Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Saturday, 12 May 2018

LEDAKAN BOM DI TIGA GEREJA SURABAYA, KORBAN TEWAS TERUS BERTAMBAH

Bom meledak di tiga gereja di Surabaya dan korban tewas terus bertambah menjadi enam orang dan melukai 35 orang lainnya sekitar pukul 10.00 WIB, kata pejabat kepolisian.
Hasil identifikasi sementara kepolisian, sekitar pukul 10.10 WIB, menyebutkan, enam orang tewas dan 35 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami luka-luka.
Menurut polisi, bom pertama meledak sekitar pukul 07.30 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya.
Selang sekitar lima menit kemudian bom kedua meledak di gereja Pantekosta di jalan Arjuno, dan tidak lama kemudian bom meledak di gereja GKI di jalan Diponegoro, kata polisi.
"Enam orang meninggal dunia, dan 35 orang lainnya mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke rumah sakit," kata Juru Bicara Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung, kepada wartawan, Minggu (13/05).Polisi masih melakukan identifikasi terhadap korban yang meninggal dunia, dan jubir Polda Jatim belum dapat memastikan apakah pelaku termasuk korban yang tewas dalam serangan bom ini.
Frans Barung mengatakan, kepolisian akan menyampaikan perkembangan dari waktu ke waktu setiap jam.
Seorang saksi mata di Gereja Katolik Santa Maria, Lia, mengatakan dirinya hendak menuju gereja Santa Maria saat bom meledak.
"Sudah dekat di lokasi, sekitar 100 meter, ada kerumunan massa, dan terdengar teriakan "Pulang! Pulang!" Saya sempat lihat prutulan (potongan) daging di sekitar lokasi. Takut, saya putar balik ke rumah," ungkapnya kepada wartawan BBC, Jerome Wirawan.Sementara saksi lainnya, seperti dilaporkan Detik.com, mengaku melihat seorang perempuan membawa dua anaknnya yang dilihatnya "meledakkan dirinya di depan halaman" Gereja Katolik Santa Maria di Jalan Ngagel Madya Utara Surabaya .
"Saya sempat melihat dua orang anak dan ibunya datang membawa dua tas," kata satpam, Antonius kepada wartawan di lokasi, Minggu (13/05).
Awalnya, menurutnya, petugas menghadang ibu tersebut di depan pagar halaman gereja, tetapi ibu itu tetap mencoba masuk. "Tiba-tiba saja ibu itu memeluk petugas," ungkapnya.
"Tiba-tiba meledak," ungkap Antonius.
Belum ada keterangan polisi terhadap kesaksian Antonius tersebut.

No comments:

Post a Comment