mantan mahasiswa Universitas Salford. Ia diketahui berusia 22 tahun, lahir di Manchester dari keluarga keturunan Libya - diperkirakan meledakkan dirinya di bagian serambi Arena, Senin malam, sesaat setelah pukul 22:30 (04:30 WIB)
Setidaknya 22 tewas, termasuk anak-anak, dan 59 lain luka.
Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS), melalui saluran di aplikasi pesan Telegram, mengaku - berada di balik serangan Manchester, namun kebenarannya belum diverifikasi.
Ini merupakan serangan teroris terburuk di Inggris sejak pemboman 7 Juli di tahun 2005 oleh empat pelaku bom bunuh diri, yang menewaskan 52 orang.

Monday, 22 May 2017

Cara cerdik tentara membuat makanan di medan perang

Ketika tentara berangkat ke medan perang, mereka membawa keajaiban kecil perekayasaan. Dan kita tak cuma bicara tentang senjata. Beberapa riset yang sangat teknis dan progresif telah diterapkan pada ransum tentara.
Makanan tersebut harus ringan dan mudah dibawa, tetap bisa dimakan setelah berminggu-minggu di bawah terik matahari, menyediakan kalori dalam jumlah besar yang dibutuhkan pasukan di lapangan (lebih dari 4.000 per hari), dan, tentu saja, tidak membutuhkan biaya besar. Persyaratan ini telah membuahkan trik-trik cerdik yang bahkan telah digunakan pada makanan di daftar belanjaan Anda.
Salah satu barang paling menarik dalam ransum tentara, dari perspektif inovasi, adalah roti, kata Anactacia Marx de Salcedo, pengarang buku "Combat-Ready Kitchen" (Dapur Siap Tempur).


Roti yang baru dipanggang mulai menjadi basi pada saat keluar dari oven, karena benang-benang ragi yang disebut amilosa menyebar ke seluruh strukturnya dan mulai mengeras. Amilosa dapat diuraikan oleh enzim bernama amilase, namun enzim ini rusak oleh panas ketika roti dipanggang. Karena itu umumnya roti Prancis (baguette) menjadi keras dan sulit dikunyah setelah beberapa hari.Namun pada pertengahan abad ke-20, ilmuwan di Kansas State College yang memiliki koneksi dengan militer AS menemukan bahwa menambahkan amilase yang tahan terhadap panas mengubah semua itu. Enzim ini, yang berasal dari bakteri toleran-panas, terus mengurai amilosa setelah roti dipanggang, membuatnya sangat lunak dan memberinya masa simpan yang panjang.
Roti yang diberi perlakuan ini akhirnya disertakan dalam ransum militer. "Saya tak bisa mengatakan rasanya enak," kata Salcedo sambil tertawa, "tapi cara ini ampuh."Mungkin mengejutkan Anda, roti serupa juga dijual di toko bahan pangan Anda. Hampir semua roti di toko bahan makanan sekarang ini memiliki amilase bakterial yang menjaganya tetap kenyal dalam jangka panjang, karena industri swasta telah mengkomersialkan penemuan para ilmuwan.
Riset militer juga berada di balik bingkisan ragi aktif kering, kata Salcedo. Sebelum penelitian tersebut, yang berfokus pada cara mengawetkan ragi dalam kondisi 'mati suri' sehingga bisa dikirim ke seluruh dunia, si fungi dijual dalam bentuk kue dingin yang harus digunakan dalam 10 hari.
Hal menarik lainnya dalam kimiawi ransum tentara melibatkan konsep yang disebut aktivitas air. Makanan lembap adalah tempat yang lebih 'bersahabat' bagi bakteri dan cendawan daripada makanan kering. Tapi faktor yang sebenarnya memengaruhi masa simpan bukanlah kandungan air absolut pada makanan, melainkan jumlah molekul air yang mengambang tanpa terikat pada apapun.
Merekalah yang bisa menjadi masalah bagi ketahanan makanan, menyebabkan pembusukan. Tapi ternyata makanan tidak perlu dikeringkan sampai tahap mumifikasi supaya bisa bertahan - yang dibutuhkan hanya penurunan aktivitas air, sebutan bagi kualitas ini, sampai ke rentang tertentu.
Militer AS dan NASA membantu mendanai penelitian awal di pertengahan abad ke-20 untuk memanipulasi aktivitas air demi menjaga makanan tetap segar untuk waktu lama, kata Salcedo. "Ini memungkinkan para ilmuwan untuk menciptakan makanan yang tampak lembap namun berbahaya bagi mikroba."
Tambahan garam dan gula pada makanan dapat mengikat molekul air tanpa membuat makanan terlihat kering. Lebih lanjut, menyimpan biskuit renyah dan keju lembap bersama-sama dalam satu kantung selama bertahun-tahun, tanpa si biskuit kehilangan kerenyahannya atau si keju mengering, dimungkinkan selama mereka memiliki aktivitas air yang sama.
Pada kasus itu, "air tak akan berpindah-pindah di antara keduanya," tutur Salcedo. Ini teknik yang diterapkan pada ransum lapangan, juga makanan konsumen.
Belakangan ini, kata Salcedo, ada inovasi militer lainnya yang mulai bisa kita rasakan: memasak makanan dengan tekanan tinggi, alih-alih menggunakan panas.
Di bawah tekanan tinggi, sel mikroorganisme pecah, dan makanan menjadi steril. Proses ini menghasilkan potongan daging bebas pengawet, guacamole kemasan yang tetap hijau dalam bungkusnya, dan jus dalam botol yang tetap terasa segar (proses ini terkadang disebut pasteurisasi dingin).
Ketika berjalan di lorong supermarket, Anda akan menemukan banyak makanan kemasan yang berakar dari teknik saintifik yang dikembangkan untuk tujuan lain - dan bukan hanya dari era modern.
Bahkan kaleng yang sederhana pun punya asal-usul militer. Saat peperangan Napoleon, pemerintah Prancis mencari cara untuk mengawetkan makanan untuk jangka panjang bagi para pasukannya; dan pengalengan pun lahir, meski saat itu mereka menggunakan gelas yang disegel. Memang aneh bahwa proses ini bisa menyebar dari medan perang ke supermarket, namun dampaknya begitu penting.


"Jika saya mengambil semua barang jenis ini," kata Salcedo, "supermarket mungkin akan kosong separuhnya."

Nama Pemimpin Hizbullah Masuk Daftar Teroris Arab Saudi


Riyadh -Arab Saudi memasukkan nama pemimpin milisi Hizbullah, Hashim Safi al-Din dalam daftar teroris. Al-Din saat ini menjabat sebagai Kepala Dewan Eksekutif Hizbullah.

Saudi memasukkan nama al-Din dalam daftar teroris dengan alasan aksi terori bersenjata Hizbullah Libanon di Timur Tengah. Selain itu, al-Din yang menempati posisi kedua dalam hirarki Hizbullah dituding memberikan saran dalam operasi-operasi teroris untuk mendukung pemerintahan Suriah yang dipimpin Bashar al-Assad. 

"Hizbullah selama ini telah menyebarkan kekacauan dan ketidakamanan, melancarkan serangan teroris, terlibat kriminal dan aktivitas ilegal di seluruh dunia. Arab Saudi akan tetap memasukkan dalam daftar para aktivis Hizbullah, para pemimpinnya dan entitasnya  serta memberlakukan sanksi terhadap mereka," kata Badan Pers Saudi dalam pernyataannya seperti dikutip dari Al Arabiya.net, 19 Mei 2017. 

Al-Din merupakan saudara dari Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sayyed Hasan. Ia lahir pada tahun 1964 di kota Tyre, Deir Qanoun, Libanon Selatan. Sebagai pemimpin eksekutif Dewan Shura, al-Din dinobatkan sebagai pemimpin milisi Hizbullah.

Selain diberi status sebagai teroris, Arab Saudi telah membekukan aset para teroris Hizbullah dan melarang warga maupun penduduk Saudi berhubungan dengan mereka.

Pemerintah Suriah mengklaim telah menguasai penuh Kota Homs setelah kubu pemberontak meninggalkan distrik terakhir.

Pemerintah Suriah mengklaim telah menguasai penuh Kota Homs setelah kubu pemberontak meninggalkan distrik terakhir.


Sekitar 700 pemberontak dan keluarga mereka yang mencakup 3.000 orang dievakuasi menggunakan sejumlah bus dari Distrik Al-Wair di Kota Homs.
Sebagian besar dari mereka menuju Provinsi Idlib yang masih dikuasai kubu pemberontak. Sebagian lainnya hijrah ke Jarablus, kawasan di Suriah utara yang dikendalikan pemberontak sokongan Turki."Kota Homs sepenuhnya bersih dari persenjataan dan milisi," kata Gubernur Homs, Talal Barazi.
Kebanyakan di antara pemberontak telah keluar dari Homs pada 2014 setelah beberapa tahun berada dalam kepungan pasukan pemerintah Suriah.
Melalui kesepakatan yang dimediasi Rusia awal tahun ini, milisi oposisi mendapat jaminan keamanan ketika melintas dengan membawa persenjataan mereka ke kawasan-kawasan yang dikuasai pemberontak.
Pemerintah Suriah mengatakan kesepakatan "rekonsiliasi" semacam itu, yang disetujui di tujuh kawasan kekuasaan pemberontak, adalah kunci mengakhiri perang sipil yang telah berlangsung selama enam tahun.
Para milisi oposisi mengaku dipaksa menyetuju kesepakatan tersebut setelah mengalami pengepungan dan pengeboman dari militer Suriah.
Homs merupakan kawasan tempat pemberontakan di Suriah bermula. Itu terjadi pada 2011 setelah warga Kota Homs menyeru kepada Presiden Bashar al-Assad untuk lengser.
Hal tersebut menyebabkan militer Suriah mengepung Homs selama dua tahun sembari meluncurkan serangan sehingga hampir seluruh kota porak-poranda dan para pemberontak mundur dari kawasan Kota Tua ke Distrik Al-Wair.
Lebih dari 300.000 orang tewas di seluruh Suriah sejak 2011.

Saturday, 20 May 2017

PERISTIWA MERAH PUTIH

PERISTIWA MERAH PUTIH


SATU-SATUNYA KUDETA MILITER TERHADAP BELANDA DI INDONESIA TERJADI DI MANADO MINAHASA PADA 14 FEBRUARI 1946. INI TIDAK PERNAH DIANGKAT PEMERINTAH PUSAT BAHKAN ANAK2 MINAHASA BANYAK TIDAK TAHU PERISTIWA HEBAT INI. 
Tanggal 14 Februari 1946, jam 01.00 malam. Sejumlah tentara KNIL di tangsi militer Teling Manado bangun dari tidur, bergerak menuju lokasi sasaran di dalam tangsi dengan formasi huruf "L". Mereka melucuti senjata semua pimpinan militer Belanda di tangsi itu dan memasukkannya ke sel sebagai tahanan.
Peristiwa itu berlanjut dengan pengibaran bendera Merah Putih di tangsi yang terkenal angker karena pasukan yang menempati kompleks milter itu dikenal sebagai pasukan pemberani andalan Belanda. Para serdadu KNIL Minahasa itu merobek warna biru bendera Kerajaan Belanda, menyisakan dwi warna Merah Putih dan mengibarkannya di tangsi itu.
Kapten Blom, pemimpin Garnisun Manado ditangkap sekitar pukul 03.00, setelah lebih dulu menahan Letnan Verwaayen, pimpinan tangsi militer Teling. Siangnya, pasukan pejuang republik menangkap Komandan KNIL Sulawesi Utara Letkol de Vries dan Residen Coomans de Ruyter beserta seluruh anggota NICA. Sehari kemudian, para pejuang menaklukkan kamp tahanan Jepang yang berkekuatan 8.000 serdadu.
Peristiwa ini diberitakan berulang-ulang melalui siaran radio dan telegrafi oleh Dinas Penghubung Militer di Manado, ditangkap dan diteruskaan oleh kapal perang Australia SS "Luna" ke Allied Head Quarters di Brisbane. Selanjutnya Radio Australia menjadikannya sebagai berita utama dan ikut disebar-luaskan oleh BBC-London dan Radio San Fransisco Amerika Serikat.
Bagi Belanda, perebutan tangsi militer Teling dan penurunan bendera merah putih biru digantikan Merah Putih oleh kalangan tentara KNIL Minahasa merupakan sebuah pukulan. Bahkan kekalahan militernya di Manado secara otomatis melumpuhkan opini Belanda di luar negeri bahwa perjuangan kemerdekaan di Indonesia cuma terbatas di pulau Jawa.
Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, menurut Belanda yang berkampanye di berbagai forum internasional, bukan perjuangan seluruh rakyat Indonesia tapi hanya di Jawa saja.
Bangkitnya Minahasa merebut kekuasaan dari tangan Belanda yang diyakini bersumber pada jiwa dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 bermakna sangat positif bagi upaya diplomasi Indonesia di luar negeri. Proses peristiwa ini kemudian diakui mempercepat pengakuan internasional terhadap kemerdekaan RI. Sayangnya sejarah ini tidak masuk dalam kurikulum sejarah Nasional atau setidaknya dipublikasikan seperti peristiwa2 heroik lainnya, entah kenapa. Perundingan atau negosiasi pelepasan tawanan dilakukan di atas kapal perang Amerika.

LEGENDA ETNIS TOMBULU MINAHASA

LEGENDA ETNIS TOMBULU MINAHASA





Di jaman dahulu datang seseorang bernama Raema dari negeri mongol menuju malesung beserta dengan kedua putra-putrinya. Kedatangan mereka melalui utara tana minahasa yakni philipina dan sangihe talaud dan sampai melalui pantai barat minahasa. Kedatangan mereka dengan di kawal oleh seseorang pengawal yang membantu dalam perjalanan menuju malesung. Sampai di daratan pantai barat malesung akhirnya Raema menyuruh kedua putra-putrinya segera mengambil pasir dan menggenggamnya. Kedua putra-putrinya berlutut di hadapan Raema dan akhirnya dengan di bantu oleh seorang pengawalnya mengambil dua batang pohon yakni dari pohon tawaang sondang yang menyimbolkan dari kedua putra-putrinya tersebut dan Raema meletakan di atas kepala mereka lalu berdoa kepada sang pencipta (opo empung ) bahwa agar kedua putra-puterinya dapat di terima dan di ijinkan masuk dan menempati tana malesung. Dengan ijin opo empung akhirnya mereka sampai di sekitar lereng gunung lokon dan mereka melanjutkan perjalanan menuju ke gunung yang satu yang hanya bersebelahan dengan bimbingan opo empung hingga sampai di puncaknya mereka sempat tinggal di sana dalam beberapa waktu. Dari atas puncak gunung inilah mereka dapat melihat dan mencermati negeri yang baru itu mulai dari utara sampai ke selatan dan akhirnya mereka menamai negeri itu dengan malesung karena bentuknya seperti lesung.


Pada suatu hari akhirnya Raema memanggil dari kedua putra-putrinya itu dan membicarakan rencana sesuai apa ilham yang di dapatkan atau petunjuk sang pencipta yang mereka sebut opo empung bahwa mereka harus mempunyai keturunan dan di beritahu kepada putra-putrinya bilamana mereka harus berjalan menyusuri tana malesung tersebut dengan membawa masing-masing dari kedua batang tawaang sondang tersebut dan bilamana salah satu batang tawaang sondang tersebut menjadi panjang serta akhirnya kedua batang tawaang sudah menjadi tidak sama panjang lagi maka mereka harus berganti nama dan menjadi sepasang kekasih sebagai suami istri agar bisa mendapatkan keturunan, demikian juga dengan Raema pada saat itu namanya di panggil Karema asal kata
Karengan artinya dialah yang tua dan yang teratas dari kedua putra-putrinya.
Setelah mendengar amanah dari Raema maka akhirnya mereka di perintahkan yang putra menuju ke arah selatan dan yang puteri berjalan menuju utara dari tana malesung ini. Menjelang beberapa waktu akhirnya putra-putrinya bertemu kembali di wilayah yang di namakan Mayesu dan mereka melihat bahwa sebatang pohon dari tawaang sondang sebagai tongkat yang di bawahnya salah satunya telah menjadi panjang, akhirnya kedua batang yang di jadikan tongkat ternyata sudah tidak sama panjang lagi. Dari peritiwa itulah maka Raema

mengganti nama mereka demikian juga nama dari Raema di panggil menjadi Karema dan saat itulah Karema memanggil nama putranya sebagai Toar dan yang putrinya sebagai Lumimuut, seketika itulah mereka langsung berlutut di hadapan orang yang tertua atau teratas yakni Walian Karema serta kedua tongkat batang pohon tawaang tersebut di letakan di atas kepalanya Toar dan Lumimuut serta di doakan (mengalei ) dengan maksud kerestuan dari sang pencipta ( opo empung) agar mereka dapat menjadi pasangan hidup dan bisa beranak cucu seperti pada banyaknya pasir yang di genggam oleh Toar dan lumimuut. Akhirnya dari wilayah Mayesu mereka kembali ke gunung yang asalnya mereka tempati pertama kalinya dan di atas puncak gunung inilah mereka merayakan hari sebagai tanda ucapan syukur kepada opo empung dengan mengadakan upacara adat ritual balapas siri pinang yang di sebut Mahweteng dan mempersembahkan kurban bakaran berupa seekor babi jantan yang berbelang dan tidak cacad, upacara ini di laksanakan di atas meja batu yang datar di puncak gunung itu, upacara semacam ini di sebut dengan upacara Rumages. Setelah selesai upacara syukuran tersebut akhirnya Karema tiba-tiba menghilang entah kemana di tempat itu, Toar dan lumimuut sempat kaget dan mencari-cari di mana keberadaannya namun akhirnya mereka tidak menjumpainya. Dari peristiwa itulah maka Toar dan Lumimuut menamakan gunung tersebut sebagai gunung Empung yang artinya Gunung Tuhan atau si Makatana yang berarti si Tuan tanah yakni dialah yang menciptakan dan memelihara se isi bumi ini. Setelah itu mereka kembali di tempat yang bernama Mayesu dan akhirnya mereka beranak cucu hingga keturunannya menjadi banyak seperti pasir yang di genggam oleh Toar dan Lumimuut seperti yang sudah di ceritakan di atas. Beberapa keturunan dari Toar dan lumimuut setelah dewasa di tempat itu akhirnya mereka sebagian di beri bekal dan di beri petunjuk untuk mendatangi beberapa wilayah yakni gunung-gunung yang terdapat di seluruh tana Malesung. Lambat-laun keturunan Toar dan lumimuut semakin menyebar hingga membentuk komunitas kelompok masyarakat yang di sebut Pakasaan atau sub-etnik. Termasuk Pakasaan Tombulu waktu itu di kuasai oleh Pinontoan dan Rumengan hingga menjadi banyak keturunan mereka di Mayesu dan menjadi dua komunitas kelompok besar hingga tanak-teranak serta menyebar dan membentuk wanua-wanua baru setelah itu menjadi besar lagi membentuk walak-walak serta menyebar luas menjadi suatu wilayah pakasaan atau sub-etnik tombulu hingga sampai wenang bahkan likupang . Maka dari itulah wilayah pakasaan tombulu di sebut sebagai wilayah Tu’ur in tana karena letak geografisnya dan asal-muasal pertama datang leluhur Tou minahasa serta di perkuat dengan adanya gunung Tuhan yang mereka sebut gunung Empung tentu merupakan tempat mereka mendapatkan Ilham atau petunjuk-petunjuk dari Tuhan sang pencipta pertama kali di tana malesung hingga keturunan mereka menyebar luas dan menjadi satu negeri besar yakni malesung dan akhirnya lambat-laun berganti nama Minaesa,Maesa,Mahasa hingga sekarang menjadi Minahasa. Gunung Empung merupakan gunung satu-satunya yang ada di tana minahasa yg bernama gunung Empung/ gunung Tuhan atau mungkin yg terkenal sekarang bernama gunung Lokon.


Sebelum pertemuan musyawara besar Tou minahasa di pinawetengan pada abad ke-VII atau sekitar tahun 670 SM di wilayah Pakasaan Tombulu sudah terdapat wanua atau perkampungan tua dengan nama Mayesu dan perkampungan inilah yang pertama ada di tana minahasa namun ketika wabah penyakit melanda wilayah tersebut sekitar abad ke-X maka seluruh warga perkapungan itu pergi berpindah tempat dan mencari pemukiman baru yang di namakan wanua atau perkampungan kilow-kilow atau kinilow tua sekarang yang wilayahnya mencakup kelurahan kakaskasen satu sampai di kakaskasen tiga. Perpindahan warga waktu itu telah di sepakati bersama oleh beberapa pemimpin maupun Tonaas yang di pimpin oleh Lumoindong merupakan anak dari seorang waliandan akhirnya mereka beranjak keluar dari wanua Mayesu menuju wanua kinilow tua yang lokasinya sekarang berada di persipatan antara kelurahan kinilow dan kelurahan kakaskasen satu yang di namakan Pinawelaan artinya di mana warga wanua Mayesu di pindahkan ke tempat itu di karenakan akibat terserang oleh penyakit sehubungan di tempat tersebut merupakan sumber mata air satu-satunya yang sangat panas waktu itu yang mereka sebut Rano pazu. Wanua kinilow tua akhirnya menjadi suatu perkampungan meliputi wilayah Wulu dan Kameya yang terdapat di perkebunan Taingkere sekarang dan Salugan karena merupakan tempat sumber mata air yang sangat berkaitan di pakai dalam pengobatan penyakit yang di derita selain di pakai untuk kebutuhan air minum dan sebagainya. Wilayah-wilayah itulah yang di maksudkan merupakan wanua tertua kinilow waktu itu dan bukan kelurahan kinilow sekarang. Lambat-laun wilayah itu meluas sampai ke kelurahan kakaskasen tiga sekarang yang juga di jaman dulu di sebut wilayah Nimokal artinya bapele atau menghalang.
Wanua kinilow tua atau nimokal inilah merupakan suatu negeri perkampungan yang tertua di minahasa dan cacatan ini di perkuat oleh N.GRAAFLAND dalam bukunya berjudul MINAHASA MASA LALU DAN MASA KINI yang di terjemahkan oleh YOOST KULIT. Di jaman itu di wilayah kinilow tua atau Nimokal merupakan wilayah yang sangat di takuti karena dengan kehebatan orang-orangnya waktu itu yang sangat perkasa dan mereka sangat berkuasa. Wilayah kinilow tua ini terletak di bagian barat kelurahan kakaskasen satu dan juga kelurahan kinilow sekarang yang dapat kita lihat dan merupakan asal-muasal orang Wulu atau di sebut Tou Wulu dan menjadi Tombulu sekarang Tomohon hingga membentuk pakasaan atau sub-etnik besar di tana minahasa sampai sekarang. Akhirnya wilayah kinilow tua menyebar luas ke selatan yakni sampai di wilayah kakaskasen tiga tepatnya di pemukiman baru yang di sebut Kinaskas asal kata dari Kaskas yang juga di sebut Nawanua kinaskas artinya perkampungan Kinaskas atau sekarang kakaskasen dan dari tempat itulah menyebarlah mereka ke tempat lain di seluruh wilayah atau di sebut Tumani artinya berpindah tempat mencari pemukiman baru hingga membentuk walak-walak dan menjadi luas wilayah mereka menjadi suatu wilayah Pakasaan Tombulu atau Tomohon sampai sekarang. Tumani atau berpindah tempat yakni mencari pemukiman baru di wilayah Tombulu yang di pimpin oleh beberapa Tonaas yang di tunjuk Lumoendong, mereka itu adalah tonaas Tumbelwoto memimpin sebagian orang-orang pergi Tumani menuju yang di sebut Tulau

hingga lambat laun membentuk walak sarongsong sampai sekarang. Tonaas Mokoagow memimpin sebagian orang-orangnya pergi Tumani menuju Mu’ung dan Kamasi hingga membentuk mu’ung atau tomohon sekarang. Tonaas lokon Mangundap memimpin sebagian orangnya pergi Tumani menuju Katinggolan dan membentuk Wanua woloan.

Pemimpin Minahasa jaman tempo dulu terdiri dari dua golongan yakni Walian dan Tona’as. Walian mempunyai asal kata “Wali” yang artinya mengantar jalan bersama dan memberi perlindungan. Golongan ini mengatur upacara agama pribumi Minahasa hingga disebut golongan Pendeta. Mereka ahli membaca tanta-tanda alam dan benda langit, menghitung posisi bulan dan matahari dengan patokan gunung, mengamati munculnya bintang-bintang tertentu seperti “Kateluan” (bintang tiga), “Tetepi” (Meteor) dan sebagainya untuk menentukan musim menanam. Menghafal urutan silsilah sampai puluhan generasi lalu, menghafal ceritera-ceritera dari leluhur-leluhur Minahasa yang terkenal dimasa lalu. Ahli kerajinan membuat pelaratan rumah tangga seperti menenun kain, mengayam tikar, keranjang, sendok kayu, gayung air.

Golongan kedua adalah golongan Tona’as yang mempunyai kata asal “Ta’as”. Kata ini diambil dari nama pohon kayu yang besar dan tumbuh lurus keatas dimana segala sesuatu yang berhubungan dengan kayu-kayuan seperti hutan, rumah, senjata tombak, pedang dan panah, perahu. Selain itu golongan Tona’as ini juga menentukan di wilayah mana rumah-rumah itu dibangun untuk membentuk sebuah Wanua (Negeri) dan mereka juga yang menjaga keamanan negeri maupun urusan berperang.


Sebelum abad ke-7, masyarakat Minahasa berbentuk Matriargat (hukum ke-ibuan). Bentuk ini digambarkan bahwa golongan Walian wanita yang berkuasa untuk menjalankan pemerintahan “Makarua Siouw” (9x2) sama dengan Dewan 18 orang leluhur dari tiga Pakasa’an (Kesatuan Walak-Walak Purba).
Enam leluhur dari Tongkimbut (Tontemboan sekarang) adalah Ramubene, suaminya Mandei,
Riwuatan Tinontong (penenun), suaminya Makaliwe berdiam di wilayah yang sekarang Mongondouw, Pinu’puran , suaminya Mangalu’un (Kalu’un sama dengan sembilan gadis penari),
Rukul suaminya bernama Suawa berdiam di wilayah yang sekarang Gorontalo, Lawi Wene suaminya Manambe’an (dewa angin barat) Sambe’ang artinya larangan (posan). Maka Roya (penyanyi Mareindeng) suaminya bernama Manawa’ang.
Sedangkan enam leluhur yang berasal dari Tombulu adalah : Katiwi dengan suaminya Rumengan (gunung Mahawu), Katiambilingan dengan suaminya Pinontoan (Gunung Lokon),
Winene’an dengan suaminya Manarangsang (Gunung Wawo), Taretinimbang dengan suaminya Makawalang (gunung Masarang), Wowriei dengan suaminya Tingkulengdengan (dewa pembuat rumah, dewa musik kolintang kayu) Pahizangen dengan suaminya Kumiwel ahli penyakit dari Sarangsong.
Sementara itu enam leluhur yang berasal dari Tontewo (wilayah timur Minahasa) terdiri dari
Mangatupat dengan suaminya Manalea (dewa angin timur), Poriwuan bersuami Soputan (gunung Soputan), Mongindouan dengan suaminya Winawatan di wilayah Paniki, Inawatan dengan suaminya Kuambong (dewa anwan rendah atau kabut), Manambeka (sambeka sama dengan kayu bakar di pantai) dewa angin utara, istrinya tidak diketahui namanya kemudian istri Lolombulan. Pemimpin panglima perang pada jaman pemerintahan golongan Walian adalah anak lelaki Katiwei (istri Rumengan) bernama Totokai yang menikah dengan Warangkiran puteri dari Ambilingan (istri Pinontoan).











Pada abad ke-7 telah terjadi perubahan pemerintahan. Pada waktu itu di Minahasa – yang sebelumnya dipegang golongan Walian wanita - beralih ke pemerintahan golongan Tona’as Pria. Mulai dari sini masyarakat Matriargat Minahasa yang tadinya menurut hukum ke-Ibuan berubah menjadi masyarakat Patriargat (hukum ke-Bapaan)., Menjalankan pemerintahan “Makatelu pitu (3x7=21)" atau Dewan 21 orang leluhur pria.

Wakil-wakil dari tiga Pakasa’an Toungkimbut, Toumbulu, Tountowo, mereka adalah ; Kumokomba yang dilantik menjadi Muntu-Untu sebagai pemimpin oleh ketua dewan tua-tua “Potuosan” bernama Kopero dari Tumaratas. Mainalo dari Tounsea sebagai wakil, Siouw Kurur asal Pinaras sebagai penghubung dibantu Rumimbu’uk (Kema) dan Tumewang (Tondano) Marinoya kepala Walian, Mio-Ioh kepala pengadilan dibantu Tamatular (Tomohon) dan Tumilaar (Tounsea), Mamarimbing ahli meramal mendengar bunyi burung, Rumoyong Porong panglima angkatan laut di pulau Lembe, Pangerapan di Pulisan pelayaran perahu, Ponto Mandolang di Pulisan pengurus pelabuhan-pelabuhan, Sumendap di Pulisan pelayaran perahu, Roring Sepang di awaon Tompaso, pengurus upacara-upacara di batu Pinawetengan, Makara’u (Pinamorongan), Pana’aran (Tanawangko), Talumangkun (Kalabat), Makarawung (Amurang), REPI (Lahendong), Pangembatan (Lahendong).
Dalam buku “Toumbulusche Pantheon” tulisan J.G.F. Riedel tahun 1894 telah dikemukakan tentang sistem dewa-dewa Toumbulu yang ternyata mempunya sistem pemerintahan dewa-dewa seluruh Minahasa dengan jabatan yang ditangani leluhur tersebut. Pemerintahan golongan Tona’as abad ke-tujuh sudah punya satu pimpinan dengan gelar Muntu-Untu yang dijabat secara bergantian oleh ketiga sub-etnis utama Minahasa. Misalnya leluhur Ponto Mandolang mengatur pelabuhan Amurang, Wenang (Manado) Kema dan Bentenan dengan berkedudukan di Tanjung Pulisan. Tiap sub-etnis Minahasa mempunya panglima perangnya sendiri-sendiri tapi panglima perang tertinggi adalah raja karena dilantik dan dapat diganti oleh dewan tua-tua yang disebut “ Potuosan ”. Dari nama-nama leluhur wanita Minahasa abad ke-7 seperti Riwuatan asal kata Riwu atau Hiwu artinya alat menenun, Poriwuan asal kata Riwu alat menenun, Raumbene asal kata Wene’ artinya padi, menunjukkan Minahasa abad ke-7 telah mengenal padi dan membuat kain tenun.






Tonaas Ka’awoan memimpin sebagian pergi Tumani menuju Wariri dan membentuk Tombariri. Tonaas Lolong lasut dan Ruru memimpin sebagian orang pergi Tumani menuju wanua Wenang dan wanua Ares membentuk walak Ares atau kota manado sekarang. Tonaas Alow memimpin sebagian orang menuju Kali dan membentuk wanua Kali serta dari kali mereka Tumani menuju Kalawat membentuk wanua Kalawat atas dan sekarang menjadi kalawat maumbi serta dari kalawat atas yang di pimpin oleh
Tonaas Kondoy dan Wangko Saumanan pergi Tumani menuju ke arah barat dan membentuk wanua Kalawat Kaleosan dan menjadi Wanua Ure sekarang menjadi Komo luar serta wanua kalawat Kaleosan menjadi kalawat Wawa dan dari kalawat atas dan kalawat bawah di pimpin Tonaas Kalengkongan memimpin sebagian orang pergi Tumani ke Likupang hingga membentuk Walak likupang sampai sekarang. Akhirnya sampai pada abad ke-XV Tonaas Dotulong sebagai pendiri Wenang atau Kota manado sekarang. Jadi awalnya dari wanua mayesu hingga kinilow tua yang di sebut Nimokal akhirnya membentuk pakasaan Tombulu dan Tanak-teranak mereka menyebar sampai ke wenang (manado),kalawat (minahasa Utara) dan bahkan sampai ke Likupang sekarang. Jadi Dotu Lolong lasut sebagai pendiri kota wenang (manado) merupakan berasal dari kinilow tua yang di sebut nimokal pada tahun 1400 – 1520. Demikianlah sekilas cerita asal-usul Tou Wulu (Tombulu) atau sekarang Tomohon dengan perkampungan yang tertua di minahasa waktu itu yakni Kilow-kilow atau Kinilow tua yang di sebut Nimokal atau sekarang kelurahan Kakaskasen satu sampai kakaskasen tiga.