KAMI MENJAWAB DENGAN BUKTI DAN
PRESTASI
Tim Voli putri JWS usai menjuarai PGN Livoli Divisi Satu.
Baru-baru
ini tim voli putri JWS Minahasa berhasil mencetak sejarah dengan menjadi tim
dari Sulut pertama yang lolos ke Divisi utama kejuaraan voli nasional Proliga. Tim
putri yang bermaterikan para pemain remaja namun sarat dengan pengalaman itu
memiliki kisah perjuangan yang dibilang tidak mudah namun berhasil mereka
lewati dengan keluar sebagai juara di berbagai turnamen. Terakhir ini adalah
dengan meraih emas Voli putri Porprov dan juara PGN Livoli divisi satu yang
turut mengantarkan mereka menjadi sejarah Bola Voli untuk Minahasa dan
Indonesia, tim voli pertama asal Sulut yang akan bertanding di Proliga divisi
utama. Terlihat sekali para pemain muda ini sangat enerjik dan bersemangat
untuk berprestasi bagi daerah dan Indonesia tentunya ke depan. Rasa kepemilikan
terhadap tim dan daerah Minahasa telah membangun kekuatan tersendiri bagi
kekompakan dan perjuangan mereka selama setahun ini membawa nama Minahasa di
berbagai turnamen. Kehadiran dan usaha keras mereka tentu diharapkan mampu
memotivasi anak-anak kita untuk berkarya dan berprestasi sebagaimana yang sedang
mereka tunjukkan. Hal itu selaras dengan upaya Bupati Minahasa Bapak Jantje Wowiling
Sajow yang memang serius dalam peningkatan prestasi berbagai olahraga daerah dan
secara khusus di bidang bola voli juga. Berikut beberapa petikan wawancara kami
dengan empat gadis cantik pemain inti tim voli JWS Minahasa yaitu; Maulida
Aulia Nisa (3/kapten tim), Ratri Wulandari (7), Alya Annastasya (14), dan Rika
Novianti (2/Libero)
Lentera Minahasa
(LM): Sejak kapan kalian direkrut untuk bermain bagi tim JWS Minahasa?
Maulida: Kami
direkrut sejak 2016 lalu, terhitung sudah ada setahun kami bermain bersama di
tim JWS Minahasa. Perekrutan bersifat kolektif di mana kami direkrut sekaligus
sebagai tim. Itu sebabnya permainan sudah sangat padu karena sudah terbiasa
bermain bersama sebelumnya.
LM: Dari mana saja
asal kalian?
Maulida: Bandung.
Ratri: Karawang,
Jawa Barat.
Alya: Bekasi.
Rika: Bandung.
LM: Beberapa suara
di masyarakat bertanya-tanya soal mengapa kalian bisa membela Tim Minahasa di
Porprov, tanggapannya?
Maulida: Kami
ber-KTP Minahasa dan punya rasa saling memiliki dengan daerah Minahasa.
(Adapun
mereka telah lulus pengurusan atau verifikasi di Dikpora Propinsi dengan demikian
sah sebagai warga Minahasa dan berhak turut serta dalam ajang Porprof. Sangat
membanggakan ketika mereka bisa menjawab semua pertanyaan itu dengan prestasi
yang dipersembahkan. Rasa kekeluargaan dan memiliki terhadap daerah ini telah
terbangun dalam tim mereka. Di sela-sela wawancara diketahui juga ternyata
Ratri Wulandari dan Alya Anastasya sebelumnya pernah merasakan ketatnya
pertandingan di Divisi Utama Proliga)
LM: Apa perasaan
dan kesan kalian setelah berhasil masuk ke divisi utama Proliga tahun ini yang
akan digelar Desember nanti?
Ratri: Sangat
bersyukur kepada Tuhan, sebelumnya tidak menyangka kalau bisa lolos ke divisi
utama bahkan sebelumnya sumbang emas untuk Minahasa di Porprof.
Rika: Bersyukur
dan bahagia.
(Pada PON di Jabar
lalu Rika bahkan meraih Perunggu untuk tim Voli Putri Sulut).
Maulida: Sangat
bersyukur, apalagi kami datang jauh-jauh, capek, namun terbayarkan dengan
hasil yang memuaskan, menjadi juara dan cetak sejarah untuk Minahasa.
Alya: Bersyukur,
semua usaha kami akhirnya tidak sia-sia.
LM: Apa targetnya
di Proliga nanti?
Maulida:
Setidaknya tidak terdegradasi. Kami tidak mau target yang muluk-muluk,
persaingan di sana ketat, 8 tim dengan materi pemain yang hebat bertaburan.
(Proliga
di isi banyak pemain timnas dan handal, bahkan pemain-pemain asing).
LM: Apa saja
prestasi yang sudah kalian raih bersama tim JWS Minahasa?
Ratri: Juara 1
Ramadhan Cup di Bekasi 2016.
Maulida: Thailand
Youth Volley Ball Tournament di Thailand 2017, juara 1 JWS Cup 2017, Juara 1
Minahasa Cup 2017, Juara 1 Walikota Cup di Tangerang 2016.
(Itu
hanya beberapa dari sekian prestasi yang sudah diraih untuk Minahasa sebelumnya.
Rencananya mereka akan ikut kejuaraan junior di Jogjakarta pada 27 November
sampai 2 Desember nanti).
LM: Bagaimana
kalian menghadapi studi dengan kesibukan yang banyak tersita untuk bola voli?
Alya: Kami semua
tetap melanjutkan sekolah, perimbangannya yah banyak membuat tugas.
Ratri: Kendalanya
adalah kadang capek latihan dan bertanding tapi tidak boleh mengabaikan tugas
sekolah juga.
(Selain
studi di daerah mereka, training center tim Voli JWS juga berlokasi di Bandung).
LM: Apa harapan
kalian bersama tim voli JWS Minahasa?
Maulida:
Harapannya agar saya bisa membawa nama Minahasa lebih dikenal lewat prestasi
kami.
Rika: Nanti ingin
lebih banyak lagi mencetak sejarah.
Alya: Akan lebih memberi
banyak bukti bahwa tim JWS bisa banyak berbicara di tingkat nasional.
Ratri: Saya ingin
Minahasa tidak diremehkan, apalagi selama ini jarang ada tim dari luar pulau
Jawa yang berkiprah di pentas nasional Proliga.
LM: Bagaimana
perasaan kalian selama ada di Minahasa?
Ratri: Nyaman,
berasa seperti ada di rumah sendiri, orangnya baik-baik.
Maulida: Berasa
seperti keluarga, hanya saja untuk ke mall dan pusat perbelanjaan itu jauh-jauh
jaraknya, harus ke Manado. Kami menikmati tempat-tempat wisatanya meski harus
melewati perjalanan yang jauh. Sempat berkunjung ke beberapa tempat wisata yang
keren, Mahembang beach di Kakas dan pemandangan Danau Tondano dari wisata alam Urongo.
Rencananya mau ke Bunaken juga tapi masih ada halangan cuaca yang tidak
menentu.
(Tampak
sekali hasrat mereka hendak berkunjung ke lokasi wisata Primadona Sulut itu,
yah pasti suatu saat nanti).
Alya: Merasa
seperti keluarga, orang-orangnya suka bertegur sapa.
Rika: Nyaman,
menikmati.
LM: Bagaimana
adaptasi dengan keadaan iklim di sini yang terkenal dingin?
Serempak semua
mengakui bahwa Tondano amat dingin, beberapa malah ada yang sempat sakit saat
pertama kali tinggal di sini.
LM: Kalau masakan
Minahasa bagaimana? Apa yang paling disukai?
Maulida: Saya suka
sekali Cakalang Fufu rica-rica. Meski makanannya umumnya beda sekali dengan
makanan Jawa tapi saya sudah terbiasa. Berat badan hampir saja naik karena
makan banyak tapi masih bisa diatasi karena rutin latihan setiap hari.
Alya: Saya suka
Sambal Roa.
(Mereka
memang biasa disuguhkan masakan Minahasa
selama di sini).
LM: Sekarang soal
lagu, kalian pasti sudah sering dengar lagu-lagu berdialek Manado, ada yang
kalian suka?
Ratri: Ada ada,
saya suka sekali lagu remix “Tangkis dank” sama yang judulnya “Mama goyang”.
Alya: Saya suka
ada lagu yang judulnya “Tukang ludah”.
(sontak
ruangan penuh canda tawa, bahkan keseringan mendengar lagu-lagu remix Manado
membuat mereka mulai belajar bahasa Manado, Ratri dan Alya bahkan mengaku bisa
mengerti sendiri arti lirik lagu-lagu tersebut setelah didengar
berulang-ulang).
LM: Bagaimana
tanggapan kalian dengan keberagaman umat beragama di sini?
Alya: Bagus
sekali, di Minahasa orang-orangnya amat toleransi beragama, ingin cerita di tempat
saya nanti saat pulang.
Ratri: Ya, ramah
dan akrab tidak pandang perbedaan agama dan lainnya.
LM: Terakhir,
kalau cowok-cowok Minahasa?
Ratri: Mulus euy (sambil
tertawa dengan logat Sunda yang kental).
Alya: Ganteng
ganteng, pembawaannya fun.
Rika: Putih putih,
banyak yang ajak selfie lagi.
Maulida: Secara
umum tidak cuma cowoknya, ceweknya juga putih, ada yang kayak orang China sipit
gitu.
(Rata-rata
mereka memiliki fans dan banyak yang ajak foto bareng usai pertandingan Kabarnya
kapten tim Maulida Aulia Nisa dan Alya Annastasya sudah memiliki hubungan dekat
dengan cowok asal Minahasa, untuk nama masih dirahasiakan.).
Reporter: Nigel
Reporter: Nigel
Ratri Wulandari (7), Maulida Aulia Nisa (3), Rika Novianti (2), Alya Annastasya (14).


No comments:
Post a Comment