Cuaca buruk yang terjadi di sebagian besar wilayah Sulawesi Utara pada Jumad 22 Januari yang lalu menyisahkan duka bagi khususnya warga kota Manado. Pasalnya musibah banjir dan tanah longsor terjadi di sebagian besar lokasi pemukiman, baik yang berada di daerah tebing dan lembah maupun yang tinggal di bantaran sungai. Salah satu lokasi yang terdampak amat parah adalah sebuah lingkungan di Kelurahan Sario Titiwungen. Di mana berdasarkan pantauan ada beberapa rumah rusak berat beserta barang-barang yang berserakkan tertimbun lumpur di mana-mana. Persis seperti Tsunami rasanya melihat dampak seperti itu.
Bertolak dari rasa prihatin oleh penderitaan sesama, pada Jumad 29 Januari wadah guru-guru honorer Kabupaten Minahasa yaitu GTKHNK 35+ Minahasa yang diketuai oleh Gryce Sondakh, S.Pd menyalurkan bantuan berupa sembako, perlengkapan wanita dan bayi, serta pakaian layak pakai langsung kepada warga di lokasi yang terdampak. Menurut guru yang saat ini bertugas di SD Inpres Makalonsouw tersebut, bantuan ini adalah bagian dari sikap kepedulian guru-guru honor di Minahasa yang walaupun dalam segala keterbatasan finansial tetap memiliki jiwa sosial dan empati untuk sepenanggungan dengan sesama. Tampak sekali uluran bantuan ini sangat dinanti-nantikan oleh warga apalagi menurut pengakuan mereka bantuan yang masuk baru dari kelompok-kelompok atau wadah masyarakat.
Adapun GTKHNK 35+ adalah sebuah wadah resmi yang mengakomodir guru-guru honorer berusia 35 tahun ke atas yang non kategori untuk meraih cita-cita mendapatkan perhatian dari Pemerintah demi menjadi PNS lewat Keppres. Ketua Gryce Sondakh, S.Pd yang adalah juga seorang Operator di sekolahnya mengatakan bahwa wadah ini telah ada di seluruh Indonesia dengan agenda, visi, misi, dan perjuangan yang jelas dan terarah. Sampai saat ini untuk kami di wilayah Kabupaten Minahasa telah mendapatkan dukungan resmi dari Bupati Minahasa, Kepala Dinas Pendidikan, dan DPRD Minahasa sebagai upaya meraih cita-cita Keppres PNS tersebut ataupun setidaknya mendapatkan perhatian yang lebih baik dari Pemerintah Pusat untuk kesejahteraan guru-guru honorer..
Dalam kesempatan itu juga guru yang berpenampilan smart ini meminta bantuan doa dan dukungan dari insan-insan pendidikan di Sulawesi Utara bagi guru-guru honorer yang ada, sebab mereka adalah pahlawan pendidikan yang telah teruji oleh waktu dalam segala keterbatasan gaji yang minim namun tetap berdedikasi dan terpanggil mencerdaskan anak bangsa. (BM)

