MEDIA BERITA LOKAL, NASIONAL, DAN INTERNASIONAL BESERTA INFO RINGAN LAINNYA.
Adsense
TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN
Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.
Sunday, 24 December 2017
Ibadah pra Natal Kesbangpol Sulut, berbagi kasih dengan korban bencana banjir.
Perayaan Pra Natal Yesus Kristus Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Daerah Provinsi Sulawesi Utara Bersama PKB tingkat Jemaat GMIM bethesda Taas di kediaman Keluarga Pnt.Steven Liow-Umboh perum Tingkulu Permai Taas jumat 22/12/2017
Ibadah dipimpin oleh Pdt Janny Tewu STh, yang mengutip kitab injil matius 1:1-17 tentang sillsila Yesus Kristus,
orang israel sangat menjaga dan menghargai akan adanya keturunan mereka kkarena Yesus Kristus sudah di nubuat dari satu keturunan Daud, juga Yesus kristus telah di nantikan sekian lama sesuai nubuat kitab para nabi.
Natal selalu berbicara tentang kasih Allah akan umat-Nya manusia yang berdosa, sehingga pria kaum bapa diajak untuk menjadi Imam dan pemimpin dalam rumah tangga ,ujar Pdt Tewu
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Daerah Provinsi Sulawesi Utara Steven E. Liow S. Sos mengatakan, atas nama Pemerintah Provinsi Sulut Bapak Gubernur Olly Dondokambey mengatakan bahwa tugas dari Kesbangpol sangatlah strategis dimana segala situasi dan kondisi perkembangan yang terjadi selama 1X 24 jam harus selalu dipantau, agar dapat diambil langkah strategis oleh pimpinan dalam rangka stabilitas keamanan, katannya
Lanjut Liow, kita sangat bersyukur karena daerah kita mendapat penghargaan daerah paling toleran di indonesia dalam hal kerukunan umat beragama , ini tidak terlepas dari peran tokoh-tokoh agama serta pimpinan ormas maupun adat yang saling menjaga daerah provinsi tercinta ini, ujarnya
Dalam acara Kaban Kesbangpol Steven E. Liow S. Sos atas nama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE memberikan bantuan uang dan sembako kepada korban bencana banjir dan di daerah Perum Taas Permai
Ibadah ini juga dirangkaikan
HUT ke-38 tahun Pnt. Merry Umboh isteri dari Kaban Kesbangpol Pnt Steven E.Liow
Acara ini di hadiri oleh Para pejabat dan seluruh Pegawai Kesbangpol Suluy dan seluruh Pelayan Khusus serta Pria Kaum Bapa GMIM Bethesda Taas. (Humas Pemprov Sulut)
Indonesia butuh penjelasan Hongkong atas dideportasinya Uztad Somad.
Pemerintah Indonesia melalui Konsulat Jenderal RI di Hong Kong meminta penjelasan otoritas setempat soal penangkalan imigrasi terhadap Ustaz Abdul Somad.
"Konjen RI di HK sedang memintakan penjelasan dari otoritas HK mengenai penolakan tersebut," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal, Minggu (24/12).
Walau demikian, di saat yang sama dia juga menjelaskan bahwa otoritas Hong Kong tidak memiliki kewajiban untuk memberi pejelasan soal langkah imigrasi tersebut.
"Sesuai hukum internasional memang pihak HK tidak ada kewajiban memberi penjelasan itu," ujar Iqbal.
Iqbal menjelaskan penangkalan seorang warga negara asing merupakan hak berdaulat setiap negara. Setiap WNA tidak dapat memaksa otoritas negara terkait untuk memberi penjelasan soal penangkalan tersebut.Ia dia mengatakan otoritas imigrasi Indonesia pun pernah beberapa kali melakukan penangkalan terhadap sejumlah WNA atas pertimbangan beberapa hal atau masukan dari sejumlah pihak. Saat itu dilakukan, pemerintah RI tidak perlu menjelaskan alasannya.
"Dalam hal imigrasi kita kemudian menolak masuk orang tersebut, kita juga tidak berkewajiban menjelaskan alasannya karena itu adalah hak berdaulat kita," ujarnya. Pasal 98 ayat (1) UU Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian menyatakan kewenangan penangkalan merupakan wujud dari pelaksanaan kedaulatan negara untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum yang dilaksanakan berdasarkan alasan keimigrasian.
Dalam UU itu tidak disebutkan pemerintah wajib memberikan alasan kepada WNA yang mendapat penangkalan.Karena itu, ia berharap Somad dan seluruh jemaahnya dapat memahami kewenangan otoritas Hong Kong melakukan penangkalan.
Ustaz Somad ditangkal masuk ke Hong Kong dengan alasan yang tidak dijelaskan oleh otoritas Hong Kong. Somad menduga penangkalan itu terkait dengan isu terorisme.
"Saya jelaskan. Di sana saya menduga mereka tertelan isu terorisme," ujar Somad dalam keterangan di akun Facebook pribadinya.Somad menjelaskan, kedatangannya ke Hong Kong untuk berdakwah di depan Tenaga Kerja Indonesia di sana.
Kapolri dan Panglima TNI, Kami akan cek dan pantau ibadah malam Natal.
Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berencana meninjau sejumlah gereja hari ini, Minggu (24/12/17). Kunjungan itu dilakukan dalam rangka memantau keamanan malam Natal.
Rencananya, Tito dan Hadi akan mengunjungi tiga gereja di Jakarta, yakni Gereja HKBP Menteng, Gereja Katedral, dan Gereja GKI Kebayoran Baru. Tito dan Hadi akan didampingi Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis dan sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya. Para petinggi kepolisian dan TNI itu akan mengecek masing-masing gereja untuk mencegah aksi terorisme.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan rencana kunjungan itu. “Iya rencananya Pak Kapolri dan Panglima TNI akan melakukan pengecekan ke gereja-gereja yang ada di Jakarta, mendampingi Pak gubernur,” ujar Argo dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (23/12/17).
Kapolri dan Panglima TNI serta rombongan dijadwalkan berkumpul di Markas Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman Kav 55, Jakarta pada pukul 17.00 WIB. Sebelum berangkat, Kapolri, Panglima TNI dan rombongan akan melakukan ramah tamah terlebih dahulu di Markas Polda Metro Jaya.
Adapun, gereja yang direncanakan akan dikunjungi yakni gereja di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Dari situ, rombongan akan bertolak ke dua gereja di Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri dan Panglima TNI akan mengecek kesiapan anggota di lapangan dalam rangka mengamankan gereja. Sebelum pelaksanaan ibadah dilakukan, pihak kepolisian akan melakukan sterilisasi terlebih dahulu untuk memastikan tidak hal-hal yang dapat mengganggu keamanan selama pelaksanaan ibadah malah natal.
Badai Filipina menjelang Natal, 133 korban jiwa
Badai tropis menghantam Filipina, Sabtu, 23 Desember 2017, mengakibatkan tanah longsor dan banjir serta menewaskan Setidaknya 133 orang dan 160 lainnya hilang. Menurut keterangan polisi kepada media.
“Jumlah korban tewas akibat badai tropis di Filipina selatan telah meningkat dengan cepat menjadi 133 saat tim penyelamat menarik puluhan mayat dari sebuah sungai yang meluap,” kata polisi seperti dikutip dari News.com.au, Minggu (24/12/17).
Pejabat polisi setempat mengatakan, korban tewas sebagian besar terkubur tanah longsor pada Jumat malam. Semuanya berada di wilayah selatan Mindanao.
”Kami masih mencoba untuk mengonfirmasi laporan tentang sebuah desa pertanian yang terkubur oleh tanah longsor,” kata Ryan Cabus, seorang pejabat di Kota Tubod, Filipina, seperti dikutip Reuters.
Kantor Biro Cuaca Filipina dalam keterangannya mengatakan, badai mematikan tersebut melaju lurus dari Laut Sulu disertai angin kencang dengan kecepatan 80 kilometer per jam, selanjutnya bergerak ke arah barat dengan kecepatan 20 kilometer per jam.
Seorang pejabat lainnya mengatakan petugas masih mengkonfirmasi adanya sebuah desa yang terkubur longsor. Jaringan komunikasi dan listrik di area terdampak terputus sehingga menyulitkan koordinasi penanggulangan bencana.
Menurut petugas penanganan bencana, Manurel Luis Ochotorena, para korban tidak memperhatikan peringatan diri dari lembaga resmi. “Mereka (para korban) pikir ini hanya badai kecil tapi ternyata hujan terus,” kata dia.
Di Provinsi Zamboanga ada 42 orang dikabarkan tewas, yang tersebar di kota Sibuco dan Salug. Lalu ada 18 korban tewas di Provinsi Bukidnon dengan 64 orang dikabarkan hilang. Sebuah kapal ferry tenggelam di dekat Provinsi Quezon akibat gelombang tinggi dengan lima tewas dan 250 orang berhasil diselamatkan.
Sebagai informasi, Filipina rata-rata dihantam 20 badai setiap tahun yang menyebabkan kematian dan kehancuran. Pekan lalu, 46 orang tewas di Filipina tengah saat badai melanda.
Pada tahun 2013, topan super Haiyan menewaskan hampir 8.000 orang dan menyebabkan 200.000 keluarga kehilangan tempat tinggal.
Thursday, 21 December 2017
Tawaran Natal di Monas, sarat politik.
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menghargai tawaran pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk merayakan Natal di Monumen Nasional (Monas), tetapi seperti dikatakan Kepala Humas PGI, Jeirry Sumampow, terjadi pro dan kontra di kalangan umat Kristen sehingga tawaran itu ditolak.
Selain itu, tambah Sumampow, Monas belakangan ini juga terkait dengan kegiatan bermotif politik.
"Monas itu memang oleh ormas-ormas atau kalangan tertentu dijadikan sebagai simbol perjuangan politik. Nah kita nggak ingin perayaan-perayaan Natal kita itu dipahami dalam kerangka perjuangan politik tertentu atau ditunggangi untuk kepentingan politik tertentu," kata Jeirry.
Untuk pertama kali pemprov DKI berinisiatif melakukan perayaan Natal sementara perayaan rutin versi pemerintah pada tingkat nasional 2017 akan dilakukan di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 28 Desember.Monas memang sudah beberapa kali dipakai sejumlah kelompok Muslim tertentu untuk menyuarakan pendapat, antara lain Desember 2016 ketika puluhan ribu orang berunjuk rasa menentang Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atas tuduhan menghina Al Quran.
Minggu 17 Desember, ribuan umat Islam juga menggelar unjuk rasa yang disebut sebagai Aksi Bela Palestina dengan seruan antara lain 'boikot produk Amerika Serikat' sebagai tanggapan atas keputusan Presiden Donald Trump menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.Namun alasan PGI tersebut dipertanyakan salah seorang satu anggota panitia perayaan Natal pemprov DKI, Haposan Paulus Batubara.
"Yah saya juga bingung karena yang ribut justru di dalam internal sendiri. Ini kan penolakannya bukan terjadi di umat non-Kristen. Justru datangnya dari umat Kristiani itu sendiri," jelas Haposan yang juga menjabat Ketua DPP Gerindra Bidang Agama Katolik.Tetapi apakah penawaran pemakaian ruang publik ini memang dapat mewakili pemberian kebebasan ekspresi keagamaan di bawah Gubernur Anies Baswedan? Peneliti Setara Institute, Ismail Hasani, berpendapat hal itu seharusnya direalisasikan dalam hal yang lebih konkrit.
"Yang perlu dijamin dari hak untuk bebas beragama berkeyakinan itu adalah kebebasan memeluk agama dan keyakinan dan juga ekspresi-ekspresinya dalam yang paling dekat, misalnya adalah pendirian-pendirian tempat ibadah."
"Dan dalam dua bulan terakhir saya belum melihat upaya progresif dari pemimpin baru Jakarta ini," kata Ismail dari lembaga yang memperjuangkan demokrasi dan hak asasi tersebut.Ismail Hasani berpendapat jika dilihat dari kelompok pendukung Anies Baswedan saat pemilihan gubernur DKI Jakarta awal 2017 lalu, maka ada kemungkinan pilih kasih kepada kelompok tertentu akan semakin besar.
"Akan menguatnya state favoritism terhadap kelompok-kelompok agama tertentu, yang dalam hal ini Islam atau kelompok agama lain yang berafiliasi politik dengan dirinya. Karena bagaimanapun kita tidak bisa melepaskan bagaimana kemenangan pak Anies-Sandi ditopang oleh praktik politisasi identitas agama."Namun Gerindra -salah satu parpol yang mendukung kepemimpinan Anies- membantah tuduhan tersebut dengan menegaskan pasangan Anies-Sandiaga Uno berada di semua kelompok.
"Pak Anies ini berdiri di atas semua golongan. Baru-baru ini kan beliau acara Hindu kalau nggak salah. Hindu atau Buddha. Kemudian kelompok Kristiani. Ah itu (tuduhan keberpihakan), saya rasa terlalulah, kalau orang punya pendapat seperti ini. Saya rasa nggak begitulah. Ya terlalu mengada-ada," tegas Haposan.
Sementara pihak lainnya memandang kepemimpinan Anies masih harus diuji lebih lanjut, salah satunya lewat polemik pemakaian ruang publik untuk merayakan acara keagamaan.
"Usul untuk melaksanakan perayaan Natal di Monas kan mungkin bisa jadi contoh dari adanya upaya dari pemerintah DKI Jakarta untuk memberikan kesempatan yang sama kepada warga masyarakat yang berbeda agama," kata Jeirry Sumampow, Kepala Humas PGI.
"Tapi kan lagi-lagi, seperti yang saya kemukakan, kita harus uji apakah ini memang betul-betul sebuah kesungguhan dan komitmen yang tulus atau memang ada hal hal lain."
Perayaan Natal PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Area Manado, Sambutan Gubernur memberkati hadirin
Momentum perayaan menyambut Natal tidak sekedar dimaknai sebagai suatu rutinitas tahunan atau seremonial semata.
Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Plh Sekdaprov Sulut yang juga Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. John Palandung, M.Si pada Ibadah Perayaan Natal PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Area Manado yang dilaksanakan di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Rabu (20/12/2017) malam.
"Rayakanlah Natal dalam kesederhanaan, cinta kasih serta semangat untuk membangun kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," ujarnya.
Disamping itu, menurut Gubernur Olly, perayaan Natal adalah momentum yang tepat untuk merevitalisasi dan menggelorakan kembali semangat dalam menapaki hidup yang dianugerahkan Tuhan, yang terimplementasi melalui kesederhanaan, kedamaian dan cinta kasih yang menjadi ciri dan peristiwa Natal.
"Peristiwa natal harus disambut dengan ungkapan syukur serta sukacita, yang terepresentasi lewat doa, puji-pujian dan pembaharuan diri," ungkapnya.
Gubernur Olly juga berharap perayaan natal akan senantiasa mengembangkan daya inovasi, kreativitas dan motivasi seluruh jajaran PT. Bank Mandiri Area Manado.
"Juga mempertahankan disiplin, loyalitas, profesionalisme, produktivitas, etos kerja, meningkatkan kemampuan serta mempererat atau memperkokoh persatuan dan kebersamaan," bebernya.
Lebih jauh, masih dalam sambutan, Gubernur Olly mengajak seluruh keluarga besar PT. Bank Mandiri Area Manado untuk terus tampil sebagai mitra aktif pemerintah daerah melalui dukungan dan kontribusi positifnya bagi setiap agenda dan kebijakan yang sedang dilaksanakan.
"Utamanya dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah, seperti diantaranya melalui program dan kegiatan pemberdayaan UKM dan IKM, memfasilitasi tumbuh kembang kelompok petani dan nelayan, serta meningkatkan program kepedulian bagi permasalahan sosial di tengah masyarakat melalui Coorporate Social Responsibility (CSR)," imbuhnya.
Pada perayaan pra natal itu juga, PT. Bank Mandiri memberikan sumbangan melalui program CSR berupa satu perangkat sound system kepada Panti Asuhan Bartolomeus Malalayang.
Kegiatan itu turut dihadiri Area Head PT. Bank Mandiri Area Manado Tommy Leong, Pdt. Junior Sangande dan para karyawan serta karyawati. (Humas Pemprov Sulut)
WAKILI SULUT, ANAK-ANAK JWS MINAHASA RAIH JUARA TIGA
Tim Voli putri Sulut berhasil meraih juara ketiga dalam Kejurnas Bola Voli Junior antar Propinsi yang di gelar di GOR Dimyati Tangerang Banten pada 14-20 Desember baru-baru ini. Tim putri Sulut yang diperkuat oleh anak-anak klub Voli JWS Minahasa ini tergabung dalam grup Q yang tergolong cukup berat berada bersama tim Jateng dan DKI Jakarta. Namun demikian Maulida Nissa Cs berhasil lolos dengan mengalahkan Jateng 3-0 dan DKI Jakarta 3-2. Di babak delapan besar giliran Lampung yang harus mengakui keunggulan Tim Sulut yang melaju ke semifinal bertemu Jawa Barat.
Melawan Jawa Barat di semifinal, tim Sulut yang diperkuat Alya Annastasya, Rani Setiawati, Sinta Adila, Risa Amelia, dkk akhirnya harus takluk dengan skor yang cukup mencolok yaitu 3-0. Menurut Manajer tim yang adalah juga ketua harian PBVSI Sulut yaitu Drs Jantje Wowiling Sajow, anak-anak telah bermain maksimal dibawa asuhan pelatih Octavian tetapi inilah hasil terbaik yang sudah mereka raih dan kita harus puas tentunya dengan pencapaian ini. Kapten tim Maulida Nissa mengakui dirinya dan rekan-rekan sedang dalam performa yang kurang bagus akibat kelelahan sebagaimana diungkapkan juga oleh pelatih Octavian. Lebih lanjut Manajer tim mengatakan bahwa ini menjadi pelajaran berharga bagi tim Sulut agar ke depannya bisa lebih maksimal lagi.
Namun kekecewaan sesaat tersebut terbayarkan pada Rabu (20 Des) lalu di mana Sulut berhasil meraih juara ketiga setelah kembali mengalahkan DKI Jakarta yang adalah lawan mereka sebelumnya di penyisihan grup. Tim DKI Jakarta dikalahkan dengan skor cukup telak yaitu 3-1, di mana pertandingan tersebut disiarkan secara langsung di akun youtube resmi PBVSI Official. Baik Manajer tim, pelatih dan seluruh Offisial merasa bangga dan cukup puas dengan hasil ini. Sebelumnya Tim Voli ini yang adalah anak-anak klub JWS Minahasa telah meraih hat-trick juara tiga kali berturut-turut dalam rentang dua bulan yaitu juara satu Porprov dan Livoli divisi satu pada Oktober lalu dan juara satu Kejurnas Voli antar klub di Jogja pada awal November. Berikut beberapa foto dari Kejurnas tersebut.
Melawan Jawa Barat di semifinal, tim Sulut yang diperkuat Alya Annastasya, Rani Setiawati, Sinta Adila, Risa Amelia, dkk akhirnya harus takluk dengan skor yang cukup mencolok yaitu 3-0. Menurut Manajer tim yang adalah juga ketua harian PBVSI Sulut yaitu Drs Jantje Wowiling Sajow, anak-anak telah bermain maksimal dibawa asuhan pelatih Octavian tetapi inilah hasil terbaik yang sudah mereka raih dan kita harus puas tentunya dengan pencapaian ini. Kapten tim Maulida Nissa mengakui dirinya dan rekan-rekan sedang dalam performa yang kurang bagus akibat kelelahan sebagaimana diungkapkan juga oleh pelatih Octavian. Lebih lanjut Manajer tim mengatakan bahwa ini menjadi pelajaran berharga bagi tim Sulut agar ke depannya bisa lebih maksimal lagi.
Namun kekecewaan sesaat tersebut terbayarkan pada Rabu (20 Des) lalu di mana Sulut berhasil meraih juara ketiga setelah kembali mengalahkan DKI Jakarta yang adalah lawan mereka sebelumnya di penyisihan grup. Tim DKI Jakarta dikalahkan dengan skor cukup telak yaitu 3-1, di mana pertandingan tersebut disiarkan secara langsung di akun youtube resmi PBVSI Official. Baik Manajer tim, pelatih dan seluruh Offisial merasa bangga dan cukup puas dengan hasil ini. Sebelumnya Tim Voli ini yang adalah anak-anak klub JWS Minahasa telah meraih hat-trick juara tiga kali berturut-turut dalam rentang dua bulan yaitu juara satu Porprov dan Livoli divisi satu pada Oktober lalu dan juara satu Kejurnas Voli antar klub di Jogja pada awal November. Berikut beberapa foto dari Kejurnas tersebut.
Saturday, 16 December 2017
Natal PLN Sulut, Gubernur Olly sampaikan pesan damai
Natal memiliki makna yang agung dan mulia serta senantiasa menghadirkan kesukacitaan dan damai sejahtera bagi kehidupan segenap umat manusia di dunia.
Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ir. Bach A. Tinungki, M.Eng pada Perayaan natal PT. PLN (Persero) Regional Manado yang dilaksanakan di Manado, Jumat (15/12/2017) malam.
"Oleh karenanya, peristiwa natal kemudian menjadi hal yang sangat penting dan mendasar tidak hanya karena sukacita, damai sejahtera dan cinta kasih yang dibawa-Nya, namun terlebih karena kelahiran Kristus telah membawa damai, memberikan pengampunan dan keselamatan bagi umat manusia yang telah jatuh dalam dosa, sebagaimana pemahaman iman kita selaku umat kristiani," katanya.
Oleh karena itu, menurut Gubernur Olly, pemaknaan itu membawa umat kristen untuk merayakan natal tidak sekedar dalam konteks seremonial kebiasaan atau tradisi semata, melainkan harus benar-benar murni pengakuan iman atas kelahiran Yesus Kristus sebagai juruselamat umat manusia.
"Ini terimplementasi lewat ucapan syukur dan pembaharuan diri, sehingga natal akan membawa makna bagi kita semua," ujarnya.
Orang nomor satu di bumi nyiur melambai itu juga mengingatkan seluruh pimpinan dan jajaran PT. PLN (Persero) Regional Manado untuk mengimplementasikan pemaknaan garam dan terang dunia dalam menapaki langkah bersama membangun daerah.
"Jadikanlah Perayaan Natal sebagai wadah aktualisasi iman dan kasih kepada Tuhan dan sesama, melalui berbagai tugas pelayanan sesuai karunia dan talenta yang kita miliki. Disamping itu, perayaan yang bernuansa religius sosial ini merupakan momentum yang penting dan strategis untuk saling memaafkan, saling melengkapi, saling menopang, menciptakan keharmonisan, serta membina kerukunan," ungkapnya.
Lebih jauh, masih dalam sambutan, Gubernur Olly mengajak seluruh pimpinan dan jajaran PT. PLN (Persero) Regional Manado Senantiasa termotivasi untuk meningkatkan profesionalitas, kompetensi, etos kerja dan disipilin, agar dapat mempersembahkan karya pembangunan bagi kesejahteraan rakyat.
"Saya mengajak saudara sekalian, untuk bekerja baik dan bekerja keras mengupayakan alam ciptaan-Nya menjadi berkat bagi sesama manusia, dan menghasilkan buah. Kini saatnya bagi segenap umat kristiani terlebih khusus jajaran PT. PLN (Persero) Regional Manado, untuk bergandengan tangan, meneladani falsafah hidup sebagai pekerja-pekerja keras, yang mau menabur, mau berkorban penuh kesabaran, untuk menanti hasil yang lebih baik," imbuhnya.
Sebelumnya dalam khotbah yang disampaikan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS), Pdt Dr HWB Sumakul disampaikan Firman Tuhan dari Kolose 3 : 15 a tentang Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu.
Menariknya, pada perayaan natal itu dirangkaikan dengan penyerahan bantuan dari PT. PLN kepada para Hamba Tuhan, rumah ibadat dan lainnya.
Adapun kegiatan itu turut dihadiri Anggota Komisi VII DPR RI Bara Hasibuan, General Manager (GM) PT. PLN Wilayah Suluttenggo Edison Sipahutar, GM PT. PLN Unit Induk Pembangunan Sulbagut Fajar Suroyo, para karyawan PLN dan perwakilan dari instansi terkait. (Humas Pemprov Sulut)
Gempa Jawa Barat, 2 meninggal dan 7 lainnya terluka
Gempa 6,6 skala Richter yang mengguncang sebagian wilayah selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah telah mengakibatkan dua orang meninggal dunia, demikian keterangan otoritas terkait.
Gempa itu juga menyebabkan setidaknya tujuh orang terluka akibat tertimpa bangunan dan lebih dari 40 bangunan rumah rusak parah, terutama di wilayah Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis."Dampak gempa bumi ada dua orang meninggal dunia, dan tujuh orang luka," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (16/12) pagi.
Sementara, menurut BNPB, daerah yang terparah terdampak gempa adalah wilayah Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis, karena pusat gempanya di sekitar daerah Tasikmalaya, kata Sutopo.
Gempa 6,9 SR yang berpusat di Tasikmalaya, Jabar, terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 23.47 WIB, dan getarannya dirasakan sampai ke wilayah Jawa Timur, demikian menurut sejumlah laporan.
Menurut BNPB, dua orang meninggal dunia berasal dari Desa Gunungsahari, Kabupaten Ciamis, dan seorang lagi tinggal di Desa Kauman, Kota Pekalongan. Mereka tertimpa dinding beton yang roboh.
Di Jawa Barat, ada sekitar 17 rumah rusak berat dan sedang, sementara 10 rumah dilaporkan rusak ringan, sedangkan di Jawa Tengah setidaknya ada 26 rumah rusak berat dan roboh.
Pada Jumat (15/12) malam, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini adanya Tsunami, tetapi dua jam peringatan itu dicabut.
Gempa ini sempat menimbulkan kepanikan masyarakat, terutama di wilayah pesisir selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Mereka dilaporkan sempat panik akibat mendengar kemungkinan terjadi tsunami.
Dan pada Sabtu (16/12), sekitar pukul 07.27 WIB pagi, gempa kembali terjadi yang berpusat sekitar 129km dari wilayah Garut, Jawa Barat, dengan kekuatan 5,7 SR. Gempa ini dirasakan sampai di wilayah Jakarta oleh sebagian warganya.
Pohon Natal unik, dari Pisang dan CD bekas hingga Petai
Hanya beberapa puluh meter dari Stasiun Depok Lama, Jawa Barat, khalayak umum bisa melihat kerlap-kerlip Pohon Natal yang terpancar dari pekarangan Gereja Kristen Pasundan jemaat Depok. Namun, berbeda dengan Pohon Natal pada umumnya, pohon itu tidak terwujud dari cemara tapi dari 1.100 keping cakram padat (CD) bekas.
Di pekarangan gereja, saya menjumpai Andi Endong. Bersama sejumlah rekannya, pria yang menjabat sebagai Ketua Hari Raya Gerejawi Gereja Kristen Pasundan jemaat Depok ini sibuk memasukkan rangkaian lampu ke dalam bungkus plastik sehingga lampu-lampu tersebut terlindungi dari siraman hujan.Pekerjaan itu tidak berat, kata Andi. Hanya saja, memakan waktu lama sehingga perlu kesabaran mengingat ada empat lampu kecil di setiap keping CD bekas. Apabila terdapat 1.100 keping CD, Andi dan teman-temannya harus menempelkan sebanyak 4.400 lampu di 'pohon' setinggi 5,5 meter itu.
"Kami mengerjakan ini selama dua mingguan. Pertengahan November kita rancang, kita rakit kerangkanya. Lalu tanggal 1 Desember sudah jadi. CD-CDnya dikumpulkan dari jemaat, daripada numpuk di rumah nggak terpakai," ujarnya.Pohon Natal dari CD bekas, bukanlah Pohon Natal unik pertama yang dibuat para jemaat gereja Kristen Pasundan Jemaat Depok.
Pada 2015, umat di gereja tersebut mendirikan Pohon Natal dari 3.200 gelas air mineral. Kemudian tahun lalu, giliran 7.000 botol air mineral yang dikreasikan menjadi Pohon Terang setinggi 12 meter.
Andi mengaku jerih-payah jemaat gereja adalah demi "berbagi kebahagiaan sehingga bisa dinikmati semua orang yang melihat".Selain di Depok, Jawa Barat, Pohon Terang unik lainnya ada di Gereja Santo Thomas Rasul Bedono di Ambarawa, Jawa Tengah.
Umat Katolik di sana membuat Pohon Terang yang terbuat dari jagung setelah beberapa tahun terakhir mengkreasikan pohon terang dari pisang, sabut kelapa, hingga petai.
Alasan mengapa Pohon Terang di gereja itu selalu bertema hasil bumi tidak lain karena sebagian besar umat merupakan petani, kata Romo Patricius Hartono, Pastor Paroki Gereja Santo Thomas Rasul Bedono.
"Umat di Bedono yang berlatar belakang agraris, di daerah buah-buahan, yang paling banyak ya yang punya buah. Kenapa tidak dimanfaatkan kekayaan buah lokal itu?"Romo Hartono juga menegaskan bahwa gereja yang dia pimpin tengah mengembangkan gereja yang membumi, yang sesuai dengan adat kebudayaan setempat.
"Nah kalau di sini adatnya atau masyarakatnya memang petani, ya memanfaatkan sumber-sumber hasil bumi. Tidak dalam rangka mencari sensasi, tapi mencoba menghargai semua yang di sekitar kita," paparnya.
Tapi, mengapa gereja yang dia pimpin tidak pernah menggunakan pohon terang dari cemara?
Romo Hartono mengatakan dia bertujuan menghadirkan simbol Natal sekaligus menyucikan hasil jerih-payah umat gereja.
"Kalau kita tidak punya cemara, mengapa harus memaksa diri memakai pohon cemara untuk Natalan? Itu justru tidak jujur," katanya.Pohon Terang yang menggunakan pohon cemara sejatinya merupakan tradisi yang dibawa para penginjil dari Eropa ke Indonesia pada awal abad ke-19. Karena pohon cemara tidak gugur pada musim dingin di Eropa, pohon tersebut digunakan untuk menyimbolkan sang juruselamat yang tetap hidup tanpa dipengaruhi musim-musim.
Meskipun demikian, Jan Aritonang selaku dosen sejarah Kristen di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta menilai Pohon Terang tak lebih dari "aksesoris yang sebenarnya tidak ada sama sekali kaitannya dengan keyakinan keagamaan".
"Waktu Yesus lahir kan tidak ada Pohon Natal. Itu lebih kepada tradisi-tradisi atau kebiasaan yang muncul pada masa-masa merayakan Natal," jelasnya.
Karena Pohon Terang hanyalah merupakan bentuk dari tradisi dan budaya, Jan menilai kreasi dan modifikasi pohon tersebut sama sekali tidak melanggar norma-norma gereja.
"Tidak ada aturan di gereja manapun yang mengatakan 'Kalau pasang terpujilah engkau, kalau tidak pasang terkutuklah engkau'. Tidak ada itu. Pohon Natal adalah bagian sekunder atau bahkan tertier dari tradisi yang tidak menjadi esensial," tandasnya.
Cuaca ekstrim landa Sulut, potensi bencana masih mungkin terjadi
Akibat cuaca ekstrim, hujan disertai angin yang melanda Manado pada Jumat (16/12) malam dan berlanjut hingga Sabtu kemarin menyebabkan beberapa titik jaringan di pasir panjangTateli, daerah Kompos, Desa Sarani, Kayawu Tomohon dan sejumlah daerah lainya mengalami gangguan yang disebabkan pohon yang tumbang dan tanah longsor. Sehingga mengakibatkan padam di sejumlah tempat yaitu, sepanjang Tateli, perumahan Manibang dan sekitarnya sampai perumahan Wien, sebagian Malalayang, dan sekitar Kampus De Lasale.
Namun PLN telah melakukan reaksi cepat dalam menanganinya, Sejak kemarin unit gangguan PLN Area Manado telah melakukan proses recovery dengan memanuver suplai dimana daerah Tateli sudah dapat kembali di suplai. Sedangkan daerah lainya yang mengalami kerusakan cukup parah perlu dilakukan penggantian material. Dimana hari ini material berupa tiang-tiang pengganti ditargetkan sudah sampai pada titik-titik gangguan. PLN memohon maaf dan pengertian dari pelanggan, serta menghimbau agar pelanggan juga berhati-hati saat sedang berkendara. Kami berusaha agar proses recovery tersebut dapat dilaksanakan secepatnya dengan tanpa mengesampingkan faktor keamanan dan keselamatan.
Setidaknya beberapa wilayah di Manado diterjang banjir dan longsor akibat cuaca ekstrim tersebut. Kendati curah hujan tergolong amat rendah di daerah pegunungan seperti Minahasa namun debit air sungai Tondano meluap cukup tinggi hingga menggenangi rumah warga di sekitar bantaran sungai. Dilaporkan ada 3 orang hilang akibat bencana di beberapa tempat di Manado dan Minahasa ini. Satu orang hilang di DAS Tondano, sementara 2 lainnya hilang di terpa longsor dan sedang dalam pencarian, ungkap kepala bidang kedaruratan dan logistik BPBD Manado Jeany Mangonang pada Jumad Subuh lalu. Kedua warga yang tertimpa longsor tersebut adalah Gio Abdulah (2) dan Miltan Abdulah (24) warga Paal IV. Sementara warga yang hanyut oleh arus deras DAS Tondano adalah Idrus Mangantar (20) warga Kombos.
Sementara itu hingga kemarin malam Manado masih hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang. Sejumlah ruas jalan dalam kota dilanda macet, sementara jalan Manado-Tomohon mengalami longsoran di beberapa titik seperti halnya yang terjadi di ruas jalan Pineleng yang menyebabkan macet yang amat panjang. Dari pantauan media kemarin juga terjadi angin Tornado di pantai Boulevard Manado namun tidak mengakibatkan korban jiwa. Sejumlah pohon dan tiang listrik roboh di banyak tempat di Manado maupun Kabupaten Minahasa. Di kompleks Multi Mart Ranotana Manado misalnya, beberapa rumah terenndam banjir hingga pinggang orang dewasa. Warga mengaku hanya bisa menyelamatkan berkas-berkas penting dan tas, sementara itu barang-barang lainnya terendam atau hanyut. Beberapa warga di Teling Tingkulu sempat terjebak dalam rumah akibat genangan air yang cukup tinggi. Umumnya air yang menggenangi perumahan warga mencapai 50-60 cm, sementara jalan di pusat kota turut terendam air setinggi telapak kaki. Sejumlah warga terpaksa mengungsi akibat rumah yang terendam air maupun listrik yang padam. Beberapa memang disarankan untuk mencari tempat yang lebih aman dari ancama longsor atau banjir.
Oleh karena itu pemerintah terkait menghimbau agar warga yang hendak bepergian agar selalu waspada dan tidak terlalu memaksakan diri jika tidak begitu penting mengingat cuaca ekstrim seperti ini masih akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan. BPBD, Tim SAR, Tagana Dinsos, dan pemerintah terkait lainnya bersama TNI dan Polri tanggap dalam merespon bencana ini, dipantau warga juga memiliki kesigapan yang baik dengan turun langsung menangani jalan-jalan yang ditimpa longsoran material tanah dan batu sebelum dikirmnya alat berat. Berikut ini beberapa foto yang berhasil dirangkum dari media sosial.
Subscribe to:
Comments (Atom)

































































