Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Tuesday, 30 October 2018

Bahar Bin Smith: Uztad kasar, Ceramah Tak Senonoh

berikut ini adalah opini seorang warga tentang Bahar Bin Smith, Uztad radikal.
Kotbah atau ceramah rohani selalu mempunya sifat mencerahkan, menenangkan, dan mendamaikan, dan mendekatkan pendengarnya kepada Allah. Entah di agama mana pun sifat kotbah atau ceramah itu tidak berbeda, yang berbeda adalah substansinya, caranya, wadahnya, situasinya, suasananya dan tempatnya.
Tetapi sepertinya kalau mendengarkan ceramah atau kotbah Bahar bin Smith, kamu tidak akan dicerahkan, ditenangkan apalagi didamaikan. Kenapa? Karena dia bukan sedang mencerahkan melainkan menjerumuskan, bukan menenangkan melainkan menggelisahkan, bukan mendamaikan melainkan memprovokasi, dan bukan mendekatkan kepada Allah melainkan menjauhkanmu dari Allah. Minimal, itu menurut saya.
Saya sudah mendengar banyak kotbah atau ceramah dari berbagai agama-agama. Ada yang ngawur, ada yang sesat, ada yang memprovokasi, ada yang menenangkan, ada yang sangat mendamaikan, dan ada yang paling menjijikkan. Kotbah atau ceramah yang paling menjijikkan yang pernah saya dengan ya kotbah Bahar bin Smith tentang kemaluan seorang wanita. 
”Ahli firasat berkata apabila seorang perempuan itu bibirnya besar, berarti kemaluannya besar. Ini ilmu, kog diprotes? Apabila perempuan bibirnya kecil, berarti kemaluannya kecil. Apabila bibirnya merah, berarti kemaluannya kering. Firasat! Apabila seorang perempuan tulang belakangnya ini bongkok, berarti kemauannya dia itu bersetubuh besar, nafsunya gede… perempuan apabila dagunya Panjang, maka kemaluannya dalam dan bulu kemaluannya brutus. Yang ngomong ahli firasat.


Saya sudah mencari beberapa sumber dari video ini. Dari beberapa sumber video di Youtube semuanya sama, yaitu Kampung Media, 22 Oktober 2018QSK13, 23 Oktober 2018Berita Heboh, 27 Oktober 2018,@joxzin_jogja, 29 Oktober 2018 , dan Mystery Case, 29 Oktober 2018. Jadi menurut waktu publish, channel Kampung Medialah yang pertama mengunggah ke jejaring Youtube.
Bahar menyebut bahwa pengetahuannya tentang kemaluan perempuan itu menurut ahli firasat. Firasat dalam KBBI adalah (1) n keadaan yang dirasakan (diketahui) akan terjadi sesudah melihat gelagat: (2) n kecakapan mengetahui (meramalkan) sesuatu dengan melihat keadaan (muka dan sebagainya): (3) n pengetahuan tentang tanda-tanda pada badan (tangan dan sebagainya) untuk mengetahui tabiat (untung malang dan sebagainya) orang: (4) n keadaan muka (mata, bibir, dan sebagainya) yang dihubung-hubungkan dengan tabiat orangnya (untuk mengetahui tabiat orang).
Maka secara umum firasat dipahami sebagai tanda-tanda, baik tanda-tanda tentang apa yang akan terjadi, tanda-tanda penyebab sesuatu itu terjadi, tanda-tanda arti dari sesuatu serta tanda-tanda yang menggambarkan sikap seseorang. Maka dengan demikian ahli firasat berarti ahli t
anda-tanda itu. Sepengetahuanku juga seperti itu
.

Dalam ceramahnya, si Bahar salah memahami arti ke empat firasat dalam KBBI. Tanda-tanda tubuh tidak menggambarkan informasi bagian tubuh yang lain. Melainkan tanda tubuh menggambarkan sikap orang lain. Misalnya, firasatku berkata Bahar itu tidak senonoh sebab matanya liar merah padam.
Pun setelah melalui pencarian di internet dan bertanya ke pada teman, tidak ada ajaran Islam yang menyatakan demikian. Mohon maaf kalau salah. Yang satu temukan itu sebatas hukumnya mencukur rambut kemaluan, hukum sunat untuk perempuan, hukum memperbesar kelamin, dan lain sebagainya yang dari semuanya itu tidak ada yang menjelaskan apa hubungan bentuk bibir dengan bentuk serta ukuran kemaluan perempuan.
Itulah sebabnya, saya mengatakan bahwa kotbah atau ceramah si Bahar ini sangat menjijikkan, menyesatkan dan tidak pantas sama sekali diutarakan kotbah. Andaikan pun ada pernyataan seperti itu, adalah tidak relevan diungkapkan secara vulgar seperti itu.
Apalagi ketika kotbah atau ceramah itu dibagikan ke media sosial. Selain menimbulkan pertanyaan di kalangan netizen, akhirnya akan menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat. Saya sendiri jadi bertanya-tanya, apa ada ajaran seperti itu. Bisa jadi ceramah seperti ini akan menimbulkan pandangan buruk publik terhadap Islam. Bisa jadi loh ya.
Kalau saya sendiri sih tidak percaya, yang dia katakan. Makanya saya bilang Bahar itu habib rasa germo, karena hanya berdasarkan pengalaman-pengalaman terhadap wanita dan kemaluannya sajalah seseorang dapat menyimpulkan seperti itu. Metode ini biasa dikenal metode induktif. Hahaha…. Metode induktif pembuktian keserasian bentuk dan ciri bibir dengan ukuran kemaluan perempuan….. Vangke……
Saya kira orang-orang seperti ini harus ditertibkan. Beberapa hari yang lalu juga manusia ini sudah ceramah provokatif mengajak rakyat untuk membenci pemerintahnya. Kalau dibiarkan, ya wassalam saja…
Untung yang saya temukan masih satu. Coba kalau ada dua orang penceramah seperti ini di kalangan Islam dan Indonesia? Apa kata dunia? Ceramah seperti ini kan sudah menjijikkan, menyesatkan pula.

1 comment:

  1. Itu Habib Bahar mrnjelaskan isi kita fathul izar. MakaNya min, jangan langsung nge judge orang.

    ReplyDelete