Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Saturday, 12 May 2018

Ini Aktor yang Diduga Pemicu Kerusuhan Mako Brimob



Seperti yang diketahui, Terjadi kerusuhan di Mako Brimob yang terjadi pada Selasa, (8/5/18), sebanyak 155 napi dan tahanan teroris melakukan penyanderaan terhadap 9 anggota kepolisian. Lima anggota polisi tewas dibunuh, sementara empat anggota polisi lainnya luka-luka. Drama penyanderaan itu berlangsung selama 36 jam dan membuat kondisi Mako Brimob mencekam. Saat ini, para napi teroris itu telah dipindahkan penahanannya di Lapas Nusakambangan.
Lalu siapakah dalang atau provokator dari kerusuhan tersebut?
Seperti yang dikatakan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, Kerusuhan di Rumah Tahanan Mako Brimob dipicu oleh teriakan tahanan teroris bernama Wawan Kurniawan. Pasalnya, semua ini bermula saat keluarga Wawan membesuk dirinya dengan membawa makanan.
Namun, pengawal dari kepolisian melarang pemberian makanan itu dan Wawan marah.
Wawan memprovokasi tahanan lain untuk membuka paksa sel mereka, hingga terjadi insiden di Mako Brimob.
“Wawan itu terkait dengan kasus bom Pandawa (Taman Pandawa, Cicendo, Bandung),” ujar Setyo pada Rabu, 9 Mei 2018, tentang sosok provokator rusuh Mako Brimob itu.
Jejak Wawan ditemukan di lingkaran Yayat Cahdiyat. Pada 27 Februari 2017, Yayat Cahdiyat alias Dani alias Abu Salam mencoba meledakkan bom panci di Taman Pandawa, Cicendo, Bandung.
Bom dirakit menggunakan bahan peledak berjenis triacetone triperoxide (TATP). Berdasarkan catatan polisi, Yayat adalah murid Aman Abdurrahman, pendiri Tauhid Wal Jihad dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Setelah peledakan di Bandung, polisi memburu rekan-rekan Yayat. Salah satunya Wawan Kurniawan alias Abu Afif, yang sudah ditahan di Rumah Tahanan Mako Brimob.
Setyo menjelaskan, polisi mengirim empat anggota tim negosiator untuk berkomunikasi dengan tahanan dalam kerusuhan Selalu lalu. Tuntutan mereka adalah bertemu dengan pentolan JAD, yakni Aman Abdurrahman. Saat itu, Aman berada dalam ruang penahanan khusus. “Mereka juga sudah bertemu” tuturnya.
Pas bentrokan terjadi di Blok C, sedang dilakukan pemeriksaan terhadap tiga anggota kelompok teroris JAD yang ditangkap saat merakit bom berjenis TATP dan berencana melakukan bom bunuh diri di beberapa kantor polisi di Bogor, Jawa Barat.
Mereka adalah M. Mulyadi, Abid Faqihuddin, dan Anang Rachman alias Abu Arumi. “Lokasi pemeriksaan Densus bersampingan dengan Blok C.”
Menurut Setyo, Wawan bukan pemimpin tahanan teroris. Ia hanya pemicu awal kerusuhan di Mako Brimob. Dia yang pertama memprovokasi kerusuhan. “Perlu pendalaman lagi kalau motif teriakan Wawan berhubungan dengan pemeriksaan tiga anggota JAD,” tuturnya.
Sementara itu, saat ini Wawan Kurniawan alias Abu Afif (42) menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.
Kepala Instalasi Forensik RS Polri Komisaris Besar Edi Purnomo mengatakan, Wawan Kurniawan alias Abu Afif, masih menjalani perawatan di RS Polri Kramatjati. “Abu Afif itu masih dirawat di forensik,” ujar Edi, Jumat, (11/5/18).
Menurut Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RS Polri Yayok Witarto, Wawan menderita luka pada bahu kiri. Namun dia tak merinci seberapa parah luka Wawan itu. “Pokoknya ada luka, nanti ada penjelasan lebih rinci,” katanya.
Untuk menyembuhkan luka itu, kata Yayok, Wawan mendapat penanganan dari dokter bedah umum dan dokter bedah ortopedi. “Saat ini kondisinya relatif baik,” ucapnya.

Pasca Kejadian Mako Brimob, Jokowi Tertarik Hidupkan Kembali Koopssusgab TNI


Setelah kejadian kerusuhan yang melibatkan narapidana teroris dan aparat di rutan Mako Brimob. Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tertarik untuk menghidupkan kembali satuan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk menangani terorisme.
“Sudah saya sampaikan ke Presiden dan beliau sangat tertarik untuk dapat dihidupkan kembali,” kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta pada Jumat, (11/5/18).
Moeldoko mengatakan, ide itu ia sampaikan kepada Jokowi karena satuan yang terdiri dari pasukan elite TNI tersebut amat dibutuhkan dalam menghadapi situasi global saat ini. “Saat saya jadi Panglima, itu bukan wacana karena itu sudah saya bentuk Komando Operasi Khusus Gabungan, itu sudah dibentuk. Pembentukan organisasi itu dalam situasi global saat ini memang diperlukan,” ujarnya.
Pasukan elite yang tergabung dalam satuan itu, kata Moeldoko, antara lain Komando Pasukan Khusus atau Kopassus dari TNI AD, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) yang merupakan detasemen penanggulangan teror aspek laut TNI AL, dan Detasemen Bravo 90 dari TNI AU. Mereka dikumpulkan di suatu tempat dengan status operasi atau bisa diterjunkan setiap saat.
Menurut Moeldoko, persoalan terorisme saat ini bukan lagi ancaman potensial, tetapi sudah menjadi ancaman faktual. Di hampir semua negara, terorisme dianggap sebagai high intensity sehingga memerlukan penanganan khusus. “Jadi bagian negara adalah penting masyarakat nyaman, aman, tenteram. Siapa aktornya harus kita bijak, jangan karena berdebat di aktor, penanganan itu menjadi tidak optimum,” kata dia.
Sementara itu, Pasca kejadian rusuh di Rumah Tahanan Teroris penjagaan ketat masih terlihat Markas Komando atau Mako Brimob Kelapa Dua Depok Jumat (11/5/18).
Puluhan personil polisi bersenjata lengkap masih berjaga di Jalan Akses Universitas Indonesia. Mereka juga menghentikan beberapa kendaraan yang kendapatan mengambil gambar kamera handphone.
Kamis malam, 10 Mei 2018, insiden teror kembali terjadi kepada anggota polisi di depan Rumah Sakit Brimob Kelapa Dua. Korban penusukan itu adalah Bripka Marhum Prencje, yang merupakan anggota Intel Brimob Kelapa Dua. Pelaku penikaman bernama Tendi Sumarno yang beralamat di Desa Buniara, Tanjung Siang, Jawa Barat.

Memory: Ahok dikirimi ribuan karangan bunga, Cathy Sharon & Ari Wibowo posting ini bikin netizen terharu


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menerima sekitar 2.200an lebih karangan bunga berisi dukungan di Balai Kota. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyebutnya sebagai pencitraan murahan.

"Saya rasa masyarakat sudah tahulah. Itu bisa bukan efek positif yang didapat, tapi efek negatif, apalagi kalau ketahuan sumbernya itu-itu juga. Jadi pencitraan murahan," kata Fadli di gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017).

"Itu kalau ada 1.000 karangan bunga kali Rp 1 juta, itu sudah Rp 1 miliar. Kalau Rp 700 ribu, ya Rp 700 juta. Itu kan bisa ngasih makan orang-orang yang perlu dukungan, bisa buat beasiswa, bisa buat anak yatim, dan sebagainya, daripada dibuang-buang seperti itu," imbuhnya.


Sebelumnya diberitakan, karangan bunga berisi dukungan untuk Ahok terus berdatangan dari warga ke Balai Kota. Diperkirakan karangan bunga ini sudah mencapai angka dua ribuan lebih.

Hal ini membuat Cathy Sharon dan Arie Wibowo sebagai artis pendukung Ahok menjadi terharu. Bukan mereka saja, tentu saja semua rakyat Indonesai yang tidak memelihara kebencian dalam hatinya akan terharu dengan pemandangan tersebut.

Berikut postingan Cathy Sharon. Dalam postingan ini Cathy Sharon menutup kolom komentar.Silent majority hanya diam? 
Mereka tidak diam, hanya berbicara dengan bahasa yg berbeda. 
Papan bunga yg mereka kirim lebih berbicara daripada semua kerusuhan dan caci maki yang dilontarkan orang2 yang negatif.
Tidak bikin macet dan tidak perlu mengerahkan massa banyak-banyak, hanya tukang kirim bunga yg wara-wiri ke Balai Kota. 
Tidak bikin rusuh, krn bahasa bunga adalah bahasa cinta dan perdamaian. 
Tidak bikin takut, malah bikin senang yg terima, dan bikin girang tukang bunga krn dagangannya laris manis. 
Tidak perlu teriak-teriak, krn bunga berbicara seribu bahasa. 
Tidak bawa-bawa agama, krn bunga mewakili keindahan yg juga ada di semua agama. 
Tidak perlu buang uang milyaran buat kasih makan dan ongkos pendemo, karena bunga dipesan oleh masing-masing pengirim dan harga sudah termasuk ongkos kirim. 
Bunga di Balai Kota bukan sekedar bunga, itu adalah wujud perlawanan atas ketidakadilan dan keserakahan status quo. 
Revolusi Bunga. 
Bagaimana mengalahkan dukungan hati yg mencintai? 
Entahlah...... Namun yg jelas dukungan uang dan kepentingan tidak akan pernah bisa mengalahkannya. 
Silent Majority sedang berbicara, dengarkanlah ( source unknown ) 


Sementara Ari wibowo dalam akun Instagramnya menulis

BRAVO PAK AHOK...!!!
Belum pernah dalam sejarah NKRI, 
fenomena seperti ini terjadi..
Ratusan karangan bunga ucapan
"Terima Kasih" kepada pak Ahok
- yang kalah di putaran ke 2 - di Balai Kota..
.
Sungguh bangga pernah menjadi
bagian dari movement bapak.
.
You definitely ended it with a high note, sir!
You might have lost the vote,
but you have won our hearts...
.
FROM THE BOTTOM OF OUR HEART

WE SALUTE YOU...!Komentar netizen:

ogenk.elfaruq@che_cheellaa ahahhahha kita lg bhas fotonya, bukan bunganya ceuu... Liat deh lagi pake kaca pembesar, tuh karangan bunga mirip kuburan kan? Klo cm perhelatan besar mah, lhaa kerjaan gw aja mc , ampe muakkk liat karangan bunga bgtu... Kalo kalah tuh nerima jgn cari kehebohan sndiri, kesiannn 😄😄😄😄😄

hannah_bandungGw jg krm Bunga buat Pak Ahok ☺️ hihihi yg sirik dan iri berhempaslah 😜 gw suka Ahok Karena kinerjanya nyata... Selamet aja tuk buat pendukun anis sandi semoga kalian gak melalat nt Kan Ada jaminan masuk Surga dan Rmh DP 0% jd pingin Liat gw tahun dpn gimana gitu Jakarta 😅

albertinatiwangYes bro @ariwibowo_official betullll skali , kalah tapi terhormat, drpd menang d paksakan. Hehehehe
nuyluckyHampir 5000 komentar ,yg ngomentarin bunga 😁

susansuryani8Thanks pak @basukibtp perbuatan baik anda tdk akan pernah kembali siasia... @ariwibowo_official

albertinatiwang@malikreusbvb bunga aja u iri ya....Kasian yg menang tp msh sakit hati wkwkwkwkwk, slmt mnikmati sakit hatix , yg kalah malah mrsa Happy tnpa beban krn kagak punya utang hehehehehe.

don_na.wijayaGw bukan orang batam cui, gw orang palembang tapi keluarga gw banyak jg yg di jakarta, gw bukan minoritas tapi gw penduduk Indonesia tercinta, lo doain buat Indonesia jg kagak ikut2an comment lg. Utk apa bacot tanpa perbuatan sm aja tong kosong nyaring bunyinya.... Kita di mata TUHAN sama, kapan aja bisa diputus nyawa jadi jangan banyakin benci tapi banyakin amal. @lilac3am

nopitaokrianiAstaghfirullahaladzim... Sebelum pilgub,sesudah pilgub tetep aja saling hantam..mau siapapun yg menang uang bulanan kalian tetep segitu,ga bakal di tambahin..jd stop berdebat,krn ga da gunanya..yg ada malah rugi,nambahin musuh..
ahmedzagres75Sepertinya ada yg salah komentar ni, sebenarnya AHOK paksa MENANG tapi KALAH jg.... MENANG di HATI RAKYAT tapi KALAH d SUARA RAKYAT...
renyta84Turut berduka cita buat pak ahok

che_cheellaa@ogenk.elfaruq aduhhh kak ga pernah pesen karangan bunga ya? Sedih bgt sih mana boleh ngutang ada2 aja deh hahahaha. Emg bisa ngutang kak? 

@hannah_bandung lagian mas ini cuma bentuk rasa terima kasih kita ke pak ahok-pak djarot ya. Bukan bikin kehebohan ato apa. Emang salah kirim bunga? Itu juga duit2 mereka kok gak minta bapak lo. Sapa yg blg ga trima kekalahan. Jakarta dont deserve pak ahok tau gak. Masih banyak yg lebih layak buat pak ahok. Ngapain kaga nerima kekalahan.
tfiqbroSejarah buruk ya....

yophikurniawanKata si zonk ini pencitraan murahan @ariwibowo_official
hannah_bandung@che_cheellaa kita dan teman2 sengaja datang ke Jakarta hanya buat Pak Ahok ☺️
yan_dhyaraa@deamaulandini lah kesian komen ngulang2 gga dtanggepin m yg pny IG lol 😂😂😂😂
deamaulandiniGpp kan ditanggapin sama elu =) @yan_dhyaraa

yan_dhyaraa@ogenk.elfaruq lo kwinan ada karangan bunga berarti lo kwinan di kuburan donk??? 😂😂😂 Sumbu pendek gda otak memang... Warviasakkk

owlela17@retnodwip82 mba warga Jakarta? Sy terkagum dg banyaknya saudara2 kita yg berdoa utk Jkt & Indonesia di jalan protokol tapi tau kah mba imbas nya terhadap pengguna jalan terutama bapak2 gojek, bluebird, transportasi online dll yg sedang mencari nafkah utk keluarganya? Terlebih jika ada yg menyalahgunakan situasi & membuat situasi jadi tidak kondusif? Menurut sy ini tidak bisa dibandingkan krn ini 2 aksi yg berbeda, aksi doa kepada Allah sedangkan yg ini aksi apresiasi kepada administasi daerah (manusia).

Demo berjilid-jilid yang tidak produktif


eriak-teriak Anti Kapitalis, setiap hari belanjanya di Indomaret & Alfamart, buka puasanya di Mc Donald & KFC, minumannya Coca Cola, dompet dan parfumnya Giorgio Armani, nongkrongnya di Starbucks, bedak bayinya Johnson & Johnson, susu anaknya Nestle, tapi sama pedagang pisang & kolang-kaling di pinggir jalan nawarnya ampun-ampunan.

Benci pada Kapitalisme tapi tak bisa meninggalkannya, akhirnya menjadikan hantu Komunisme (rival Kapitalisme) sebagai momok yang pagi, siang, malam dijadikan wirid untuk diteriaki.
Meneriakkan bahaya Komunis dengan isu pekerja China masuk, barang-barang China masuk, bisnis-bisnis dagang & property China masuk ke Indonesia. Haloo bos seandainya itu benar, maka si China itu bukan sedang menyebarkan komunisme, tapi Kapitalisme! Kenapa lu masih teriak Komunis?

Mereka tidak sedang mendirikan kantor Partai Komunis disini, atau ingin mengubah dasar Pancasila jadi Komunisme, apalagi mengulangi tragedi G-30/S. Tapi mereka datang untuk mengalahkan kalian dari segi ekonomi.

Lihat para keturunan mereka disini. Disaat mereka sudah buka toko di pagi buta dan mutar cashflow sampai malem, kalian hanya sibuk demo di hari-hari produktif. Lalu setelah kalah perekonomian, kalian teriak "Ini semua gara-gara komunis sipit!".

Ironis, rakyatku disorientasi pemikiran. Meneriakkan hantu, melupakan gajah di pelupuk mata.

Ingat warisan Orba, para keturunan Tionghoa dipersulit setengah mati untuk jadi PNS. Akhirnya mereka memutuskan untuk buka usaha saja. Sekarang lu masih nanya kenapa ekonomi dikuasai mereka sementara gaji lu masih segitu-gitu aja?
Sekali-kali introspeksi bos!

Try Sutrisno : Amien Rais Pengkhianat Bangsa !!!


Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Try Sutrisno menuding mantan Ketua MPR Amien Rais sebagai pengkhianat bangsa. Hal ini diungkapkan lantaran dirinya mengaku kecewa dengan Amien.Try pun mengisahkan jika saat itu, Amien tak menepati janjinya ketika amandemen UUD 1945 di era reformasi. Padahal dia sudah mengingatkan Amien terkait rencana melakukan amandemen UUD 1945 adalah sebuah langkah keliru.“Saya selalu ingatkan Amien Rais waktu amandemen empat kali dan saat ini dia mengaku salah,” ujar Try kepada wartawan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017).Try melanjutkan, dia masih ingat betul saat bertemu dengan Amien di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI belasan tahun lalu. Saat itu Amien meminta maaf kepada Try agar tak marah dengan langkahnya yang nekat mengamandemen UU.“Dia menyampaikan, ‘Pakde enggak usah khawatir, enggak usah gelisah karena kita amandemen itu ada kesepakatan MPR-nya,” ucap Try yang mengenakan batik kuning ini.Namun Try hanya menemukan lima kesepakatan dari enam kesepakatan yang sebelumnya dijanjikan Amien Rais akan disertakan dalam amandemen UUD 1945 tersebut.“NKRI tidak diotak-atik, UUD tetap harus itu, sistem presidensial tetap akan diperkuat, check and balance dipertajam, penjelasan UUD yang objektif akan dijadikan materi dan terakhir ini dilakukan dengan cara adendum,” ungkap Purnawirawan Jenderal ini.Kekecewaan Try kepada Amien bertambah karena hasil amandemen tidak dilakukan oleh MPR yang saat digawangi oleh Amien. Try bahkan menyebut Amien sebagai pengkhianat bangsa karena tak konsisten menerapkan amandemen UUD.“Tetapi setelah diketok dan empat kali diamandemen itu, kesepakatan semuanya tidak dijalankan oleh MPR sesuai dengan catatan. Kalau kata orang Pak Ali Sadikin lebih keras bicara, pengkhianat bangsa ini Amien Rais,” tutupnya.

Gubernur Ajak Masyarakat Tetap Jaga Toleransi Bersama

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengajak kepada seluruh komponen masyarakat Sulut, baik antar sesama pemerintah maupun masyarakat untuk tetap bersinergi dan tetap menjaga toleransi bersama dalam membangun Sulut lebih baik lagi.
Hal tersebut disampaikan gubernur saat menghadiri ibadah Hari kenaikan Yesus Kristus di gereja GMIM Anugerah Toiliang Kakas I Minahasa, Kamis (10/5).
Gubernur menyampaikan dalam membangun daerah dan jemaat, harus ada kerjasama antara pemerintah provinsi dan kabupaten kota agar pembangunan akan berjalan selaras dan baik.
“Saya berkomitmen untuk terus membangun Sulawesi Utara, Yesus telah bangkit dengan itu mari kita terus bersemangat untuk membangun sulut,” ujar gubernur.
Khusus untuk umat Kristiani gubernur mengatakan gereja sebagai umat Allah memang dibutuhkan dalam menjalankan roda pemerintah di daerah. Oleh karena itu, gereja tetap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga kehidupan yang harmonis, rukun, dan tetap berintegritas dalam kehdiupan sosial, termasuk dengan umat beriman dari agama lain.
Disamping itu Gubernur juga mengajak masyarakat untuk lebih cerdas dalam menanggapi segala bentuk berita di media sosial. Masyarakat Sulut harus menolak berita hoax agar kehidupan damai antar sesama masyarakat dapat terus terjaga di Sulut. Masyarakat harus mampu mempertahankan predikat Sulut sebagai daerah dengan toleransi tertinggi di Indonesia. (Humas Pemprov Sulut)

Kabupaten/Kota Dapat Bantuan Keuangan Khusus Dari Pemerintah Provinsi Sulut

15 kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Utara (Sulut) kemarin Jumat (11/4) menerima bantuan keuangan khusus pemerintah provinsi. Bantuan tersebut di serahkan langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey. Terlihat beberapa kepala daerah hadir. Seperti Walikota Bitung Max Lomban, Bupati Bolaang Mongondow Yasti Soepardjo, Penjabat Bupati Minahasa Roy Mewoh, Pelaksana tugas Bupati Talaud Petrus Tuange, Penjabat sementara Walikota Kotamobagu  M Rudy Mokoginta juga hadir dalam acara tersebut.

Dalam acara, Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang di dampingi Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw dan Sekretaris Provinsi Edwin Silangen mengungkapkan bahwa, hibah ini adalah prestasi dari olahraga. Karena itu, Olly mengajak agar menggiatkan kembali pekan olahraga  Provinsi Sulut. 

"Jadi dengan hibah ini, semua sarana dan prasarana olahraga memang harus ada. Karena kan sarana dan prasarana olahraga ini bukan hanya untuk tempat olahraga, namun bisa digunakan untuk banyak kegiatan lain. Seperti pada bulan Juli nanti, Sulut akan mengadakan Harganas yang otomatis akan membuat banyak masyarakat datang ke Sulut. Jadi sarana ini, kita juga bisa buat kegiatan," ucap Olly.

Sebutnya, Pemprov sangat serius dengan olahraga. Dan jelasnya, dengan diterima hibahnya ini. Maka daerah harus segera bergerak. Perencanaan tentang pembangunan sarana sudah bisa di laksanakan. Nanti di tahun kedepan Pemprov akan menyiapkan kembali dana untuk fasilitas infrastruktur olahraga. Olly juga menyebutkan, bahwa pemberian hibah ini bukan hanya olahraga namun juga untuk bidang kesehatan.

"Jadi kita memberikan hibah ini untuk kesehatan juga. Hibah ini, kita berikan untuk rumah sakit di daerah Kotamobagu. Saya harap semua yang menerima hibah ini bisa digunakan dengan sebaik mungkin," kuncinya.(Humas provinsi sulut)

Gubernur Olly Serahkan Dana Hibah Kepada 15 Kabupaten/Kota se Provinsi Sulut, Ini Daftarnya

Gubernur Olly Dondokambey menyerahkan Dana Hibah berupa Bantuan Keuangan Khusus kepada 15 Kabupaten dan Kota se Provinsi Sulawesi Utara. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Ruang CJ. Rantung Kantor Gubernur pada Jumat (11/5). 
Daftar penerima hibah dalam bentuk Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ini telah ditata pada APBD Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan telah ditetapkan pencanangannya dalam Peraturan Gubernur Nomor 2 Tahun 2018 meliputi BKK Bidang Kesehatan sebesar Rp.15.500.000.000 diserahkan kepada Kota Kotamobagu dan BKK Bidang Infrastruktur Olahraga sebesar Rp.29.500.000.000 yang penyerahannya terbagi kepada Kota Manado Rp.10.000.000.000, Kabupaten Minahasa Rp.5.000.000.000, Kota Bitung Rp.2.500.000.000, dan masing - masing sebesar Rp.1.000.000.000 untuk Kota Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolmut, Kabupaten Sitaro, Kabupaten Sangihe, Kabupaten Talaud, Kabupaten Bolmut, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minsel, dan Kabupaten Bolsel. 
Dalam arahan dan sambutannya, Gubernur Olly menyampaikan permohonan maaf karena nominal bantuan yang diberikan tidak sama antara satu kabupaten/kota dengan yang lainnya. Ia menjelaskan hal ini disebabkan oleh karena skala prioritas yang berbeda pula. 
"Saya mohon maaf karena dana hibah ini tidak bisa merata. Ada yang terima satu milyar ada yang lima belas setengah milyar, ada yang dua setengah milyar" tuturnya.
"Menyangkut Kota Kotamobagu memang dalam dua tahun terakhir Pemprov mensupport penuh dalam kegiatan pengembangan rumah sakitnya. Tidak mungkin kita bangun rumah sakit besar bersamaan di semua tempat. Karena kita fokus pada regional dulu. Bangun di Bolaang Mongondow Raya misalnya, bangunan bisa kita buat dan isinya bisa kita beli namun yang mengoperasikan peralatan medis tidak ada, akan percuma. Jadi saya kira itu yang harus kita pahami bersama, supaya apa yang sudah kita bangun dapat langsung dimanfaatkan bagi kita semua" imbuh Gubernur Olly. 
Diketahui RSUD Kotamobagu akan menjadi rumah sakit rujukan untuk masyarakat yang ada di Bolmong Raya, Minsel, serta Mitra. Dari data yang didapat tercatat 140 lebih warga Bolmong meninggal dijalan oleh karena jarak tempuh ke RSUD Provinsi di Malalayang Manado terbilang jauh. 
Sedangkan BKK Bidang Infrastruktur Olahraga digelontorkan berdasar keinginan Pemprov untuk menggiatkan kembali pekan olahraga yang ada di Provinsi Sulut, menumbuhkan bibit-bibit atlet berprestasi, dan sebagai persiapan PON Papua mendatang. Selain itu fasilitas olahraga yang dibangun diharapkan dapat menjadi penunjang even-even besar yang diadakan, menunjang kepariwisataan dan terutama menjadi wadah interaksi antar masyarakat.
"Selain membangun infrastruktur secara keseluruhan kita jangan lupa membangun mental, membangun interaksi karena sarana prasarana yang dibangun itu tempat terjadinya komunikasi antar masyarakat sehingga menghindarkan sikap individualis dalam masyarakat kita," pesan Gubernur.
Mengakhiri sambutannya Olly mengarahkan kepada daerah yang belum memiliki fasilitas agar dana yang diterima saat ini bisa digunakan untuk persiapan terlebih dahulu. "Bikin perencanaan, siapkan lahannya kita sharing sama-sama, kita support, nanti tahun depan kita bangun. Supaya kedepan pembangunan sarana prasarana olahraga dapat terbangun secara merata di Provinsi Sulawesi Utara ini," pungkas Gubernur. 
Turut hadir dalam acara Wakil Gubernur Steven Kandouw, Sekretaris Provinsi Edwin Silangen, Kepala BPKAD Provinsi Gammy Kawatu serta para Bupati dan Walikota penerima dana hibah. (Humas provinsi sulut)

LEDAKAN BOM DI TIGA GEREJA SURABAYA, KORBAN TEWAS TERUS BERTAMBAH

Bom meledak di tiga gereja di Surabaya dan korban tewas terus bertambah menjadi enam orang dan melukai 35 orang lainnya sekitar pukul 10.00 WIB, kata pejabat kepolisian.
Hasil identifikasi sementara kepolisian, sekitar pukul 10.10 WIB, menyebutkan, enam orang tewas dan 35 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami luka-luka.
Menurut polisi, bom pertama meledak sekitar pukul 07.30 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya.
Selang sekitar lima menit kemudian bom kedua meledak di gereja Pantekosta di jalan Arjuno, dan tidak lama kemudian bom meledak di gereja GKI di jalan Diponegoro, kata polisi.
"Enam orang meninggal dunia, dan 35 orang lainnya mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke rumah sakit," kata Juru Bicara Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung, kepada wartawan, Minggu (13/05).Polisi masih melakukan identifikasi terhadap korban yang meninggal dunia, dan jubir Polda Jatim belum dapat memastikan apakah pelaku termasuk korban yang tewas dalam serangan bom ini.
Frans Barung mengatakan, kepolisian akan menyampaikan perkembangan dari waktu ke waktu setiap jam.
Seorang saksi mata di Gereja Katolik Santa Maria, Lia, mengatakan dirinya hendak menuju gereja Santa Maria saat bom meledak.
"Sudah dekat di lokasi, sekitar 100 meter, ada kerumunan massa, dan terdengar teriakan "Pulang! Pulang!" Saya sempat lihat prutulan (potongan) daging di sekitar lokasi. Takut, saya putar balik ke rumah," ungkapnya kepada wartawan BBC, Jerome Wirawan.Sementara saksi lainnya, seperti dilaporkan Detik.com, mengaku melihat seorang perempuan membawa dua anaknnya yang dilihatnya "meledakkan dirinya di depan halaman" Gereja Katolik Santa Maria di Jalan Ngagel Madya Utara Surabaya .
"Saya sempat melihat dua orang anak dan ibunya datang membawa dua tas," kata satpam, Antonius kepada wartawan di lokasi, Minggu (13/05).
Awalnya, menurutnya, petugas menghadang ibu tersebut di depan pagar halaman gereja, tetapi ibu itu tetap mencoba masuk. "Tiba-tiba saja ibu itu memeluk petugas," ungkapnya.
"Tiba-tiba meledak," ungkap Antonius.
Belum ada keterangan polisi terhadap kesaksian Antonius tersebut.

Empat hal tentang kerusuhan di Mako Brimob


Dalam kerusuhan oleh napi terorisme Mako Brimob, tampak ada kebutuhan para napi teroris untuk melakukan propaganda aksi mereka melalui media sosial, dan dampak dari propaganda ini adalah bangkitknya sel-sel tidur teroris. Demikian Stanislaus Riyanta, pengamat terorisme yang sedang menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Indonesia, dalam artikel berikut ini.
Kerusuhan di Mako Brimob oleh napi terorisme 8-10 Mei 2018 lalu patut dicermati secara seksama. Aksi 155 orang napi terorisme tersebut mengakibatkan lima Bhayangkara gugur dan empat lainnya terluka, dan hasil visum terhadap kelima jenazah menunjukkan berbagai bentuk sayatan yang dalam.Dilihat dari kekejaman perlakuan itu, dapat dinilai bahwa kadar radikal dari para napi terorisme (napiter) itu sangat tinggi.
Bahwa penyiksaan dan pembunuhan brutal itu mereka siarkan secara live lewat media sosial, menunjukkan bahwa ada kebutuhan bagi mereka untuk melakukan propaganda tentang aksi mereka yang penuh kekerasan itu. Propaganda ini dapat dinilai sebagai ajakan untuk mengikuti apa yang mereka lakukan.
Dan dampak yang bisa terjadi dari propaganda ini adalah bangkitknya sel-sel tidur teroris.Nyatanya kita tidak perlu lama menunggu: pada malam harinya (Kamis, 10/5) pukul 23:45 WIB seorang yang diketahui berinisial TS melakukan penusukan terhadap seorang petugas Brimob Bripka Marhum Prencje di halaman kantor Intelmob Kelapa Dua Cimanggis Depok.
Pelaku berhasil dilumpuhkan dan ditembak mati petugas, sementara korban dari Brimob akhirnya gugur. Analisis sementara menunjukkan bahwa aksi ini dipicu oleh kejadian rusuh di Mako Brimob, sehingga pelaku merasa terpanggil untuk melakukan hal yang sama.Kejadian di mako Brimob ini menarik perhatian dunia internasional. Dengan cepat kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS mengumumkan klaim bahwa kerusuhan ini merupakan aksi 'para tentara ISIS." Kendati dilihat dari fakta lapangan, sulit menemukan adanya koordinasi atau perintah dari ISIS terhadap para napiter untuk melakukan aksi tersebut.
Betapa pun, beberapa dari napiter tersebut memang berasal dari kelompok yang berafiliasi dengan ISIS. Jadi wajar apapun yang dilakukan, terutama jika menguntungkan bagi bahan propaganda, akan diakui sebagai aksi ISIS.
Kasus ini patut dicermati dari berbagai sisi.
Pertama, penanganan napiter di rumah tahanan Brimob perlu dievaluasi dengan cermat. Napiter yang berada dalam rumah tahanan menganggap bahwa petugas (polisi) adalah lawan atau musuh mereka. Situasinya selalu panas, edikit saja selisih paham atau ketegangan, bisa membuat mereka 'meledak.'
Kedua, yang menjadi banyak pertanyaan, mengapa mereka bisa mendapatkan berbagai persenjataan -selain yang mereka ebut dari petugas. Ini terkait dengan senjata-senjata para napiter sebelum jadi tahanan. Dalam proses pemberkasan napiter di rumah tahanan Mako Brimob, barang-barang bukti aksi terorisme disertakan dan disimpan dalam rumah tahanan, termasuk senjata api dan senjata tajam mereka. Barang-barang bukti berupa senjata api dan senjata tajam inilah yang dibongkar paksa dan direbut oleh para napiter yang kemudian digunakan untuk melawan petugas Polri.
Ketiga, napiter mempunyai karakteristik radikal. Sebagian dari mereka adalah orang-orang terlatih, apalagi para eks kombatan. Itu sebabnya mereka memiliki kemampuan dan keterampilan untuk melakukan perlawanan di rumah tahanan Mako Brimob, dan melumpuhkan para petugas polisi yang sebenarnya juga sangat terlatih. Tentu jika mereka ditempatkan dalam rumah tahanan untuk napi kriminal biasa dengan para sipir sipil, situasinya bisa lebih berbahaya lagi.
Keempat, proses deradikalisasi di dalam rumah tahanan sama serkali tidak mudah. Apalagi dengan kondisi rumah tahanan yang penuh sesak, dan para napiter dengan ideologi yang sama itu sehari-hari berkumpul di lingkungan yang mereka anggap musuh yang sama. Situasi ini justru bisa membuat para napiter semakin radikal.Itulah berbagai kondisi yang harus dipahami, sehingga pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan napiter: bagaimana agar selama ditahan para napiter benar-benar bisa mengalami deradikalisasi yang efektif dan ketika bebas nanti mereka bisa menjadi bagian dari masyarakat pada umumnya. Trutama karena banyak napi terorisne yang mendapat masa hukuman yang cukup pendek, bahkan kurang dari lima tahun.
Hal lain yang muncul dari kejadia ini adlaah bredarnya asumsi dan teori konspirasi: bahwa kejadian di Mako Brimob seakan adalah rekayasa atau mempunyai muatan politik, Ini sangat tidak bertanggung-jawab, dan sangat berbahaya. Selain tidak menghormati dan tak sensitif terhadap korban dan keluarganya, teori-teori konspirasi itu menyesatkan dan membelokkan masyarakat dari fakta-fakta tentang bahaya terorisme dan radikalisme. Teori-teori konspirasi ini justru membantu agenda para teroris.