BAHTERA LENTERA MINAHASA
MEDIA BERITA LOKAL, NASIONAL, DAN INTERNASIONAL BESERTA INFO RINGAN LAINNYA.
Adsense
TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN
Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.
Friday, 16 December 2022
PRANATAL POKJALUH KEMENAG MINAHASA, GARDA TERDEPAN KEMENAG SEBAGAI PENERANG UMAT
Jumad 16 Desember 2022 Pokjaluh Kemenag Minahasa menggelar Ibadah Pranatal kelahiran Yesus Kristus di Aula Kemenag Minahasa. Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Gracely Sumendap, M.Th selaku Kepala Seksi Urusan Agama Kristen tersebut berjalan penuh hikmat. Lewat kotbahnya, Pdt. Gracely, demikian sapaan akrabnya menyampaikan pesan agar para Penyuluh mengambil teladan dari Yohanes Pembaptis yang adalah salah satu pembawa kabar Natal yang tidak menonjolkan dirinya melainkan menonjolkan Kabar dan sang Terang yang dia sampaikan yaitu Kemuliaan Yesus Kristus. Maka sama halnya dengan Penyuluh di mana Natal ini selayaknya Tuhan Yesuslah yang harus dijadikan sentral pusat perhatian umat lewat Penyuluh.
Pada kesempatan itu juga turut member sambutan dan pesan-pesan natal yaitu Kepala Bidang urusan Agama Kristen Kemenag Sulut yaitu Pdt. Simon Rawis, S.Th, M.Pd.K yang menyampaikan bahwa kinerja para Penyuluh harus semakin ditingkatkan baik kerajinan maupun semangat pelayanannya sebagai corong Pemerintah pada umat beragama. Selain itu wacana akan adanya ketambahan kuota Penyuluh Non PNS serta rekruitmen Penyuluh PPPK di lingkungan Kemenag turut menjadi bahan sambutan beliau. Dengan demikian para Penyuluh diminta untuk semakian aktif dan giat dalam melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya.
Selaku Kepala Kantor Kemenag Minahasa, Pdt. Dolly Tangian, S.Th, M.Pd.K berpesan kepada para Penyuluh Agama di Minahasa untuk menjaga sikap yang patut sebagai teladan di lingkungan masyarakat sebab tampilan Kemenag di masyarakat dan umat ada pada Penyuluh Agama yang bersentuhan secara langsung dnegan masyarakat. Apalagi dalam menghadapi tahun-tahun politik ke depan maka sikap dan penyampaian Penyuluh Agama dalam setiap tugas dan pelayanannya harus semakin dijaga, netralitas serta tidak menyinggung kelompok tertentu. (BM)
Monday, 5 December 2022
Gunung Semeru meletus: Erupsi terjadi puluhan kali, status dinaikkan menjadi awas, hampir 2.000 warga mengungsi
Gunung Semeru mengalami letusan atau erupsi puluhan kali sejak statusnya ditingkatkan dari 'Siaga' menjadi 'Awas' atau dari Level III menjadi Level IV oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Minggu (04/12).
Pada Senin (05/12), petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, Mukdas Sofian, menyebut terjadi hampir 30 kali letusan atau erupsi pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB.
Gunung Semeru juga mengalami satu kali awan panas guguran dengan amplitudo 25 mm dan lama gempa 386 detik.
"Hasil pengamatan kegempaan hari ini selama enam jam, Gunung Semeru juga mengalami 29 kali letusan atau erupsi dengan amplitudo 11-22 mm dan lama gempa 65-120 detik," tuturnya dalam keterangan tertulis sebagaimana dikutip kantor berita Antara.
Aktivitas Semeru juga terekam enam kali gempa guguran dengan amplitudo 1-8 mm dan lama gempa 50-140 detik, satu kali gempa vulkanik dalam, dan satu kali gempa tektonik jauh."Pengamatan visual, Gunung Semeru terlihat jelas, teramati asap kawah putih dengan intensitas tipis hingga sedang yang tingginya mencapai 500 meter dari puncak, kemudian angin lemah ke arah barat daya," katanya.
Hampir 2.000 warga mengungsi menyusul meletusnya Gunung Semeru di Jawa Timur, hari Minggu (04/12/2022), yang mengeluarkan awan panas dan lava ke kawasan-kawasan di sekitarnya.
Letusan ini mendorong pihak berwenang menaikkan status menjadi "awas".
"Dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Semeru dari 'Siaga' menjadi 'Awas' atau dari Level III menjadi Level IV, terhitung per pukul 12.00 WIB hari ini," kata juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, dalam keterangan kepada para wartawan.Ia menjelaskan ada luncuran awan panas guguran (APG) yang berasal dari tumpukan material di ujung lidah lava, yang berada sekitar 800 meter dari puncak (Kawah Jonggring Seloko).
Awan panas berlangsung hingga pukul 06.00 WIB dengan jarak luncur mencapai tujuh kilometer dari puncak ke arah Besuk Kobokan.Kemudian, terjadi aktivitas kegempaan pada tanggal 4 Desember 2022 pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, dengan rincian delapan kali gempa letusan dan satu gempa APG yang berlangsung hingga pukul 06.00 WIB.
"Hal ini menunjukkan aktivitas erupsi dan awan panas guguran di Gunung api Semeru masih sangat tinggi. Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi mengingat curah hujan yang cukup tinggi," kata Muhari.
Dari hasil pemantauan di lapangan oleh tim PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, luncuran APG sudah mencapai 19 kilometer bahkan telah melewati Jembatan Gladak Perak.
"Sudah sampai Gladak Perak," jelas Joko Sambang, Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Lumajang.Abu vulkanik Semeru juga dilaporkan membumbung tinggi berwarna abu dan hitam pekat. Jarak pandang sangat terbatas karena abu sudah mulai turun ditambah turun hujan di sekitar lokasi.
PVMBG meminta masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.
Di luar jarak tersebut, masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Di samping itu, masyarakat diharapkan agar mewaspadai guguran awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.Tepat setahun lalu, Gunung Semeru juga meletus menewaskan leih 50 orang sementara ribuan rumah rusak.
Tuesday, 29 November 2022
TINGKATKAN PELAYANAN DAN KINERJA, BAMAG MINAHASA GELAR SEMINAR
BAMAG Kab. Minahasa menyelenggarakan kegiatan berupa seminar dengan tema : Menjadi Pemimpin Gereja yang cerdas, elok, dan berkarakter di era digital. Seminar yang di adakan pada Rabu 30 November 2022 tersebut turut juga menggandeng Pokjaluh Kemenag Minahasa. Mewakili pelaksana, Pdt. Hence Mondoringin, S.Th (Sekertaris BAMAG) dan Pdt. Fonny Roring S.Th (Ketua BAMAG) lewat sambutannya menyebutkan bahwa seminar ini bertujuan agar para pemimpin Gereja dalam hal ini yang tergabung dalam BAMAG dan Pokjaluh Minahasa dapat semakin dipersiapkan untuk menjadi Pemimpin Gereja yang bijak di era transformasi digital.
Bertindak sebagai Narasumber dan pemateri adalah Pdt. Simon Rawis, S.Th, M.Pd.K selaku Kabid. Urusan Agama Kristen Kanwil Kemenag Sulut), Kaban Kesbangpol Minahasa Ir. Yanni Moniung, dan Kepala Kanwil Kemenag Minahasa yaitu Pdt. Dollie Tangian, S.Th, M.Pd.K. Masing-masing Narasumber menyampaikan materi dengan sangat jelas dan padat seputar kiat-kiat, kriteria dan sikap apa saja yang harus dimiliki oleh seorang Pemimpin Gereja masa kini dalam hal ini sebagai Pelayan/Gembala Jemaat maupun sebagai Penyuluh Agama. Hal-hal terkait beberapa polemik Gereja juga turut dibahas dan dicarikan titik terang pemecahannya.
Pdt. Simon Rawis, S.Th. M.Pd.K menyampaikan bahwa untuk memantapkan moderasi beragama di era digital ini pada para Pemimpin Gereja maka insan BAMAG dan Pokjaluh harus memiliki integritas sebagai Pelayan Tuhan. Hal ini terkait beberapa misi Kemenag yaitu meningkatkan kesalehan umat, memeperkuat moderasi beragama, dan meningkatkan layanan yang mudah dan adil. Beliau berpesan juga bahwa seorang Gembala Jemaat atau Pemimpin gereja harus menjauhi sikap otoriter melainkan harus rendah hati dan merangkul serta mengayomi jemaatnya demi tercipta selalu suasana kondusif dan persaudaraan dalam berjemaat.
Kaban Kesbangpol Minahasa dalam kesempatan itu selain menjelaskan tentang arti moderasi beragama juga menyampaikan kewaspadaan akan timbulnya gerakan dan paham-paham radikal di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk yang ingin merubah ideologi negara yaitu Pancasila dengan ideology mereka. Hal ini patut menjadi perhatian semua insan BAMAG dan Pokjaluh untuk meningkatkan pelayanannya di tengah masyarakat dalam memberantas paham-paham dan sikap intoleran.
Sesi terakhir diisi oleh Narasumber Kepala Kantor Wilayah Kemenag Minahasa di mana pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan pentingnya hubungan yang harmonis dalam internal Gereja sebelum Gereja tersebut masuk dalam hubungan yang lebih besar yaitu keluar, membangun hubungan harmonis dengan masyarakat ataupun antar Gereja. Pdt Dollie Tangian, demikian sapaan akrab beliau juga mengingatkan para peserta seminar bahwa ada 37 denominasi Gereja di Minahasa dan 86 denominasi di Sulawesi Utara. Ini bisa menjadi kekayaan Gereja tetapi juga harus dikelola dengan baik dalam menjalin hubungan yang harmonis antar Gereja dan antar jemaat.
(BM)
PEMBERIAN DANA CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) DARI BANK BRI KEPADA PD PASAR KOTA TOMOHON
Walikota Tomohon Caroll J.A Senduk, SH menghadiri Kegiatan Pemberian Dana CSR (Corporate Social Responsibility) dari Bank BRI kepada PD Pasar Kota Tomohon. Bertempat di Kantor PD Pasar Kota Tomohon. Selasa, 29/11/22. Maksud dan Tujuan dari Program BRI Peduli lewat CSR (Corporate Social Resposibility) adalah dengan mengsupport pengembangan kota Tomohon khususnya ekonomi atau UMKM yang ada di Kota Tomohon lewat PD pasar kota Tomohon. Walikota dalam sambutannya mengatakan, Bantuan CSR Bank BRI dalam Program BRI Peduli ini bersama PD pasar kota Tomohon, tentunya sangat membantu para pengusaha kecil agar lebih baik dan ditempatkan dimana disekitaran pasar untuk berdagang menambah keramaian pasar dan juga para pedagang dapat bertambah penghasilannya. Diketahui bersama, dalam menghadapi resisi di waktu mendatang hal – hal Pemerintah dan juga Program CSR dari BRI Peduli ini akan sangat bermanfaat bagi PD Pasar serta UMKM yang akan ditempatkan di pasar ini. Harapan besar nantinya semoga dengan adanya program ini, dapat meningkatkan ekonomi Kota Tomohon. Dalam kesempatan tersebut Bank BRI menyerahkan Bantuan CSR senilai 200 Juta Rupiah kepada Walikota dan langsung di teruskan ke PD Pasar Kota Tomohon . Tampak Hadir, Pimpinan Cabang BRI Wilayah Tondano Muhammad Munawir Nadjib bersama jajaran, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tomohon Yanes Posumah, Kepala Banwas PD Pasar kota Tomohon Noldy Senduk SE, Beserta Jajaran Pemerintah Kota Tomohon.
GUBERNUR OLLY HADIRI IBADAH SYUKUR SOFT OPENING GEDUNG REKTORAT UKIT
Manado – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey Menghadiri Ibadah Syukur Soft Opening Gedung Rektorat UKIT GMIM Dominee Albertus Zakaria Runturambi Wenas dan dirangkaikan dengan Ibadah Pembukaan Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) ke-35 Senin (28-11-2022).Dalam sambutannya, Gubernur Olly Dondokambey berpesan agar Gedung Rektorat ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di UKIT.
“Yayasan, Rektorat UKIT, maupun Civitas Akademika UKIT diharapkan menjaga dan merawat gedung ini supaya dapat bertahan lama dan mampu dimanfaatkan anak cucu kita,” ujar Gubernur Olly.
Dalam kesempatan, Gubernur Olly Dondokambey atas nama pemerintah provinsi Sulut mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah berjalan baik antara gereja dan pemerintah.
Gubernur menyampaikan program “Mari Jo Ba Kobong” GMIM menanam, mendapat apresiasi dari Menteri dalam Negeri karena berperan dalam menjaga inflasi di Sulut.
“Kita patut bersyukur karena program “Mari Jo Ba Kobong” GMIM menanam dan tadi pak Mendagri memberikan apresiasi yang baik bagi kita, dan ini tentunya salah satu kegiatan pemerintah dan GMIM bisa berjalan dengan baik,” sambungnya.
Gubernur mengatakan semoga program ini dapat terus berjalan dengan baik sehingga diharapkan di tahun 2023 Sulut dapat terhindar dari krisis-krisis ekonomi.
“Semoga semua ini bisa berjalan dengan baik, kerja sama pemerintah dan gereja. Dan saya sangat mengharapkan hal-hal, kegiatan-kegiatan ini bisa berlangsung terus,” tukasnya.
Turut hadir dalam kegiatan, Wakil Gubernur Steven Kandouw, sejumlah Kepala Daerah, Ketua BPMS Pdt. Hein Arina dan jajarannya, Rektor UKIT, pengurus Yayasan, ketua-ketua BIPRA se-Sinode GMIM, dan peserta Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) ke-35 Tahun 2022. (Dkips)
SOFT OPENING GEDUNG REKTORAT UKIT
Walikota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk, S.H. dan Sekretaris Daerah Kota Tomohon Edwin Roring, S.E., M.E. menghadiri Ibadah Pembukaan Sidang Majelis Sinode Tahunan Ke- 35 dan Soft Opening Gedung Rektorat UKIT. Dilaksanakan di Lapangan Gedung Rektorat UKIT Tomohon, Senin 28 November 2022 Ibadah dipimpin oleh Khadim Ketua BMPS GMIM Pdt. Hein Arina, Th.D. Sambutan Gubernur Sulawesi Utara Selamat atas Soft Opening Gedung Rektorat UKIT dan Selamat juga atas Pembukaan Sidang Majelis Sinode Tahun Ke- 35. Melalui sidang ini segenap komponen GMIM diharapkan dapat turut memikirkan serta berani melakukan perubahan, pembaharuan dan menciptakan terobosan-terobosan baru sehingga eksistensi GMIM sebagai lembaga gereja akan semakin nyata terasa. Walikota Tomohon Selamat atas Soft Opening Gedung Rektorat UKIT dan Selamat juga atas Pembukaan Sidang Majelis Sinode Tahun Ke- 35. Kiranya momentum ini akan mempererat sinergitas kita dan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mengevaluasi program kerja GMIM. Hadir juga Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Kandouw, Jajaran BPMS GMIM, Para Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Wilayah Sinode GMIM serta seluruh Pendeta Ketua BMPS Se- Sinode GMIM.
Friday, 1 July 2022
Legalisasi ganja: Rakyat Thailand diizinkan tanam mariyuana di rumah, tapi tidak diisap untuk ‘giting’, pemerintah bagikan satu juta bibit
Pemerintah Thailand memberikan satu juta bibit ganja kepada warganya untuk mendorong peningkatan hasil produksi. Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap sektor pertanian dan pariwisata akan berkembang pesat.
Mulai Kamis, 9 Juni, rakyat Thailand bakal diizinkan menanam ganja dan ganja industri alias hemp di rumah untuk keperluan medis dan kuliner. Pada hari itu, pemerintah Thailand bakal mengeluarkan ganja dari daftar narkotika Kategori 5.
Kebijakan ini menjadikan Thailand sebagai negara pertama yang secara progresif melonggarkan aturan ganja di Asia Tenggara, wilayah yang dikenal dengan undang-undang narkoba yang ketat.
"Ini adalah kesempatan bagi masyarakat dan negara untuk mendapatkan penghasilan dari ganja dan hemp," kata Anutin Charnvirakul, Wakil Perdana Menteri Thailand dan menjabat Menteri Kesehatan, di akun media sosialnya bulan lalu.Dalam akun Facebook-nya, Charnvirakul membagikan foto hidangan ayam yang dimasak dengan ganja.
Ia menambahkan keterangan dalam unggahan itu bahwa siapa pun dapat menjual hidangan tersebut jika mengikuti aturan - yang utama adalah produk harus mengandung kurang dari 0,2% tetrahydrocannabinol (THC), senyawa yang memberi pengguna perasaan "mabuk".Nantinya, setiap rumah tangga dapat menanam hingga enam pohon ganja, dan begitu juga dengan perusahaan usai mendapatkan izin.
Untuk menanam ganja, warga Thailand dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi bernama Pluk Kan, yang dikembangkan dan dioperasikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand.
Selain itu, para turis dan masyarakat di Thailand juga dapat memesan hidangan dan minuman yang mengandung ganja di restoran.
Meski terjadi pelonggaran, bukan berarti tiada rambu sama sekali.
Berikut sejumlah hal yang perlu Anda ketahui:
Ekstrak ganja masih masuk daftar narkotikaEkstrak ganja dengan kadar Tetrahydrocannabinol (THC) melampaui 0,2% masih masuk daftar narkotika Kategori 5 Thailand.
THC merupakan zat psikoaktif yang terkandung dalam tanaman ganja. Zat ini terdapat pada daun dan ranting dengan kadar tertinggi pada pucuk tanaman betina yang sedang berbunga.
Situs Livescience.com menyebut ganja mengandung THC hingga 15%. Sedangkan ganja industri alias hemp memiliki kandungan THC bawah 0,5%.
Mulai 9 Juni, baik pihak penjual maupun pembeli ekstrak ganja dengan kadar THC di atas 0,2% harus memiliki lisensi penjualan narkotika dari pemerintah Thailand.
Di samping itu, siapapun yang menjual tanaman ganja untuk tujuan komersial harus mengantongi izin dari pemerintah Thailand.Walaupun demikian, rancangan undang-undang yang lebih luas tentang pengendalian ganja saat ini sedang dipertimbangkan di parlemen Thailand. Para pendukung percaya bahwa tahun-tahun mendatang akan terjadi pelonggaran bertahap aturan penggunaan.
Thailand, dengan iklim tropis sepanjang tahun, telah lama memiliki sejarah dengan ganja yang banyak digunakan penduduk setempat untuk pengobatan tradisional.
Ganja bisa digunakan untuk kuliner
Divisi Pengendalian Mariyuana dari Badan Pengendali Obat dan Makanan Thailand menyatakan penggunaan ganja dan hemp untuk makanan dan minuman bakal diperbolehkan.
Adapun bagian yang diizinkan untuk dipakai pada produk makanan, menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat, mencakup biji hemp, kulit batang, ranting, serat, akar, dan daun.
Pihak pengusaha bisa mendaftarkan resep makanan dengan kadar THC yang sesuai untuk mendapat label perizinan.Dapat digunakan untuk produk lain?
Tanaman ganja industri alias hemp—yang masih masuk keluarga Cannabis sativa l—sejatinya dapat digunakan untuk beragam produk.
Secara morfologi, hemp berukuran lebih tinggi dari ganja karena dapat mencapai lima meter. Batangnya lebih tebal dengan cabang dan bunga lebih sedikit.
Minyak biji hemp dapat diolah dengan etanol melalui proses transesterifikasi menghasilkan biodiesel sebagai pengganti solar.
Dalam proses transesterifikasi tersebut, hemp dapat menghasilkan gliserin sebagai bahan baku sabun serta bahan kosmetik dan perawatan kulit.
Sittichai Daengprasert adalah direktur eksekutif perusahaan farmaseutikal JSP di Thailand, distributor suplemen nutrisi dan obat-obatan.
Kepada Bangkok Post, Sittichai mengatakan langkah dekriminalisasi ganja bakal mendorong pengembangan ganja di bidang farmasi, kosmetik dan makanan.Ganja boleh diisap sebagai rokok di Thailand?
Penggunaan ganja untuk kepentingan rekreasional, semisal diisap sebagai rokok untuk 'giting' atau keadaan nyaman tapi semu bagi pemakai, belum diizinkan pemerintah Thailand.
Pada 1 Juni, sebagaimana dilaporkan BBC Thai, Dr. Suwanchai Wattanayingcharoenchai selaku Direktur Jenderal Departemen Kesehatan dari Kementerian Kesehatan Masyarakat, telah menyetujui draf panduan pengendalian bau asap mariyuana.
Draf itu menyebutkan jika seseorang merokok ganja yang asapnya mengganggu warga, warga bisa mengadukan ke aparat.
Apabila aduan itu terbukti, orang tersebut terancam dipenjara selama kurang dari tiga bulan, atau denda kurang dari 25.000 baht (Rp10,5 juta), atau gabungan kedua hukuman.Bagaimana dengan napi yang ditahan terkait ganja?
Aturan yang menghukum rakyat Thailand karena memproduksi, mengimpor, mengekspor, memiliki, menjual, atau mengonsumsi ganja praktis tidak berlaku pada 9 Juni.
Konsekuensinya, lebih dari 4.000 narapidana yang dihukum menggunakan aturan tersebut akan dibebaskan, menurut Departemen Pemasyarakatan Thailand.
Thawatchai Chaiwat, deputi direktur jenderal Departemen Pemasyarakatan Thailand, mengatakan pembebasan itu adalah hasil dari regulasi Kementerian Kesehatan Masyarakat yang bakal berlaku pada 9 Juni.
Jadi, ganja legal atau tidak? Ketika ekonomi pariwisata Thailand pulih dari tidur panjangnya akibat Covid-19, banyak pengunjung bertanya-tanya, apakah aturan ini berarti setiap orang dapat mengonsumsi ganja di mana pun dan kapan pun mereka mau?
Jawaban dari pemerintah adalah tidak. Anda tidak boleh merokok ganja di tempat umum, dan menjadi tindakan ilegal jika menjual atau memasok produk apa pun yang mengandung lebih dari 0,2% senyawa halusinogen utama THC.
Tujuan resmi aturan ini adalah agar Thailand dapat melangkah lebih unggul dari tetangganya dalam memenangkan sebagian besar pasar "menggiurkan" perawatan kesehatan yang menggunakan turunan ganja, khususnya senyawa CBD yang lebih ringan.
Tapi ada motif lain; yaitu untuk mengurangi jumlah narapidana di beberapa penjara Thailand yang paling padat di dunia.
Artinya, secara teori, dengan penanaman ganja dalam jumlah berapa pun sekarang sepenuhnya dilegalkan, polisi sekarang tidak mungkin menangkap orang hanya karena memiliki mariyuana.
Sudah ada ratusan bisnis di Thailand, yang beroperasi bahkan sebelum undang-undang baru, menawarkan berbagai macam produk ganja, seperti restoran yang menyajikan daun kari Thailand. Sulit untuk melihat bagaimana pihak berwenang dapat mengatur berapa banyak THC yang dikandungnya.
Pemerintah bersikeras, mereka mengizinkan produksi dan konsumsi semata-mata untuk tujuan medis, bukan rekreasi, tetapi dalam praktiknya garis itu sudah kabur.
Subscribe to:
Comments (Atom)






