Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Saturday, 25 August 2018

Sejumlah warga di Lombok kekurangan bantuan, warga 'makan sekali sehari'

Sejumlah titik pengungsian korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, kini kekurangan bantuan logistik, baik makanan maupun terpal. Beberapa desa dilaporkan berebut bantuan.
Namun Satuan Tugas (satgas) Penanganan Korban Gempa Lombok mengklaim telah mendistrikbusikan bantuan secara merata ke seluruh daerah.
Atas alasan jumlah personel yang terbatas, pengungsi didorong mengambil sendiri bantuan ke kantor-kantor pemerintahan."Kemarin ada bantuan datang, tapi disetop pengungsi desa sebalah, bantuan diambil dan tidak jadi diantar ke desa kami," ujar Azhar, pengungsi di Desa Labuhan, Lombok Timur, Kamis (23/08).
Azhar menyebut panganan yang tersedia di pengungsiannya hanya mi instan. Akibat keterbatasan itu, klaimnya, belakangan beberapa pengungsi terpaksa makan sekali sehari.
"Bantuan terakhir dari swadaya warga, kami makan apa yang ada. Mau cari ke mana, rumah juga rusak semua, takut roboh, tidak berani pulang," tuturnya.
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Senaru, Lombok Utara. Menurut kantor beritaAntara, Rabu lalu tak seluruh tenda pengungsian masih menyimpan bahan makanan.
Nursa'ad, warga Senaru, menyebut bantuan dari pemerintah daerah terakhir ke pengungsiannya datang dua pekan lalu. Sementara bantuan yang datang belakangan disebutnya merupakan inisiasi masyarakat.
"Di desa ada saya lihat bantuan, tapi banyak yang menumpuk. Penyalurannya tidak merata," kata Nursa'ad.Namun Komandan Satgas Penanganan Korban Gempa Lombok, Kolonel Ahmad Rizal, menyebut pendistribusian bantuan telah terkoordinasi dan mencapai berbagai wilayah terdampak bencana.
Ahmad mengatakan pemda menyalurkan bantuan, bukan hanya melalui jalur darat, tapi juga helikopter untuk menjangkau daerah terpencil.
"Logistik sudah didistribusikan, dikoordinasi oleh Dinas Sosial, dengan bantuan babinsa dan babinkamtibmas, diserahkan ke kecamatan, lalu kelurahan dan dusun."
"Mungkin ada beberapa masyarakat yang belum puas. Tingkat kepuasan kan beda-beda," kata Ahmad via telepon.
Untuk mempercepat distribusi bantuan, Ahmad mendorong pengungsi mengambil bantuan ke kantor-kantor pemda terdekat. Ia beralasan, personel yang bekerja terbatas.
"Kami minta proaktif masyarakat, jemput bola ke desa dan kecamatan. Jangan menunggu," ujarnya.
Meski begitu, Azhar dari Desa Labuhan, menyebut pengambilan bantuan di kantor pemda juga terkendala. Ia mengklaim harus memenuhi sejumlah persyaratan, padahal bantuan mendesak dibutuhkan.
"Harus ada prosedur, tidak cepat, harus tanda tangan ini itu. Kan repot. Ini masalahnya perut."
"Kalau tidak ada bencana, tidak ada bantuan tidak apa-apa. Ini bencana, perekonomian lumpuh. Toko semua tutup," kata Azhar.Sementara itu, pemerintah menargetkan pembangunan kembali pemukiman warga korban gempa bergulir September mendatang.
Kolonel Ahmad Rizal mengatakan, pekan depan pemda harus sudah memverifikasi 10 ribu rumah rusak agar bantuan tunai rehabilitasi dapat dicairkan.
Terdapat tiga kategori kerusakan rumah akibat gempa Lombok. Pemilik rumah rusak berat akan diganjar bantuan Rp50 juta per unit.
Adapun mereka yang rumahnya rusak sedang dan rusak ringan masing-masing akan mendapat Rp25 juta dan Rp10 juta.
Fachrurozi, warga Desa Pohgading, Lombok Timur, berharap bantuan perbaikan rumah dapat segera cair agar dapat meninggalkan pengungsian.
"Rumah saya setengah ambruk, mau saya tempati tapi dinding sudah retak. Karena ada gempa susulan, makin banyak yang rusak."
"Saya ingin konstruksi yang tahan gempa. Biar beda tidak apa-apa yang penting tahan," ujarnya saat dihubungi dari Jakarta.Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berjanji akan segera menyediakan material rumah tahan gempa ke Lombok. Langkah ini vital karena Wakil Presiden Jusuf Kalla menargetkan rehabilitasi Lombok selesai dalam enam bulan.
"Yang kami dorong teknologi fabrikasi agar masyarakat tidak membuat rumah dari nol atau dari material mentah seperti semen atau baja. Jadi tinggal dirakit agar lebih mudah."
"Rumah yang kami sarankan bisa dibangun cepat, enam jam sampai atap. Kalau masyarakat membangun konvensional tidak mungkin selesai enam bulan," kata Arief Sabaruddin, Kepala Puslitbang Perumahan dan Pemukiman.
Sejak gempa berkekuatan 7 skala richter mengguncang Lombok pada 5 Agustus lalu, lindu masih terus terjadi di pulau tersebut.
Korban meninggal akibat bencana lindu ini telah mencapai 515 orang, sementara sekitar 7.145 orang luka-luka.
Hingga 21 Agustus lalu, pengungsi di Lombok tercatat mencapai 431 ribu orang. Rumah yang rusak pascagempa sebanyak 73 ribu unit.

Warga Venezuela berbondong-bondong kabur ke Peru hindari krisis ekonomi


Sejumlah warga Venezuela berbondong-bondong menuju Peru sebelum Sabtu (25/8), saat pemberlakuan aturan baru yang mengharuskan mereka memiliki paspor untuk melintasi perbatasan.
Selama bertahun-tahun warga Venezuela yang hendak ke Peru hanya cukup menunjukkan kartu identitas alias KTP mereka.
Warga Venezuela yang kabur dari negara mereka mengaku berupaya menghindari krisis ekonomi.Pada Kamis, Komisioner Tinggi PBB untuk urusan Pengungsi, Filippo Grandi, mendesak Peru dan Ekuador untuk "tetap membolehkan mereka yang memerlukan perlindungan internasional untuk mendapat akses keamanan dan mencari suaka".
Berdasarkan perhitungan PBB, sebanyak 26.000 warga Venezuela tiba di Peru pada 2017. Namun, kepala imigrasi Peru, Eduardo Sevilla, mengatakan jumlah warga Venezuela yang masuk negaranya jauh lebih besar sejak tahun lalu.
Menurutnya, warga Venezuela yang berada di Peru saat ini mencapai 400.000 orang.
Perdana Menteri Peru, César Villanueva, menegaskan bahwa pemberlakuan paspor di perbatasan bukan berarti Peru "menutup pintu" bagi migran asal Venezuela.
Hanya saja, kata Villanueva, menunjukkan KTP Venezuela tidak memberikan cukup informasi dan dapat dengan mudah dipalsukan.
Untuk mempermudah akses bagi kaum lansia, perempuan hamil, dan anak-anak asal Venezuela, Menteri Luar Negeri Peru, Néstor Popolizio, menyatakan pihaknya akan mengeluarkan "visa kemanusiaan".
Warga Venezuela yang memerlukan visa tersebut dapat mengajukan permohonan melalui perwakilan Peru di Venezuela, Kolombia, Ekuador, dan pintu perbatasan di Tumbes.
Warga Venezuela yang kabur dari negaranya beralasan bahwa mereka sudah menderita akibat kekurangan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan mendasar.
"Saya datang ke sini karena kemiskinan parah yang kami alami di Venezuela, karena krisis ekonomi, dan mencari kehidupan yang lebih baik untuk membantu keluarga saya," tutur Mauricio Aparicio, warga Venezuela yang hijrah ke Peru, sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.
"Ayah saya sakit kanker perut. Seperti yang Anda tahu, kami tidak bisa mendapatkan obat-obatan. Dan kalaupun kami mendapatkannya, harganya sangat mahal," tambah Aparicio.Untuk menuju Peru, sebagian warga Venezuela berjalan kaki karena tidak mampu membeli tiket bus.
Pemerintah Ekuador kemudian membantu dengan mengerahkan sejumlah bus.Salah satu warga Venezuela yang menumpang bus tersebut adalah Maly Avilés.
"Kami menuju Peru. Tidak ada kata kembali. Pulang ke Venezuela sama saja bunuh diri," cetusnya.
Setelah muncul kabar bahwa pemerintah Peru akan memberlakukan aturan wajib paspor, antrean untuk mendapatkan paspor Venezuela dilaporkan mengular.
Beberapa orang yang sedang mengantre mengklaim berupaya mendapatkan paspor selama dua tahun. Lainnya mengaku diminta membayar uang suap yang setara dengan Rp14,6 juta agar bisa menyelak antrean dan langsung mendapat paspor.
Ketika sejumlah orang menyatakan perlu paspor karena alasan mendesak, semisal mengunjungi keluarga yang sakit di luar negeri, permintaan uang suap bisa melonjak menjadi Rp73 juta.
Pada Juni, empat pejabat pemerintah Venezuela yang mengurus paspor di Kota Saime ditahan atas tuduhan pemerasan dan direktur baru dilantik sebulan kemudian.Salah satu warga Venezuela yang menumpang bus tersebut adalah Maly Avilés.
"Kami menuju Peru. Tidak ada kata kembali. Pulang ke Venezuela sama saja bunuh diri," cetusnya.
Setelah muncul kabar bahwa pemerintah Peru akan memberlakukan aturan wajib paspor, antrean untuk mendapatkan paspor Venezuela dilaporkan mengular.
Beberapa orang yang sedang mengantre mengklaim berupaya mendapatkan paspor selama dua tahun. Lainnya mengaku diminta membayar uang suap yang setara dengan Rp14,6 juta agar bisa menyelak antrean dan langsung mendapat paspor.
Ketika sejumlah orang menyatakan perlu paspor karena alasan mendesak, semisal mengunjungi keluarga yang sakit di luar negeri, permintaan uang suap bisa melonjak menjadi Rp73 juta.
Pada Juni, empat pejabat pemerintah Venezuela yang mengurus paspor di Kota Saime ditahan atas tuduhan pemerasan dan direktur baru dilantik sebulan kemudian.

Kisruh 'deklarasi #2019GantiPresiden' di Pekanbaru: Uztadzah penyebar kebencian SARA Neno Warisman 'dievakuasi'


Neno Warisman akhirnya diterbangkan ke Jakarta setelah bertahan delapan jam di bandara Pekanbaru. Sebelumnya ia bersikukuh untuk tetap melakukan 'deklarasi #2019GantiPresiden' di Riau, kendati ditolak dan dihadang beberapa kelompok masa dan tak diizinkan polisi.
Mantan penyanyi pop itu kembali ke Jakarta dengan sebuah pesawat yang tinggal landas dari Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, pada pukul 22.30 WIB, kata Jaya Tahoma Sirait, pimpinan PT Angkasa Pura, kepada wartawan, Sabtu (26/8) malam.
Menurut polisi, acara itu tak diizinkan karena tagar #2019GantiPresiden sudha termasuk kampanye. "Itu boleh, tapi kalau sudah masuk jadwal kampanye, ini kan masalahnya belum masuk masa kampanye," kata juru bicara Polri Irjen Setyo Wasisto, seperti dilaporkan Detikcom. "Demokrasi kan saling menghormati bukan main menang sendiri, polisi ini sebagai penengah, tapi kalau semuanya memanfaatkan curi-curi start itu kan repot juga," tambahnya.Sampai saat-saat akhir, Neno Warisman dan pendukungnya - yang bertahan di Bandar Udara SSK II - menuntut kepada kepolisian agar dibiarkan menggelar deklarasi 'deklarasi #2019GantiPresiden' itu pada Minggu (25/08) di Tugu Pahlawan di Pekanbaru, Riau.
Pihak Neno Warisman sempat meyakini bahwa terlepas dari kekisruhan, mereka tetap bisa melaksanakan rencana mereka. "Berdasarkan laporan panitia, acara akan tetap digelar," kata pengacara Neno Warisman, Mursal Fadillah, kepada wartawan di bandara SSK II, Minggu sore.
Neno Warisman tiba di Pekanbaru pada Sabtu sekitar pukul 15:00. Ia dihadang massa saat hendak meninggalkan lapangan parkir bandara.
Polisi kemudian mencegah upaya Neno dan timnya yang mencari cara untuk meninggalkan komplek bandara tersebut, dengan alasan keamanan, seperti dilaporkan wartawan Riauonline, Hasbullah Tanjung untuk BBC News Indonesia.
Sejak Sabtu (24/08) siang, sekelompok orang menggelar aksi di depan bandara SSK untuk menolak kedatangan Neno Warisman. Mereka juga menolak rencana deklarasi tersebut.Setelah mengetahui Neno sudah mendarat di bandara dan berencana meninggalkan bandara, massa sempat berusaha mendekati bandara, tetapi dihadang aparat kepolisian.
"Sebagian anggota kelompok massa itu melemparkan botol plastik minuman ke arah mobil yang ditumpangi Neno," kata Hasbullah, yang berada di lokasi kejadian.
Menjelang sore, sekelompok orang yang menyebut sebagai pendukung Neno Warisman tiba di bandara SSK II. Tetapi mereka kemudian ditahan aparat agar tidak meninggalkan bandara.
"Pihak kepolisian belum mengizinkan buka pagar, alasannya suasana tidak kondusif," ujar salah-seorang pendukung Neno.
Sebelumnya, Kapolda Riau Brigjen Eko Widodo Prihastopo meminta agar deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru, Riau, dibatalkan.
"Saya harapkan dan saya tegaskan batalkan itu. Batalkan. Karena tidak ada manfaatnya. Mudharatnya banyak," kata Widodo kepada wartawan, Jumat siang (24/08).Rencananya deklarasi #2019GantiPresiden rencananya digelar di Pekanbaru, Riau, pada Minggu (26/8/2018) dan akan dihadiri Neno Warisman - salah-seorang pendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai capres.
Rencana deklarasi ini kemudian ditolak oleh sekelompok massa karena dianggap akan memecah belah masyarakat Riau.
Sementara, setelah tidak mendapatkan izin dari kepolisian, panitia deklarasi itu dilaporkan menyatakan mundur dari kepanitiaan dan sekaligus menunda acaranya pada awal September nanti.
"Dengan ini kami panitia pelaksanaan deklarasi #2019GantiPresiden menyatakan di Riau untuk 26 Agustus 2018 memutuskan deklarasi diganti atau dijadwalkan pada 2 September 2018 dan disesuaikan," kata Ketua Presidium Dewan Pimpinan Wilayah Riau Muhammad Husni Thamrin, Jumat (24/08) di Pekanbaru.
Kampanye #2019GantiPresiden sejak awal dipertanyakan dan seringkali ditolak oleh kubu pendukung Joko Widodo. Aksi penolakan terhadap deklarasi seperti itu serupa juga digelar di sejumlah kota, di antaranya Surabaya.

Apa himbauan Bawaslu dan KPU?

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sendiri sudah mengimbau agar kader partai politik tidak menggunakan tanda pagar #2019gantipresiden, tetapi mengakui tidak ada aturan yang bisa melarangnya.
"Ini kan belum masa kampanye. Hanya bagaimana prosesnya lancar. Yang penting menjaga agar tetap kondusif," kata anggota Bawaslu Mochammad Afifudin, awal Agustus lalu.Sementara, Ketua KPU Arief Budiman, mengatakan, pihaknya hanya bisa menghimbau agar para pendukung bisa menahan diri dalam mendukung calonnya masing-masing.
"Ini sebenarnya imbauan, ya. KPU dan Bawaslu ingin Pemilu ini sejuk, aman dan damai. Jadi saya harap semua mematuhi koridor yang diatur dalam undang-undang maupun peraturan KPU," ujar Arief.
"Jadi, tidak boleh mencela, menghina. Jangan sampai nanti ada kalimat yang memicu timbulnya pertikaian di antara kita. Ikuti saja ketentuan yang ada," lanjut dia.

Pemprov Sulut Dorong Pedagang UMKM Miliki Toko Online


Saat ini bila kita ingin membeli suatu barang maupun jasa cukup raih smartphone kemudian membuka situs e-commerce dan berbelanja disana. Segala kepraktisan itu menyebabkan terjadinya pergeseran perilaku konsumen, dan juga menyebabkan pelaku bisnis offline dituntut cepat bergerak ke perdagangan online dengan menjadi seller di berbagai marketplace seperti Tokopedia, Lazada, Shopee dan sebagainya.

Hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan menghimpun dan mendorong 300 pedagang pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) se Sulawesi Utara  untuk memiliki toko onlinenya sendiri dalam acara sosialisasi e-commerce bertajuk "Belanja dan Jualan Online, Murah, Cepat dan Aman" yang berlangsung di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Jumat (24/8/18) siang.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan M.Rudy Mokoginta saat membuka acara mengajak segenap komponen masyarakat agar jeli dan cerdas menangkap peluang besar ini mengingat optimalisasi di sektor ini akan berdampak pada meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi bangsa umumnya dan ekonomi Sulut pada khususnya.

"Saya berharap melalui kegiatan ini, masyarakat Sulut semakin memahami dan mengerti tentang bagaimana pengelolaan perdagangan elektronik khususnya e-commerce, sehingga nantinya memberikan dampak positif dalam peningkatan kualitas dan profesionalitas SDM di Sulawesi Utara," himbau Gubernur Olly seperti yang disampaikan Mokoginta.

Menariknya acara kolaborasi bersama Kemenkominfo RI ini turut menggandeng situs belanja Shopee dimana para official marketplace tersebut memberikan tips dan berbagai materi berjualan online kepada para pedagang UMKM Sulut. Para undangan nampak menyimak dengan seksama tips bagaimana membuat foto produk dengan gambar yang jelas dan menarik, menjual barang berkualitas, tips pengiriman logistik, pendanaan melalui Fintech, fasilitas pembukaan toko online secara gratis, dan penjelasan mengenai transaksi payment melalui rekening bersama yang lebih aman.

Melalui kegiatan ini masyarakat Sulut tentunya punya asa yang sama agar kedepan Batik Bentenan, Kacang Tore Kawangkoan, Dodol Amurang, Rumah Panggung Minahasa dan produk khas Sulut lainnya dapat turut menjadi penjualan populer di marketplace dan situs-situs belanja online nasional maupun internasional.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Septriana Tangkary, Narasumber Direktorat E-Business Kemenkominfo Hafied Rum, Technopreneur M.Imran, Sekretaris Dinas Kominfo Setda Prov Sulut Febe Moniaga, Official Shopee Indonesia serta Pedagang dan Pelaku UMKM Sulawesi Utara.

Wednesday, 22 August 2018

Tak Pernah Berhenti, Gubernur Olly Ajak Warga GMIM Bersatu Majukan Sulut


Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokembey tak pernah berhenti mengajak kepada seluruh warga Gereja Masehi Injil di Minahasa (GMIM) untuk bergandengan tangan bersama memajukan Sulawesi Utara dalam berbagai bidang agar masyarakat semakin sejahtera.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri acara HUT ke 14 GMIM Getsemani Kalawat dan Pencanangan Kegiatan Pekan Olahraga Pesta Seni dan Kreatif Remaja Wilayah Manado - Malalayang (Terbuka) 2018 yang dilaksanakan Rabu, (22/8/2018).
Menurut Gubernur sebagai warga GMIM semua jemaat harus bertumbuh dewasa, berperan dalam semua aspek kehidupan masyarakat menjadi terang dan teladan dengan menciptakan kehidupan harmonis dan saling menghormati antar sesama.
Gereja, Pemerintah dan masyarakat harus tetap bersatu bekerja bersama memajukan Sulut. Khusus untuk remaja GMIM Gubernur juga menyampaikan agar menjadi Garam dan Terang dunia, dengan menjauhi hal-hal negatif sehingga remaja GMIM bisa menjadi generasi yang membanggakan Keluarga, Gereja dan daerah nyiur melambai.(humas provinsi sulut)

Tangis Haru Yenny Wahid dan Cerita Lucu Ahok di Mako Brimob


Tangis haru putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid, pecah ketika bertemu mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnomo atau Ahok, di Rutan Mako Brimob, Depok, Senin (20/8).

Keduanya duduk di kursi hijau berhadapan di sebuah meja bundar. Rombongan Yenny yang ikut dalam pertemuan itu tak kuasa pula menahan air mata. Ahok tampak mencoba lebih tegar.

"Lelaki itu [Ahok] menyeringai. Tapi saya tahu dia juga menahan haru. Kedua matanya sedikit berkaca-kaca. Dia paham pekerjaan yang paling berat adalah tidak bicara kepada publik dan membuang ide-idenya," tutur Alamsyah M. Dja'far, peneliti the Wahid Institute yang ikut dalam pertemuan itu, dikutip dari laman Facebook-nya, Rabu (21/8)."Saya lihat mata teman-teman saya yang ikut meriung sore itu juga merah menahan haru," dia menambahkan.

Baginya, Ahok tak berubah. Ia tetap cerewet seperti sebelum masuk bui. Bayangkan saja, selama tiga jam pertemuan tersebut adalah Ahok lebih dominan dibandingkan dengan tamu-tamunya.

"Ahok cerita kegiatan sehari-hari dalam sel, tentang hidupnya sekarang, dan setelah keluar kelak," terang Alamsyah.Ahok mengungkapkan penjara tak selamanya membawa duka, rasa suka pun timbul dari pemberian makanan dan oleh-oleh dari orang yang tak dikenal. Misalnya pisang dalam jumlah banyak yang dimasukkan lebih dari satu dus.

"Polisi di sini malah paling tahu mana buah-buahan yang enak, ketimbang saya," kata Ahok saat pertemuan itu.

Kendati demikian, Ahok hanyalah manusia biasa yang tetap bisa merasakan kesedihan. Alamsyah menuturkan Ahok juga pernah merasa tak terima dengan keadaan yang saat ini menimpa dirinya."Harusnya cukup setahun saya dibui. Sekarang saya tak jadi gubernur. Saya kehilangan kebebasan. Dan saya juga menghadapi masalah keluarga. Tidakkah ini cukup?" ucap Ahok.

Mendengar itu, Alamsyah hanya bisa diam. Kesedihan itu diakui Ahok tak berdiam lama dalam dirinya. Ia sadar ini takdir ini membuat dirinya belajar banyak tentang kehidupan.

"Hidup ini harus ikhlas dan selalu mau memaafkan orang lain. Kalau nggak, sesak loh," kata Ahok.Berawal dengan rasa haru, Alamsyah menyebut mayoritas waktu pertemuan itu berlanjut dengan cerita lucu Ahok dan diiringi dengan tawa riang Yenny dan seluruh tamu.

Usai pertemuan itu, Alamsyah mendapatkan surat cinta dari Ahok yang berisikan semangat untuk selalu berjuang demi kebenaran, kejujuran, perikemanusiaan, dan keadilan.

Asian Games 2018: Kepergok sewa pekerja seks, empat atlet Jepang dipulangkan

Kontingen Jepang menyatakan telah memulangkan empat atlet bola basket dari ajang Asian Games 2018 karena ditengarai menyewa jasa pekerja seks komersial di Jakarta.
Dalam jumpa pers, Yasuhiro Yamashita selaku kepala kontingen Jepang, membeberkan identitas keempat atlet tersebut.
Mereka adalah Yuya Nagayoshi, Takuya Hashimoto, Takuma Sato, dan Keita Imamura.
"Saya merasa malu," kata Yamashita kepada para wartawan.
"Kami memohon maaf dengan sangat. Sejak saat ini, kami akan membuat panduan khusus kepada para atlet kami," imbuhnya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.Keempat pria itu, menurutnya, bertolak dari mess atlet ke daerah Blok M di Jakarta Selatan untuk menyantap hidangan di restoran Jepang setelah memenangi pertandingan melawan Qatar, pada Kamis (16/8).
Setelah makan malam, keempat pria yang masih memakai kostum timnas Jepang ini dihampiri beberapa orang di jalan yang menawari mereka ke hotel untuk berkencan dengan PSK.
Mereka lalu melakukan "perbuatan itu", kata Yamashita seperti dikutip kantor beritaKyodo News.Kepala kontingen Jepang Yasuhiro Yamashita, mengatakan, "Saya ingin meminta maaf kepada publik Jepang, Komite Olimpiade Jepang, dan semua pendukung bola basket atas insiden yang patut dihujat ini."
"Kami akan menentukan hukuman paling pas untuk keempat pemain ini begitu kami mendengar semua fakta. Kami perlu bekerja lebih keras guna memastikan skandal semacam ini tidak terjadi lagi," tambahnya.
Yamashita menambahkan keempat atlet itu pulang ke Jepang menggunakan uang mereka masing-masing. Akibat kepergian mereka, skuat basket Jepang hanya menyisakan delapan pemain.
"Para atlet seharusnya menjadi panutan masyarakat, tidak hanya di lapangan olah raga tapi juga pada kesempatan lain," cetusnya.Permohonan maaf kontingen Jepang atas tindakan atletnya bukan pertama kali terjadi.
Empat tahun lalu pada ajang Asian Games di Incheon, Korea Selatan, seorang atlet Jepang tertangkap basah mencuri kamera seorang wartawan.

Tuesday, 21 August 2018

Menteri Susi kunjungi Bitung, 8 Kapal asing ditenggelamkan


Bertempat di pelabuhan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Bitung, Senin (20/8/2018) Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti menenggelamkan delapan kapal asing pencari ikan di laut Bitung.
Ke delapan kapal tersebut merupakan kapal-kapal yang kedapatan melakukan illegal fishing di wilayah laut Indonesia.
"Kami akan melakukan penenggelaman delapan kapal yang tertangkap melakukan ilegal fishing," sahut Menteri Susi.
Diketahui, penenggelaman kapal tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku dan juga sesuai dengan undang-undang tentang ilegal fishing.
Lanjut Susi, dengan dilakukanya penenggelaman kapal ini, kedaulatan laut NKRI dapat terjaga dan di samping itu pula kelestarian perikanan di laut Sulawesi Utara mempunyai ekosistem yang baru.
"Penenggelaman itu akan membuat ikan mendapatkan tempat tinggal baru," akhiri Susi.
Diketahui, Menteri Susi tiba di Manado pada Minggu 19 Agustus  2018 disambut oleh Sekprov Edwin Silangen. Nampak juga hadir pimpinan dari PSDKP, Dirpolair, Kapolda Sulut, Danlantamal VIII, serta masyarakat setempat. (humas provinsi sulut)

Gubernur Olly Tinjau Kapal Pembangkit Listrik MVPP di Minsel


Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE meninjau operasional Kapal Pembangkit Listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) “Karadeniz Powership Zeynep Sultan” di Minahasa Selatan, Selasa (21/8/2018) sore.
Saat ini ada dua kapal MVPP yang beroperasi di Sulut. Kapal pertama berkapasitas 120 Mega Watt (MW) yang telah mengaliri listrik sejak tahun 2016 ke sistem kelistrikan Sulut dan Gorontalo serta kapal kedua yang berkapasitas 35 MW tiba di Sulut pada Juni 2018.
Bagian luar kapal tampak besar dan panjang. Untuk masuk ke dalam kapal, Gubernur Olly harus menggunakan perahu kecil menuju tangga kecil di bagian kapal sebagai satu-satunya akses masuk kedalam.
Selama berada di kapal, Gubernur Olly yang didampingi Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS menyimak setiap keterangan yang disampaikan teknisi kapal termasuk penjelasan cara kerja bagian mesinnya. Diketahui, proses pengaliran listrik terjadi secara bertahap. Satu per satu mesin dipasang dan ditunggu hingga tersinkron dengan baik.
Usai melakukan peninjauan, Gubernur Olly mengimbau seluruh investor tidak takut berinvestasi di Sulut karena kebutuhan tenaga listrik dapat dipenuhi dengan dukungan kapal MVPP. Menurut Gubernur Olly, langkah itu menjadi penting dilakukan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan investasi dan nantinya diharapkan memberi efek positif bagi perekonomian.

"Para investor jangan takut berinvestasi di Sulut karena pasokan listrik cukup memenuhi kebutuhan usaha," beber Gubernur Olly.
Diketahui, beberapa keunggulan MVPP diantaranya yakni menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik, kemudahan relokasi (hanya perlu waktu 3 - 4 minggu) sehingga dapat fleksibel memenuhi kebutuhan listrik di suatu daerah dan lebih cepat dalam memenuhi kebutuhan tambahan pasokan listrik di suatu daerah yang sedang kekurangan listrik.
Peninjauan itu turut dihadiri para pejabat Pemprov Sulut dan pihak kapal MVPP. (Humas Pemprov Sulut)

Hadiri Rapat Penanggulangan Kemiskinan, Wagub Steven Ingatkan Substansi Pemerintahan


Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E. Kandouw membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten/Kota Se-Prov. Sulut yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta, Manado Selasa (21/8/2018)
Berbicara mengenai masalah kemiskinan, Wagub Steven mengingatkan kepada peserta bahwa pemerintah pusat berpenetrasi pada penanggulangan kemiskinan lewat DAK (Dana Alokasi Khusus). Lanjutnya bahwa substansi dari penyelenggaraan pemerintahan yakni mengatasi kemiskinan. Hal ini terbukti dengan menurunya angka kemiskinan di daerah Sulawesi Utara dari 8,2 menjadi 7,8. Wagub melihat, menurunnya angka kemiskinan ini merupakan hasil kerja dari semua pihak antara Pemerintah Provinsi dan kabupaten kota.
"Tahun lalu kemiskinan kita di angka 7,8 dua tahun lalu 7,8 tiga tahun lalu 8,2 kita boleh berbangga di seluruh Sulawesi Utara, hasil dari 8,2 menjadi 7,2 ini hasil dari kerja bersama," terang Wagub.
Dijelaskan Wagub, penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan lewat tiga cara yakni sistemik, jangan parsial/holistik dan harus terpadu.
"Dengan tiga cara ini, daerah bapak-bapak akan keluar (dari kemiskinan). Ingat baik-baik sederhana saya sampaikan sistemik, holistik, terpadu," terang Wagub Steven.
Tambahnya pula, pendidikan dan kesehatan merupakan faktor penting dalam pencegahan kemiskinan. Disamping itu, Wagub mengingatkan bahwa meningkatnya pertumbuhan ekonomi walaupun komoditas turun di Sulut tak terpelas dari sektor pariwisata.
"Tahun lalu dan tahun ini torang naik satu juta orang yang datang ke Sulut," sahut Wagub.
Diketahui, maksud diadakan kegiatan penanggulangan kemiskinan yakni untuk meningkatkan kinerja penanggulangan kemiskinan di provinsi Sulut, meningkatkan peran kelembagaan dan keberpihakan anggaran program penanggulangan kemiskinan, serta meningkatkan kinerja pemanfaatan basis data terpadu.
Nampak hadir pada kegiatan tersebut Kaban Kesbangpol Mecky Onibala, Kepala BAPPEDA Ricky Toemandoek, Bupati dan Wakil Bupati serta walikota dan wakil walikota se Sulut.(humas provinsi sulut)