Kesaksian dibalik Tragedi 11 September
Akhirnya saya membuka
pintu, dan di depan saya berdiri sepasang suami istri dengan anak kecil yang
digendong. Suaminya bertanya apakah nama ayah saya Jake
Matthew. Saya menjawab ya. Segera dia menjabat erat-erat tangan
saya dan berkata,
"Saya tidak pernah punya kesempatan bertemu dengan ayah anda,
tetapi ini suatu
kehormatan bertemu dengan anaknya." Dia kemudian menjelaskan
bahwa istrinya bekerja di World Trade Center (WTC) dan terjebak di dalamnya
saat terjadi musibah. Dia dalam keadaan hamil dan tertimpa reruntuhan bangunan.
Kemudian dia menjelaskan bahwa ayah saya berhasil menemukan istrinya dan
menolongnya. Mata saya sembap dan penuh air mata saat saya membayangkan bahwa
ayah telah mengorbankan nyawanya untuk menolong orang-orang seperti yang datang
saat ini. Kemudian dia melanjutkan, "Ada hal lain yang anda harus
ketahui." Istrinya kemudian menyambung penjelasan, bahwa saat menyelamatkan
dirinya, dia sempat bercakap-cakap dengan ayah saya - dan menuntunnya untuk
menerima Kristus. Saya mulai sesenggukan saat mendengar cerita itu. Sekarang
saya tahu bahwa ayah sudah berada di surga. Dia akan berdiri disamping Yesus
untuk menyambut saya di surga dan keluarga ini nantinya dapat mengucapkan
terima kasih secara langsung padanya.
Ketika anaknya lahir, mereka menamainya Jacob Mattew sebagai
penghormatan kepada orang yang sudah mengorbankan nyawanya sehingga anak itu
beserta ibunya
bisa hidup.
Kisah nyata ini
membantu kita untuk memahami dua hal. Pertama : Tuhanlah yang
memegang peranan untuk mengatur hidup kita dengan ajaib. Kita
mungkin tidak bisa memahami apa yang ada dibalik semua peristiwa yang terjadi,
dan kita tidak tahu setiap kejadian menurut sudut pandang surgawi. Tetapi Tuhan
sendirilah yang campur tangan dan merencanakan setiap peristiwa yang terjadi.
Dan yang kedua: setelah lewat dua tahun peristiwa penyerangan tragis terhadap
WTC, kami tidak boleh membiarkan hal itu tetap menjadi sebuah ingatan yang
pahit. Tuhan tidak pernah memanggil orang-orang yang sempurna, tetapi DIA akan menyempurnakan
panggilan-Nya.
DANNY LEWIN, YAHUDI YANG JADI KORBAN PERTAMA SERANGAN TEROR WTC
2001
Tanggal 11 September yang lalu merupakan
15 tahun peringatan serangan ke Gedung WTC oleh teroris yang membajak pesawat.
CBS mengungkapkan siapa korban pertama dari serangan tersebut. Dia adalah Danny
Lewin (31), pendiri perusahaan internet, Akamai. Kisah Lewin pun terungkap
dalam biografinya yang belum lama diterbitkan berjudul "No Better Time,
The Brief,
Remarkable Life of Danny Lewin,
the Genius Who Transformed the Internet" karya Molly Knight. Dia menumpang
pesawat American Airlines bernomor penerbangan 11. Pesawat itu terbang dari Boston
sebelum dibajak dan ditabrakkan ke menara utara gedung WTC. Saat itu pesawat
baru terbang 16 menit dan melewati Worcester, Massachusetts. Lima teroris
bersenjatakan pisau dan cutter membajak pesawat. Lewin yang merupakan bekas
anggota pasukan anti-terorisme di Angkatan Bersenjata Israel dan memahami
bahasa Arab mencoba untuk menghentikan pembajakan itu, sendirian! Dia bergulat dengan
salah seorang teroris yakni Satam al-Suqami antara pukul 08.15-8.20 namun
akhirnya tewas. Setengah jam kemudian, pesawat itu ditabrakkan ke menara utara
gedung WTC. Seluruh penumpang berjumlah 81 orang dan sembilan awak serta dua
pilot dalam pesawat itu pun tewas.
Lewin dipercaya sebagai orang pertama yang
tewas dalam tragedi itu didasarkan pada wawancara dengan pihak-pihak yang
sempat berbicara dengan dua pramugari saat pembajakan berlangsung. Hasil
wawancara ini diterbitkan oleh Komisi 9/11 dalam laporan resminya. Siapa yang diwawancarai,
tidak disebutkan dalam laporan tersebut. Laporan itu juga menyatakan Lewin
tewas di tangan Satam dengan cara digorok lehernya dari belakang saat Lewin
berusaha sendirian menghentikan pembajakan. Sayang sekali dia harus tewas di
tangan teroris. Pria yang mencoba menyelamatkan orang lain ini berkorban begitu
banyak. Sikap pahlawan yang ditunjukkannya saat menentang kejahatan patut dipuji.
Seringkali kita takut dalam melawan kejahatan, namun jika kejahatan itu terus
dibiarkan, maka bisa bertambah parah. Karena itu, marilah lawan kejahatan
dengan kebaikan.

No comments:
Post a Comment