Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Wednesday, 12 December 2018

Bupati Cianjur Kena OTT KPK, Anak Buah Kompak Mingkem, Sekda Langsung Ngacir: Pokoknya Saya Nggak Tau

Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar

Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur, langsung ngacir dan menghilang usai kabar ditangkapnya Bupati Cianjur Irvan Rivano Mochtar dalam operasi tangkap tangan (OTT KPK), Rabu (12/12/2018).Para pejabat yang ditemui awak media pun memilih bungkam dan menghindar saat ditanya soal OTT Bupati Cianjur itu.
Seperti Kabag Humas Pemkab Cianjur, Gagan Rusganda yang sudah tidak ada di tempat kerjanya. Saat dihubungi melalui telepon selularnya pun tak diangkat. Anehnya, Gagan masih mau membalas pesan melalui Whatsapp tapi enggan menemui wartawan.“Ya paling ada atau tidaknya OTT KPK tersebut,” balasnya saat ditanya kanar tersebut.
Tak jauh berbeda, pun demikian Sekda Kabupaten Cianjur, Aban Sobandi, yang langsung ngacir saat dihadang PojokSatu.id di Kantor Sekretariat Daerah.
Aban pun enggan berkomentar sat ditanya soal kabar penangkapan atasannya itu. Sebaliknya, ia memilih buru-buru pergi meninggalkan kantornya.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, ternyata sudah diincar sejak Selasa (11/12) malam. Hal itu sebagaimana penuturan salah seorang sumber PojokSatu.id di internal Pemkab Cianjur.
Sang sumber menyebut, ditangkapnya Bupati Cianjur itu diduga terkait pemotongan dana pembangunan sekolah se-Cianjur. Bupati, diduga memotong sebanyak 30 persen dari setiap sekolah yang mendapat bantuan dana tersebut.
“Kabarnya gitu (pemotongan dana rehabilitasi sekolah),” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kabar itu diperkuat dengan banyaknya kepala sekolah yang mengeluh karena dipaksa menyerahkan 30 persen dana yang diterima.
“Sudah lama sebenarnya. Lebih banyak di Cianjur Selatan,” beber dia.
Para kepala sekolah itu, lanjutnya, akhirnya terpaksa mengurangi bahan-bahan bangunan untuk renovasi sekolah. Semisal ukuran besi yang dikecilkan, pengurangan semen, dan lain-lain.
“Genteng juga terpaksa pakai yang berkas. Pokoknya kualitas bahan bangunan dikurangi,” ungkapnya.
Dari total uany hasil pemotongan dana pembangunan sekolah itu, katanya, akhirnya dikumpulkan dan mencapai Rpp 1,5 miliar. Kabarnya uang itu pula yang menjadi bukti dalam OTT KPK tersebut.“Makanya uang itu diserahkan hari ini. Yang jadi bukti itu. Kabarnya gitu,” jelasnya.
Sang sumber mengungkap, ada enam orang yang ditangkap dalam operaso senyap tersebut. Mereka ditangkap di Bandung dan Cianjur.
“Katanya, yang ditangkap di Bandung itu Kadisdik. Kalau bupati ditangkap di pendopo. Dijemput sama petugas KPK,” pungkasnya.

No comments:

Post a Comment