
Senyuman Bahar bin Smith begitu dipaksa. Wajahnya terlihat gelisah. Matanya ia tutup dengan kacamata hitam ala 70-an, dengan frame yang besar. Kacamata mahal itu dipakai untuk menutupi ketakutannya. Gemetar.
Ditambah dengan peci putih, dan ditutup kain sarung, yang harusnya ditaruh di bagian pinggang. Bahar bin Smith terlihat begitu ketakutan. Wajahnya sudah tidak seperti dulu lagi. Ia tahu bahwa dirinya akan terus mendapatkan kesulitan dengan pemanggilan berjilid-jilid. Bagaimana wajah-wajahnya?
Mata orang tidak bisa menipu. Perasaan seseorang, akan terlihat dari matanya. Jika orang senang, akan terlihat dari matanya. Matanya akan bersinar-sinar. Meski wajahnya kurang tampan tidak seperti penulis, maka matanya membuat wajahnya semakin baik apabila ia gembira.
Akan tetapi jika ia sedih, matanya juga memberikan indikasi bahwa orang ini sedang gelisah. Matanya cenderung sayu dan turun. Mata orang sedih, membuat wajah setampan atau secantik apapun, gundah gulana.
Mata orang yang ketakutan juga sama. Matanya ada sedikit kekhawatiran. Gelisah. Terlihat sekali bahwa matanya benar-benar suram. Orang yang takut, cenderung memiliki pupil yang berbeda. Pupil yang ukurannya tidak konsisten, adalah tanda orang yang sedang ketakutan.
Cara satu-satunya untuk menghindari dari pembacaan orang tentang mata, adalah menutupnya. Menggunakan kacamata hitam seperti Prabowo, itulah yang dilakukan oleh Bahar bin Smith.
Orang ini menutupi ketakutannya dengan kacamata, bahkan pakai kerudung pula. Situ perempuan? Bukan kan? Mungkin ia sedang menutupi ketakutannya dengan luar biasa.“Jangan sampai ketahuan oleh para pengikut kalau saya ketakutan.”
Mungkin begitu perasaan Bahar bin Smith ketika ia sedang memenuhi panggilan polisi dengan penuh pengawalan dari jutaan pengacaranya. Eh maksudnya puluhan pengacaranya, katanya sih begitu.
Penulis ada sebah pesan cantik untuk si Bahar ini.
Hal-hal buruk akan selalu terjadi dalam hidup. Akan banyak orang-orang menyakiti Anda, ia datang silih berganti.
Namun, ada sebuah hal yang penting. Apa itu? jangan gunakan kejahatan orang lain sebagai alasan untuk membalas dan menyakiti seseorang kembali.
Cobalah senantiasa meluaskan hati yang semoga dengannya hati dapat menjadi semakin lembut.
Betapa sedikit orang yang ingin berlomba untuk mengambil sebuah kesempatan dalam belajar dan memungut hikmah lewat orang-orang yang “mampir” dan menjadi ujian bagi dirinya..
Padahal dengan menempa diri, dari sanalah orang lain takkan mampu mengukur betapa indahnya kelembutan dan keluasan didalam hatimu
Pun sebaliknya. Jika seseorang itu gemar memupuk amarah, rasa benci dan dendam, dari sanalah awal bertumpuknya sampah dan racun hati. Dan yang kemudian melahirkan kekeruhan dan kesombongan yang bertingkat-tingkat.
Emosi tak boleh mengalahkan kecerdasan
Management hawa nafsu harus mampu memberantas berbagai respon buruk yang mungkin ditimbulkan dari reaksi kemarahan.
Berpanjang-panjang dalam ‘Kemarahan’ itu tidak pernah memberikan SOLUSI BAIK.
Berpanjang-panjang dalam ‘Kemarahan’ itu tidak mampu membangun KARAKTER BAIK.
Berpanjang-panjang dalam ‘Kemarahan’ itu menghancurkan banyak POTENSI BAIK.
Lantas bagaimana cara kita untuk menghadapi Bahar bin Smith yang lucu itu? Mari kita simak beberapa nasihat tampan penulis.
Senyumlah kepada si pembuat onar. Amarah tidak akan menyelesaikan masalah. Karena ternyata, banyak hal yang tidak selesai dengan amarah. Lawan amarah dengan kesabaran. Karena seperti yang Mario Teguh katakan,
Untuk mencintai, kamu harus memiliki kekuatan. Kekuatan melawan amarah dengan kesabaran dan kekuatan memaafkan dengan ketulusan.
Hakikatnya sifat manusia ialah penuh cinta dan kelembutan. Cinta dan kelembutan adalah sifat manusia, amarah dan gairah nafsu adalah sifat binatang. Itu yang dikatakan Jalaludin Rumi.
Jangan balas kebencian dengan kebencian. Karena saat kau membalas kebencian dengan amarah dan caci maki, saat itulah musuhmu menang.
Belajar dari kasus Bahar. Bahwa orang yang mengandalkan otot dan amarah ialah orang yang kurang ilmu. Siapakah orang yang kurang ilmu? Dialah orang yang mengandalkan otot dan amarah dalam menyikapi segala sesuatu. Setidaknya itu yang dikatakan oleh si Aa Gym. Aa Gym membantai Bahar bin Smith dalam hal ini.
Amarah merugikan diri sendiri. Yang paling Oprah Winfrey tahu tentang amarah adalah dia lebih banyak melukai diri sendiri daripada orang yang kita marahi. Jangan terlalu banyak berkeluh kesah dan marah-marah.
Begitulah marah-marah.
No comments:
Post a Comment