Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Saturday, 29 September 2018

BNPB Sebut Tsunami di Palu Ada yang Capai Ketinggian 6 Meter

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebut ketinggian Tsunami yang menyapu sejumlah wilayah Palu, Sulawesi Tengah bervariasi. Namun di beberapa titik wilayah tersebut, ketinggian air menerjang daratan mencapai enam meter.

"Kami menerima laporan, Tsunami di Palu kemarin ternyata ada yang tingginya mencapai enam meter," kata Sutopo di kantor BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (29/9).

Sutopo mengatakan, berdasarkan laporan yang disampaikan juga terdapat salah seorang warga yang menyelamatkan diri dengan memanjat pohon setinggi guna menghindari arus air yang menyapu daratan.


Lebih jauh Sutopo menjelaskan ada beberapa alasan ketinggian Tsunami di setiap wilayah tidak sama. Salah satunya berkaitan dengan kondisi laut daerah tersebut serta material di dalamnya.

"Karena teluk, dari laut menuju daratan otomatis mengalami peningkatan jumlah tumbuh kembangnya. Jadi itulah yang menyebabkan tinggi Tsunami tidak sama, tergantung dari materi materinya, kedalaman lautnya, dan juga topografi pantai," kata dia.Sutopo mengatakan, berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ada empat wilayah yang tersapu Tsunami pasca gempa di Kabupaten Donggala. Keempatnya mendapat sinyal peringatan Tsunami dengan tingkat berbeda-beda.

"Kalau mengacu kepada BMKG, peringatan dini BMKG Tsunami melanda empat wilayah. Kota Palu, Donggala, Mamuju, dan sekitarnya. Ada empat daerah dengan status waspada maupun siaga," kata dia.

Namun untuk informasi lebih rinci mengenai daerah yang terdampak Tsunami, Sutopo belum bisa memberikan penjelasan. Karena, kata Sutopo, perlu dilihat melalui citra satelit dengan resolusi tinggi.

"Untuk melihat seberapa besar daerah terlanda Tsunami, berapa tinggi Tsunami dan berapa jauhnya landaan tsunami kita memerlukan citra satelit resolusi tinggi. Sehingga bisa kita petakan daerah daerah yang terdampak dan terlanda Tsunami," kata dia.

Lebih jauh Sutopo menyampaikan bahwa BNPB akan berkoordinasi dengan peneliti Tsunami dari berbagai instansi terkait untuk meriset dan mendata. Ini untuk mengetahui tingkat ancaman Tsunami dan gempa di wilayah Sulawesi. Hasil dari penelitian ini juga bisa menjadi rujukan pemerintah daerah dalam rangka pengelolaan tata ruang kota.

"Kemudian perlu menjadi pembelajaran ke depan, terkait dengan tata ruang di kota Palu dan Donggala yang perlu disesuaikan dengan tingkat ancaman gempa dan tsunami yang ada," kata Sutopo.Sebelumnya, gempa bumi terjadi di Kabupaten Donggala dan berdampak Tsunami di Kota Palu pada Jumat (28/9).

Hingga Sabtu (29/9) pukul 13.00 WIB, BNPB mencatat sebanyak 384 orang meninggal dunia. Seluruh jenazah tersebar di sejumlah rumah sakit. Rinciannya di 10 jenazah di RS. Wirabuana Palu, 50 jenazah RS. Masjid Raya, 161 jenazah di RS. Bhayangkara, 20 jenazah di RS Pantoloan Induk, 2 jenazah di RS Kayumalue Pajeko, 141 jenazah di RS. Undata Mamboro Palu.

Sedangkan warga yang mengalami luka berat sebanyak 540 orang. Mereka berada di sejumlah rumah sakit. Rinciannya 28 orang di RS. Woodward Palu, 114 orang di RS. Budi Agung Palu, 54 di RS. Samaritan Palu, 160 orang di RS Undata Mamboro Palu, 184 orang di RS Wirabuana.

Sementara itu, 29 orang masih dinyatakan hilang. Mereka merupakan warga Kelurahan Pantoloan Induk, Kota Palu.

Tsunami Sulteng: Korban di Palu 384 tewas kebanyakan oleh tsunami, Donggala belum bisa diakses

Jumlah korban tewas akibat Tsunami dan gempa di Palu, tercatat sudah mencapai 384 orang namun angka korban tidak termasuk Donggala yang masih belum bisa diakses dan komunikasi terputus.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo dijadwalkan untuk terbang ke kawasan terkena gempa, Minggu (30/9).
"Presiden akan meninjau penanganan darurat kemanusiaan, evakuasi para korban, serta menemui para korban bencana," kata juru bicara presiden, Johan Budi.Sementara itu, dalam jumpa pers terbaru di kantornya di Jakarta, Sabtu (29/9), juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyebut, penanganan darurat masih dipusatkan pada pencarian dan penyelamatan.
Ia membantah tudingan bahwa evakuasi dan penanganan bantuan kemanusiaan berlangsung lambat.Sutopo menyebut, selain 384 orang tewas, dan kemungkinan masih bertambah, sejauh ini 29 orang lain hilang dan 540 orang terluka.
"Para korban yang meninggal dunia itu sebagian karena tsunami: jasad mereka ditemukan di daerah pesisir," papar Sutopo pula -yang tetap bertugas kendati menderita kanker paru-paru stadium lanjut.
"Sebagian lagi yang meninggal itu karena gempa. Misalnya saat gempa itu tertimpa reruntuhan."
Tetapi, katanya, "Ini baru yang di Palu. Kerusakan di Donggala, masih belum terdata karena komunikasi terputus sama sekali dan daerah itu belum bisa dijangkau. dan listrik di sana mati total."
Belum jelas, bagaima upaya pemerintah untuk menjangkau Donggala.
Betapa pun, katanya, "kalau mengacu pada kekuatan gempa bumi, maka yang di Donggala kerusakannya bisa jauh lebih parah. Namun korban jiwa belum tentu, karena sebaran penduduknya berbeda," katanya pula.Sejauh ini, kerusakan di Palu pun tergolong parah: berbagai gedung hancur rata dengan tanah.
Itu karena kekuatan tsunami sangat dahsyat, kata Sutopo. "Di tengah laut kecepatannya hingga 400 km per jam, sehingga ketika menghantam daratan, gelombang air sangat tinggi dan kuat, dan daya rusaknya tinggi. Bisa menghancurkan infrastrukur," kata Sutopo pula.Kehancuran memang tampak di berbagai pelosok kota Palu: mayat bergelimpangan di mana-mana, bangunan-bangunan hancur, puing-puing bertebaran, situasi begitu sunyi dan mencekam.






"Pantai Talise (yang diterjang Tsunami kemarin) habis, semua habis di sana," kata Eddy Djunaedi wartawan Metro Palu, yang juga warga Kota Palu, lewat sambungan telepon.
"Warga mulai datang mengidentifikasi jenazah, diperkirakan ratusan tewas."
Eddy Djunaedi sendiri selamat karena rumahnya berada di ketinggian. Setelah semalaman bersiaga, mewaspadai gempa susulan setelah tsunami menerjang, Eddy akhirnya bergerak menuju Anjungan Pantai Talise, Sabtu (29/9), dan tiba di kawasan itu sekitar pukul 08:00.Warga kota Palu itu baru benar-benar menyadari dampak tsunami itu ketika berdiri di dekat pantai Talise, karena sepanjang malam ia boleh dikata terisolasi: listrik padam, sementara jaringan telekomunikasi tidak bisa diandalkan.
Edy mencemaskan banyaknya korban jiwa berdasar pengamatannya di lapangan.Sejauh ini, korban tewas dan luka disebar di setidaknya empat rumah sakit.
"Korban yang luka perawatannya dilakukan di luar, dilapangan terbuka, untuk berjaga-jaga dari kemungkinan gempa susulan, terlebih dinding rumahsakit retak di sana-sini," kata Jauhardin seorang dokter di RSUD Undata Mamboro, Palu.Sementara Kepala BNPB, Willem Rampangilei, mengatakan, tim mereka baru akan tiba di Palu sekitar pukul 14:00.
"Lalu kami akan melakukan assessment terhadap kerusakan dan korban," katanya kepada wartawan. dari situ baru akan diketahui jumlah korban dan kerusakan.
"Yang jelas, prioritasnya adalah penyelamatan dan pencarian korban. Karena kemungkinan banyak korban tertimpa bangunan akibat gempa, atau terdampak Tsunami," katanya.
Presentational grey line
Kesaksian Mohamad Fajar, warga Sengau, Kecamatan Tetanga, Palu:
"Gempanya lumayan dasyat. Rata-rata jalan ke Palu barat ini semua retak, bahkan ada yang turunnya sampai 80 cm, amblas ke bawah. Tadi posisinya saya sementara di atas motor, saya jatuh. Langsung jatuh. Posisi saya sementara mengendarai motor, tiba-tiba gempa, jatuh. Lumayan keras. Ya ada luka di siku sebelah kanan. Lecet saja.
Jembatan Empat, maskotnya Palu, itu patah tadi posisinya. Patah di tengah-tengahnya. Jadi akses dari selatan ke barat itu putus.
Terus di tempat saya juga ada rumah yang retak, ada tembok-tembok yang rubuh.
Orang-orang di sekitar saya, semua juga kan, posisi kan saya sementara di tengah kota. Jadi rata-rata di keliling gedung bertingkat, semua memang lari, lari keluar gedung, semua berhamburan ke tengah jalan.
Kalau gempanya sendiri tadi dia goyangnya sekitar hampir satu menit. Terus kalau efek setelah itu, sampai sekarang masih ada. Efeknya orang masih takut masuk ke dalam rumah. Semua orang ini posisi masih di luar rumah.
Presentational grey line
Rekaman video warga yang selamat berdera di media sosial, menunjukkan kehanjuran di kawasan Pantai Talise. Masjid terapung yang terkenal, mengalami kerusakan berat.
Pantai penuh dengan berbagai barang dan puing, dan di sana-sini, ditemukan jasad.
Sementara Jembatan Kuning yang ikonik, rubuh.Di beberapa tempat warga membaringkan jenazah yang ditemukan, dan mulai mengidentifikasi.Jaringan telekomunikasi sudah mulai membaik, namun masih sangat tidak stabil.
Sementara itu, bandar udara Mutiara SIS Al-Jufri masih ditutup, karena berbagai kerusakan yang dialami.
Jeritan dan tangisan terdengar dari warga yang kehilangan anggota keluarga.Presiden Joko Widodo mentakan, "memantau keadaan dari waktu ke waktu, memanjatkan doa bagi korban dan keluarga mereka," dan memerintahkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, untuk mengkoordinasikan penanganan darurat.
Ia mengatakan, akan berangkat juga ke lokasi Tsunami dalam waktu dekat.Menko Polhukam Wiranto sudah berangkat menuju lokasi tsunami bersama sejumlah menteri dan pejabat lain.
TNI dan berbagai lembaga darurat seperti PMI sudah pula mengirimkan fasilitas-fasilitas penyelamatan dan bantuan darurat ke lokasi. Namun bandara Palu yang belum pulih, dan jalan-jalan yang rusak di Sulawesi tengah, menghambat pengerahan fasilitas-fasilitas itu.
peta sulteng
peta patai sulteng

Thursday, 27 September 2018

Kisah Aldi Novel Adilang terapung 49 hari: 'Ini ketiga kalinya saya hanyut'



Aldi Novel Adilang tak pernah menyangka akan terapung di laut selama 49 hari dan mendapat sorotan internasional.
Saat ditemui di rumahnya, remaja berusia 18 tahun asal Desa Lansa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, ini menuturkan kisahnya.
Cerita Aldi bermula pada 14 Juli 2018. Saat itu, angin selatan sedang berhembus, mengakibatkan tali di rakitnya putus.
"Saat itu pukul 07.00 Wita. Waktu itu, tali rakit saya putus karena gesekan dengan rakit teman saya. Sayangnya, waktu itu dia masih tertidur, sehingga tidak tahu kalau saya sudah hanyut," ujar Aldi kepada wartawan.
Selama beberapa hari hanyut, Aldi menyantap bahan makanan yang tersedia. Namun, ransum itu hanya bisa memenuhi kebutuhannya hingga seminggu.
"Beras, air bersih, rempah-rempah, bumbu dapur, gas elpiji dan keperluan lainnya habis. Untuk bertahan hidup, saya memancing ikan dan memasaknya dengan cara dibakar, rebus bahkan dimakan mentah," katanya sambil tersenyum.Setelah kehabisan gas elpiji, remaja yang mengenyam pendidikan hingga kelas 3 SMP itu mengaku memasak ikan menggunakan kayu dari rakitnya. Di atas wajan, dia membuat api untuk membakar dan merebus ikan.
Kesulitan lainnya adalah ketiadaan air bersih yang sudah habis pada pekan pertama.
Hal ini dia siasati dengan memeras air laut dengan kaosnya. Menurut dia, dengan cara itu, rasa asin pada air bisa berkurang. Dia juga mengumpulkan air hujan untuk diminum.Sembari bertahan hidup, Aldi terus berusaha mencari pertolongan. Namun tak satupun kapal yang mendengarkan suaranya.
Aldi tak henti membaca Injil bahkan menyanyi lagu rohani. Dia juga terus berdoa agar bisa selamat dan kembali bertemu orang tuanya. Namun dia pernah berpikir untuk menenggelamkan dirinya karena putus asa.
Hingga akhirnya, pada 31 Agustus 2018, dia mencoba meminta pertolongan dari kapal yang bermuatan baru bara. Saat itu, kapal telah jalan hingga satu mil. Tapi, karena mendengar teriakannya, kapal tersebut berbalik arah dan melepaskan tali untuk menolongnya.
"Waktu itu saya teriak, 'Help, help'. Karena cuma itu yang saya tahu," ujarnya.
Saat ditolong, para anak buah kapal tersebut langsung memberikan dia kain karena pakaiannya telah basah. Mereka juga memberi Aldi air minum.
Setelah itu, Aldi diberikan kesempatan untuk makan, mandi, serta istirahat selama seminggu. Di kapal pun, komunikasinya dengan para ABK tak berjalan baik.
"Kalau saya mengerti, saya jawab. Kalau tidak, saya pakai google translate dari telepon genggam," ujarnya.Pada 6 September 2018, kapal tersebut tiba di Jepang. Namun dia belum bisa turun dari kapal sebelum mendapatkan izin, karena dia tak memiliki paspor.
Baru setelah perwakilan Kedutaan Besar Indonesia serta pemerintah Jepang datang menjemput, Aldi bisa turun dari kapal. Dia tak dibolehkan membawa hadiah pemberian dari para ABK.
Setelah paspor miliknya jadi, Aldi akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada 8 September 2018 dan tiba sehari kemudian.
"Di bandara, saya dijemput orang tua serta keluarga besar saya," kenang Aldi.Diakui Aldi, terapung di laut selama 49 hari merupakan pengalaman hanyut ketiga yang pernah dia alami.
"Ini kali ketiga saya hanyut. Waktu pertama hanyut selama seminggu, saya ditolong kapal pemilik rakit. Kedua selama dua hari, saya juga ditolong oleh kapal pemilik rakit," ujar Aldi.
Di rakit, tak ada fasilitas keselamatan dalam pelayaran seperti pelampung. Pun tak ada kompas yang digunakan untuk menentukan arah. Bahkan, sebelum naik rakit, dia tak diajarkan tentang keselamatan dalam pelayaran.
Dalam menjaga rakit, dirinya hanya mengandalkan beragam instruksi pamannya selama seminggu. Saat pertama kali naik rakit, diakuinya dia tidak bisa berenang. Selama bekerja di rakit, Aldi mengaku dikontrak selama setahun dan digaji Rp2.000.000 perbulan.
Pengalaman hanyut yang ketiga ini membuat dirinya memutuskan untuk tidak melaut lagi. Dia ingin mencari pekerjaan lain.


Yenny Wahid dukung pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin

Yenny Wahid, putri Presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, memutuskan untuk mendukung pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Bismillah, Presiden Jokowi akan kembali memimpin Indonesia," kata Yenny di Jakarta, Rabu (26/09), sebagaimana dilaporkan wartawan BBC News Indonesia, Abraham Utama.
Yenny menyebut sikapnya tersebut mewakili keluarga besar ayahnya, Gus Dur.
"Keluarga Gus Dur saya wakili. Ibu saya tidak ikut dalam pilpres karena ibu bangsa, tugasnya lebih dari itu. Sikap politik diamanatkan kepada saya untuk diartikulasikan," ujarnya.
Yenny menyebut sikap politiknya merepresentasikan sembilan organisasi, termasuk yang pernah dideklarasikan atau berhubungan dengan Gus Dur.
Organisasi itu antara lain, Barisan Kader Gus Dur, Forum Kiai Kampung Nusantara, Gerakan Kebangkitan Nusantara, dan Komunitas Santei Pojokan.Keputusan itu dia kemukakan pada Rabu (26/9) sore, beberapa jam setelah Ma'ruf Amin berkunjung ke kediamannya.
Saat menerima kunjungan tersebut, perempuan bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid itu mengaku punya hubunagn baik dengan Ma'ruf Amin.
"Dengan Kiai Ma'ruf Amin kami punya hubungan yang baik. Dari semua kandidat yang ada, yang paling kami kenal lama adalah beliau (Ma'ruf) dan keluarga besar NU," ujar Yenny kepada wartawan.
Diwawancarai BBC News Indonesia beberapa hari lalu, Yenny menyatakan masih akan mendengar misi dan visi kedua capres. Dia juga mengaku akan mendengarkan apa yang disebutnya sebagai 'suara langit'.
Dalam wawancara, Yenny menyebut dirinya sebagai bagian "NU kultur" dan bukan "NU struktur". Dia menjelaskan bahwa NU struktur diwakili organisasi Nahdlatul Ulama yang saat ini dipimpin Said Aqil Siradj.
"Kalau struktur NU, memang sebagian besar memang akan mendukung Kiai Ma'ruf, walaupun ada beberapa pengurus (NU) yang kemarin menemani Pak Prabowo ketika beliau berkunjung ke Jawa Timur," ungkapnya.
"Namun (NU) kultur yang jumlahnya jauh lebih besar dari struktur ini masih belum menentukan sikap, setahu saya," tegas Yenny.
Yenny dikaitkan dengan Gerindra karena suaminya, Dhohir Farisi, adalah kader partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut.
"Suami saya sekarang tidak aktif di partai. Hanya aktif di Ansor. Nah, dalam pengambilan keputusan, kita sudah ada kesepakatan dari awal, dia memberikan otonomi sebesar-besarnya bagi saya untuk mengambil keputusan politik saya sendiri. Dia sudah mengertilah ketika menikahi saya dan masuk dalam keluarga Gus Dur. Dia sudah mengerti konsekuensinya.
"Nah, justru saya berterima kasih pada suami saya karena memberikan ruangan seperti itu. Dari dulu saya tidak pernah dilibatkan dalam acara-acara Gerindra, jadi ya sendiri-sendirilah."

Penerobos Rombongan Mobil Presiden Terancam Satu Bulan Bui

Pengemudi mobil yang menerobos rombongan Presiden Joko Widodo berinisial A terancam penjara paling lama sebulan atau denda Rp250 ribu. Peristiwa penerobosan itu terjadi jalur Tol Jagorawi pada Senin (24/9) sekitar pukul 08.40 WIB.

"Sesuai yang diatur Pasal 282 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Darat," ujar Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto di Jakarta Kamis (27/9), seperti dilansir Antara.

Budiyanto mengatakan bahwa rombongan Presiden yang masuk dalam pengguna jalan harus mendapatkan prioritas utama sesuai aturan Pasal 134 dan Pasal 135 UU Nomor 22 Tahun 2009Berdasarkan itu, Budiyanto menuturkan petugas dapat memerintahkan, mengalihkan, dan sebagainya. Bagi pengguna yang tidak mematuhi perintah maka petugas berwenang mengambil bukti pelanggaran (tilang) sesuai Pasal 282 UU Nomor 22/2009. 

Sebelumnya, seorang pengemudi berinisial A menerobos Jalan Tol Cimanggis Jakarta Timur pada Senin (24/9). Alasan A menerobos rombongan Jokowi karena ingin cepat tiba di kantor tempatnya bekerja.

Akibat aksinya itu seorang anggota polisi lalu lintas terluka. Hasil tes urine menunjukkan A mengonsumsi obat resep dokter untuk penenang yakni positif mengandung "benzodiazepine".

Kepala Kesatuan Kecelakaan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Agus Suparyanto mengatakan obat penenang yang dikonsumsi oleh A masuk kategori obat daftar G dan tidak termasuk dalam kategori narkotik."Dia hanya memakai semacam obat kecantikan, obat pemutih kulit. Masuknya daftar G," ujarnya saat dikonfirmasi.

Sementara itu Komandan Paspampres Mayor Jenderal (Mar) Suhartono menegaskan anggotanya selalu mengutamakan prosedur tetap (Protap) ketika mengawal Presiden, termasuk saat ada upaya penerobosan. 

"Paspampres selalu berpedoman kepada Protap dan senantiasa meningkatkan sistem pengamanan," kata Suhartono kepada CNNIndonesia.com.

Ia tak berkomentar banyak mengenai insiden penerobosan rangkaian. Suhartono menegaskan Paspampres tetap waspada dalam mengawal Presiden.

"Kami Paspampres senantiasa meningkatkan kewaspadaan dalam kondisi apa pun," tuturnya.

Para Pemuka Agama Tolak Rumah Ibadah Dipolitisasi

Memasuki masa kampanye pemilihan umum dan presiden 2019, suasana politik semakin memanas. Sejumlah pemuka agama berharap persaingan politik jangan membuat rumah ibadah dipolitisasi guna menuai dukungan.

Tokoh religius berikrar supaya rumah ibadah bebas dari nuansa politis adalah Din Syamsuddin sebagai perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Romo Endro yang mewakili Konferensi Wali Gereja Indonesia, Ketua umum Persatuan Gereja Indonesia Henriette T. Hutabarat Lebang.

Kemudian Nyoman Udayana mewakili Parisada Hindu Dharma Indonesia, Philip Widjaja mewakili Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Uung Sendana dari Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN) dan Bhikkhu Cittajayo dari Sangha.


"PGI dalam surat pastoral mengimbau semua gereja untuk tidak menjadikan rumah ibadah atau mimbar jadi ajang kampanye," kata Henriette dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (27/9).Henriette mengungkapkan setiap jemaat memiliki pandangan politik yang berbeda. Sehingga, mengizinkan kampanye di rumah ibadah bakal bikin gaduh.

"Sebab pilihan politik jemaat beda. Kalau mimbar dijadikan bisa jadi perpecahan," kata dia.

Philip Widjaja sebagai perwakilan Permabudhi juga menyatakan Vihara bukanlah sarana kampanye. Mereka khawatir pembiaran kampanye politik di mimbar bisa menggiring opini.

"Saya kira selama ini Buddha jarang sekali ada kejadian mimbar jadi ajang politik. Kami serahkan kebebasan ini terhadap individu tidak ada pemasangan dan penggiringan opini," kata dia.

Sedangkan Din menilai politik dan agama adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam ajaran Islam. Namun, menurutnya penggabungan antara agama dan politik hendaknya harus memerhatikan nilai-nilai dan etika moral yang ada.

"Kaitan agama dan politik itu tidak terelakkan tapi memiliki etika dan moral Berbicara tentang moralitas dari sudat pandangan agama, tempat ibadat tidak seharusnya jadi kampanye politik apalagi untuk mendukung seseorang," kata dia.

Mereka juga berharap pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) bisa beradab. Mereka berpesan agar para penyelenggara pemilu tahun depan bisa mewujudkan pemilu yang berkualitas.

"Memesan kepada penyelenggara negara, KPU/Bawaslu agar melaksanakan tugas secara benar, jujur, adil, profesional, imparsial dan penuh tanggungjawab," kata Uung Sendana.

Mereka juga meminta pemerintah tidak memihak kelompok tertentu dan melindungi masyarakat dari konflik."Memesan kepada semua pihak untuk dapat menahan diri dalam perkataan dan perbuatan yang dapat mendorong pertentangan yang menyinggung seperti keyakinan, ras, agama, antargolongan dan suku," ujarnya.

Denny Siregar Dilaporkan ke Polisi soal Video Pengeroyokan

Aliansi Santri Indonesia melaporkan Denny Siregar, pegiat media sosial atas kasus penistaan agama ke Bareskrim Mabes Polri karena mengunggah video pengeroyokan suporter di Bandung.

Laporan itu diterima oleh kepolisian dengan nomor surat tanda terima laporan STTL/976/IX/2018/BARESKRIM.

"Sudah kami laporkan saudara Denny Siregar atas tindak pidana hate speech," kata Pengacara Aliansi Santri Indonesia, Muhammad Fayyadh di Bareskrim Jakarta, Kamis (27/9).Denny Siregar dianggap menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Adapun video yang disebarkan Denny di Twitter adalah video kerusuhan suporter Persija dan Persib dengan suara Lailahaillallah saat pertandingan Liga 1 beberapa waktu lalu.


"Ia mengirim dan menyebar berita hoaks. Dia enggak tahu itu benar tapi melalui Twitter ia menyebar video pelaku yang membunuh supporter The Jak," kata dia.

Fayyadh mengungkapkan penyidik mengenakan dua pasal kepada Denny. Dua pasal itu ialah Undang Undang nomor 28 ayat 2 tentang ITE dan Pasal 156a KUHP tentang Penistaan agama."Artinya penyidik yakin dua pasal ini bisa menjerat Denny. Tinggal kita minta polisi serius menuntaskan kasus ini," ungkap dia.

Ia juga mengaku mendapat informasi dari seorang perwira menengah Polda Jabar bahwa Denny adalah pihak yang mengedit video tersebut.

"Ada seorang pamen di Polda Jabar yang menyatakan bahwa yang mengedit itu Denny Siregar. Diduga kuat yang mengedit kalimat Lailahaillallah di acara kerusuhan itu Denny Siregar. Yang menyampaikan ini bukan masyarakat tapi Pamen di Polda Jabar," ungkap dia.Bukti yang dibawa oleh para Aliansi Santri Indonesia ialah tiga buah cetakan cuitan Denny Siregar di akun Twitter-n

"Dia melakukan nista agama dan sangat menyulut bara api. Kami ingin ini diusut tuntas. Karena cuitan ini mengandung fitnah dan kami datang murni atas pembelaan agama," ujar Perwakilan Aliansi Santri Indonesia, Maulidan Akbar. 

Pada cuitannya yang disebar melalui akun @Dennysiregar7, Denny menghubungkan ajaran Islam dengan ISIS.

"Para suporter itu menghabisi seseorang sambil berzikir "Tiada Tuhan selain Allah.." Entah apa yang ada di dalam mereka semua . Apa karena keseringan melihat ISIS menggorok manusia?" cuit Denny. Namun, unggahan itu kini sudah dihapus Denny. 

Anggota Jakmania Diminta Tidak Lakukan Ucapan Kebencian

Pengurus Pusat (PP) Jakmania mengeluarkan imbauan untuk tidak menyebarkan ujaran kebencian menyusul kasus meninggalnya Haringga Sirla jelang pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9).

Dalam surat resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (27/9), tertulis tiga poin imbauan PP Jakmania kepada seluruh anggotanya. Poin pertama meminta Jakmania untuk melakukan kegiatan yang ada faedahnya untuk perdamaian, khususnya di sepak bola dan perdamaian untuk seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya.Poin kedua PP Jakmania meminta anggotanya untuk tidak menyebarkan atau membuat ujaran kebencian (hate speech), berita palsu (hoax), atau bentuk provokasi lain yang kontra produktif dengan upaya mengakhiri kekerasan dan kengerian di sepak bola Indonesia.

Terakhir, seluruh anggota Jakmania diminta mendorong pemerintah lebih aktif di dunia siber dalam membendung suasana keruh di media sosial.Menanggapi hal itu, Sekretaris PP Jakmania Diky Soemarmo mengatakan imbauan itu dibuat bukan karena adanya indikasi gerakan-gerakan untuk balas dendam atas kemarian Haringga.

"Itu hanya untuk menenangkan anggota dan sikap Persija serta The Jakmania," kata Diky ketika dihubungi. Diky juga meminta ketegasan dari pihak kepolisian untuk menjaga provokasi di sosial media. PP Jakmania juga disebut Diky terus menjalin komunikasi yang baik dengan pihak kepolisian. Diky yakin Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) sudah menjalankan tugasnya untuk mengawasi pergerakan-pergerakan di dunia maya."Artinya segala bentuk keresahan kami pun sudah kami sampaikan. Dan, saya rasa Kominfo tanpa diminta pun seharusnya sudah menjalankan kewajibannya untuk menjaga itu (pergerakan ujaran kebencian dan provokasi di dunia maya)," ujar Diky.