Akibat cuaca ekstrim, hujan disertai angin yang melanda Manado pada Jumat (16/12) malam dan berlanjut hingga Sabtu kemarin menyebabkan beberapa titik jaringan di pasir panjangTateli, daerah Kompos, Desa Sarani, Kayawu Tomohon dan sejumlah daerah lainya mengalami gangguan yang disebabkan pohon yang tumbang dan tanah longsor. Sehingga mengakibatkan padam di sejumlah tempat yaitu, sepanjang Tateli, perumahan Manibang dan sekitarnya sampai perumahan Wien, sebagian Malalayang, dan sekitar Kampus De Lasale.
Namun PLN telah melakukan reaksi cepat dalam menanganinya, Sejak kemarin unit gangguan PLN Area Manado telah melakukan proses recovery dengan memanuver suplai dimana daerah Tateli sudah dapat kembali di suplai. Sedangkan daerah lainya yang mengalami kerusakan cukup parah perlu dilakukan penggantian material. Dimana hari ini material berupa tiang-tiang pengganti ditargetkan sudah sampai pada titik-titik gangguan. PLN memohon maaf dan pengertian dari pelanggan, serta menghimbau agar pelanggan juga berhati-hati saat sedang berkendara. Kami berusaha agar proses recovery tersebut dapat dilaksanakan secepatnya dengan tanpa mengesampingkan faktor keamanan dan keselamatan.
Setidaknya beberapa wilayah di Manado diterjang banjir dan longsor akibat cuaca ekstrim tersebut. Kendati curah hujan tergolong amat rendah di daerah pegunungan seperti Minahasa namun debit air sungai Tondano meluap cukup tinggi hingga menggenangi rumah warga di sekitar bantaran sungai. Dilaporkan ada 3 orang hilang akibat bencana di beberapa tempat di Manado dan Minahasa ini. Satu orang hilang di DAS Tondano, sementara 2 lainnya hilang di terpa longsor dan sedang dalam pencarian, ungkap kepala bidang kedaruratan dan logistik BPBD Manado Jeany Mangonang pada Jumad Subuh lalu. Kedua warga yang tertimpa longsor tersebut adalah Gio Abdulah (2) dan Miltan Abdulah (24) warga Paal IV. Sementara warga yang hanyut oleh arus deras DAS Tondano adalah Idrus Mangantar (20) warga Kombos.
Sementara itu hingga kemarin malam Manado masih hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang. Sejumlah ruas jalan dalam kota dilanda macet, sementara jalan Manado-Tomohon mengalami longsoran di beberapa titik seperti halnya yang terjadi di ruas jalan Pineleng yang menyebabkan macet yang amat panjang. Dari pantauan media kemarin juga terjadi angin Tornado di pantai Boulevard Manado namun tidak mengakibatkan korban jiwa. Sejumlah pohon dan tiang listrik roboh di banyak tempat di Manado maupun Kabupaten Minahasa. Di kompleks Multi Mart Ranotana Manado misalnya, beberapa rumah terenndam banjir hingga pinggang orang dewasa. Warga mengaku hanya bisa menyelamatkan berkas-berkas penting dan tas, sementara itu barang-barang lainnya terendam atau hanyut. Beberapa warga di Teling Tingkulu sempat terjebak dalam rumah akibat genangan air yang cukup tinggi. Umumnya air yang menggenangi perumahan warga mencapai 50-60 cm, sementara jalan di pusat kota turut terendam air setinggi telapak kaki. Sejumlah warga terpaksa mengungsi akibat rumah yang terendam air maupun listrik yang padam. Beberapa memang disarankan untuk mencari tempat yang lebih aman dari ancama longsor atau banjir.
Oleh karena itu pemerintah terkait menghimbau agar warga yang hendak bepergian agar selalu waspada dan tidak terlalu memaksakan diri jika tidak begitu penting mengingat cuaca ekstrim seperti ini masih akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan. BPBD, Tim SAR, Tagana Dinsos, dan pemerintah terkait lainnya bersama TNI dan Polri tanggap dalam merespon bencana ini, dipantau warga juga memiliki kesigapan yang baik dengan turun langsung menangani jalan-jalan yang ditimpa longsoran material tanah dan batu sebelum dikirmnya alat berat. Berikut ini beberapa foto yang berhasil dirangkum dari media sosial.












































No comments:
Post a Comment