MEDIA BERITA LOKAL, NASIONAL, DAN INTERNASIONAL BESERTA INFO RINGAN LAINNYA.
Adsense
TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN
Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.
Tuesday, 29 November 2022
TINGKATKAN PELAYANAN DAN KINERJA, BAMAG MINAHASA GELAR SEMINAR
BAMAG Kab. Minahasa menyelenggarakan kegiatan berupa seminar dengan tema : Menjadi Pemimpin Gereja yang cerdas, elok, dan berkarakter di era digital. Seminar yang di adakan pada Rabu 30 November 2022 tersebut turut juga menggandeng Pokjaluh Kemenag Minahasa. Mewakili pelaksana, Pdt. Hence Mondoringin, S.Th (Sekertaris BAMAG) dan Pdt. Fonny Roring S.Th (Ketua BAMAG) lewat sambutannya menyebutkan bahwa seminar ini bertujuan agar para pemimpin Gereja dalam hal ini yang tergabung dalam BAMAG dan Pokjaluh Minahasa dapat semakin dipersiapkan untuk menjadi Pemimpin Gereja yang bijak di era transformasi digital.
Bertindak sebagai Narasumber dan pemateri adalah Pdt. Simon Rawis, S.Th, M.Pd.K selaku Kabid. Urusan Agama Kristen Kanwil Kemenag Sulut), Kaban Kesbangpol Minahasa Ir. Yanni Moniung, dan Kepala Kanwil Kemenag Minahasa yaitu Pdt. Dollie Tangian, S.Th, M.Pd.K. Masing-masing Narasumber menyampaikan materi dengan sangat jelas dan padat seputar kiat-kiat, kriteria dan sikap apa saja yang harus dimiliki oleh seorang Pemimpin Gereja masa kini dalam hal ini sebagai Pelayan/Gembala Jemaat maupun sebagai Penyuluh Agama. Hal-hal terkait beberapa polemik Gereja juga turut dibahas dan dicarikan titik terang pemecahannya.
Pdt. Simon Rawis, S.Th. M.Pd.K menyampaikan bahwa untuk memantapkan moderasi beragama di era digital ini pada para Pemimpin Gereja maka insan BAMAG dan Pokjaluh harus memiliki integritas sebagai Pelayan Tuhan. Hal ini terkait beberapa misi Kemenag yaitu meningkatkan kesalehan umat, memeperkuat moderasi beragama, dan meningkatkan layanan yang mudah dan adil. Beliau berpesan juga bahwa seorang Gembala Jemaat atau Pemimpin gereja harus menjauhi sikap otoriter melainkan harus rendah hati dan merangkul serta mengayomi jemaatnya demi tercipta selalu suasana kondusif dan persaudaraan dalam berjemaat.
Kaban Kesbangpol Minahasa dalam kesempatan itu selain menjelaskan tentang arti moderasi beragama juga menyampaikan kewaspadaan akan timbulnya gerakan dan paham-paham radikal di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk yang ingin merubah ideologi negara yaitu Pancasila dengan ideology mereka. Hal ini patut menjadi perhatian semua insan BAMAG dan Pokjaluh untuk meningkatkan pelayanannya di tengah masyarakat dalam memberantas paham-paham dan sikap intoleran.
Sesi terakhir diisi oleh Narasumber Kepala Kantor Wilayah Kemenag Minahasa di mana pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan pentingnya hubungan yang harmonis dalam internal Gereja sebelum Gereja tersebut masuk dalam hubungan yang lebih besar yaitu keluar, membangun hubungan harmonis dengan masyarakat ataupun antar Gereja. Pdt Dollie Tangian, demikian sapaan akrab beliau juga mengingatkan para peserta seminar bahwa ada 37 denominasi Gereja di Minahasa dan 86 denominasi di Sulawesi Utara. Ini bisa menjadi kekayaan Gereja tetapi juga harus dikelola dengan baik dalam menjalin hubungan yang harmonis antar Gereja dan antar jemaat.
(BM)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment