Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Monday, 15 October 2018

Ormas Adat Tolak Kehadiran pendakwah radikal sesat Bahar bin Smith di Manado

Berita di bawah ini hasil rangkuman dari berbagi sumber berita.
Mari kita bangsa Minahasa bersatu melawan pemuka-pemuka agama intoleran radikalis yang menyebarkan provokasi dan kebencian dalam dakwah mereka.

Ormas Adat Manado

Tanggapan Keras Habib Bahar Bin Smith Usai Ditolak ke Manado

Bandara Sam Ratulangi Manado, Senin (15/10/2018), didemo ratusan warga yang mengatasnamakan ormas adat. Mereka menolak kehadiran Habib Bahar bin Smith di Manado.
Sejak siang hari sekitar pukul 11.00 Wita, anggota ormas mulai menduduki Bandara Sam Ratulangi Manado.
Pantauan  di lokasi, orang-orang dari ormas adat Manado ini juga melakukan razia terhadap setiap kendaraan yang hendak keluar dari bandara.
"Kami menolak kehadiran penceramah yang berpaham radikal. Kami ingin Sulawesi Utara damai," ujar Frangky Boseke, salah satu petinggi ormas adat.
Kehadiran Habib Bahar bin Smith terkait pelaksanaan tabligh akbar di Manado. Hingga pukul 18.00 Wita, kondisi bandara Manado masih dijaga ketat ratusan aparat gabungan dari Polri dan TNI. 

Pengkhotbah Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith alias Habib Bahar bin Smith, ditolak datang oleh sejumlah organisasi masyarakat adat di Manado, Sulawesi, Utara, Senin (15/10/2018).
Ratusan orang bahkan mendatangi Bandara Sam Ratulangi agar Habib Bahar Bin Smith tak bisa menginjakkan kakinya ke daerah tersebut.Mereka menilai, Habib Bahar Bin Smith adalah tokoh FPI dan ceramahnya cenderung provokatif.Akibat aksi itu, Bandara Sam Ratulangi sempat dikepung massa hingga Senin malam sekitar pukul 20.00 WITA.
“Manado adalah daerah kondusif. Kami tak ingin dia mengganggu stabilitas keamanan di Sulawesi Utara,” kata Steven Kembuan dalam orasi penolakannya.
Habib Bahar Bin Smith rencananya menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Alwi bin Smith, Kelurahan Karame, Kecamatan Singkil.Namun, Steven menegaskan, warga Manado menolak kedatangan Habib Bahar Bin Smith bukan karena agenda kunjungannya, melainkan ceramah-ceramahnya yang provokatif seperti tersebedar di YouTube.
Beberapa jam usai aksi penolakan itu, muncul video di laman Facebook yang memperlihatkan Habib Bahar Bin Smith tengah berbicara di depan sejumlah jemaah. Video itu diduga merupakan acara Haul Akbar di Manado.
Dalam video yang diunggah akun Muslimina Update itu, Habib Bahar Bin Smith mengatakan, tetap akan datang ke Manado meski mendapat pengadangan atau tentangan.
Habib Bahar Bin Smith mengaku, ia adalah asli putra Manado. Dia punya bapak, ayah, kakek, nenek yang dikubur di Manado. Habib juga mengaku mempunyai umi yang orang Minahasa Utara."Oleh karenanya saya sampaikan tadi, ketika ditolak oleh beberapa ormas, pentolan-pentolannya, ketua-ketuanya, mereka berjumpa dengan saya ke atas, mereka menyampaikan begini-begini dengan, baik kita berbincang berdialog dengan baik, itu sampai-sampai pesawat satu jam menunggu untuk memulangkan saya (ke Jakarta)," ujar Habib Bahar.
"Dari sekian banyak jawaban saya cuma satu, mereka meminta saya kembali ke Jakarta. Jawaban saya cuma satu, saksinya banyak, saya jawab, saya tidak akan pulang, saya maju, saya hadir acara haul saya punya abah, atau saya mati," ujar Habib Bahar dengan nada keras.

Sekelompok massa yang mengatasnamakan ormas adat melakukan demonstrasi di Bandara Sam Ratulangi Manado, Senin (15/10/2018) menolak kedatangan Habib Muhammad Bahar bin Alwi bin Smith dan Habib Muhammad Hanif bin Abdulrahman Alatas di Sulawesi Utara (Sulut).
Sejak siang hari, anggota ormas tersebut mulai menduduki Bandara Sam Ratulangi Manado. “Kami menolak kehadiran penceramah yang berpaham radikal. Kami ingin Sulawesi Utara damai,” ujar Frangky Boseke, salah satu petinggi ormas adat.
Kedatangan Habib Bahar dan Habib Hanif adalah untuk menghadiri acara Haul Habib Ali bin Smith yang merupakan salah satu tokoh agama Islam di Manado. Massa umat Islam juga berkumpul di Bandara menanti kedatangan keduanya.
Pihak DPP FPI juga meneruskan informasi yang dilaporkan di akun Twitter Lembaga Informasi Front ‏@LembagaF, yang menyebut, “Preman-preman mulai bikin pengadangan terhadap acara dakwah Habib Hanif Alatas di Minahasa yang diundang dalam acara haul ayah dari Habib Bahar bin Smith. Ingat kami bukan orang-orang bodoh yang tidak tahu LSM-LSM mana yang bermain dan berafiliasi dengan ormas mana dalam pengadangan ini!!!.”
Menurut sumber itu, “Sekian kalinya aparat menginginkan Habib Hanif dan Habib Bahar bin Smith untuk balik ke Jakarta dengan alasan situasi tidak kondusif. Aneh, Habib Hanif dan Habib Bahar mau menghadiri haul dari ayah dari Habib Bahar. Kok jadi mesti nurutin preman?”
“Ribuan dari umat Islam berada di luar bandara untuk menjemput Habib Hanif dan Habib Bahar namun diadang untuk masuk bandara. Sedang segelintir preman dibiarkan mengadang di dalam bandara. Ingat umat Islam jangan kalian intimidasi,” sebutnya.
Sementara itu, Habib Hanif yang dikenal sebagai menantu Habib Muhammad Rizieq Syihab memberikan keterangan melalui video yang beredar. Ketua Front Santri Indonesia (FSI) itu minta aparat kepolisian menindak aktor intelektual aksi pengadangan tersebut. “Saya mohon aktor intelektual ini dikejar, ini pemecah belah NKRI, ini yang merusak kebhinnekaan kita,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan, kenapa kelompok pengadang tersebut bisa masuk ke area bandara yang seharusnya steril dari aksi semacam itu. “Ini semua acara (Haul Habib Ali bin Smith) sifatnya konstitusional, dilindungi undang-undang. Jadi kita harap aktor intelektualnya supaya dikejar jangan sampai dibiarkan karena itu jelas melanggar undang-undang. Undang-undang negara mana yang memperbolehkan sekelompok orang dengan senjata lengkap di bandara, apalagi bandara objek vital,” jelas Habib Hanif.

No comments:

Post a Comment