Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Saturday, 29 December 2018

Para Elite PAN Mundur, Koalisi Adil Makmur Goyang Pantura

Para Elite PAN Mundur, Koalisi Adil Makmur Goyang Pantura


Tsunami politik bertubi-tubi melanda PAN di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan. Mulai dari membelotnya para kader DPW PAN Di kalimantan dan Sumatera yang mendukung Jokowi terang-terangan makin membuat PAN makin panik saja. Apalagi ada kepala daerah yang jadi kader PAN malah mengalihkann dukungan ke Jokowi. Kondisi ini jelas menggoyahkan bukan hanya internal PAN tapi menggoyangkan Koalisi Adil Makmur. Alamat Pileg buat PAN dan Pilpres buat Koalisi Adil Makmur jadi goyang Pantura.
PAN dan Koalisi Adil Makmur ibarat biduan tua yang tak seksi lagi, makin sumbang dan ditinggalkan kader dan elitenya sendiri. Jadilah goyang Pantura, bukan sosok biduan cantik bersuara merdu tapi ibarat jalan Pantura zaman old yang kalau mobil lewat harus goyang ekstrim kanan dan kiri.
Balik lagi ke realita, PAN goyang bukan hanya terbelah tapi terpecah. Tadinya pengurus PAN mengatakan bahwa para kader dan pengurus PAN pendukung Jokowi tidak perlu dipecat. Eh rupanya kader yang membelot makin banyak sampai akhirnya datang desakan anaknya Amien Rais si Hanafi meminta mereka yang mendukung Jokowi untuk dipecat. Panik juga si dan main kuasa si Hanafi kayak Bapaknya si Sengkuni.
Belum reda masalah itu, lima pendiri partai meminta Ketua Kehormatan si Amien Rais untuk mundur. Ditambah barusan ini sejumlah elite partai tepatnya 3 tokoh senior hengkang, selamat nyungsep di 2019. Makin terpuruknya PAN tak menunggu lama berbarengan dengan PKS yang juga digoyang, terbelah dan makin terpuruk bersama.
Oh tak ketinggalan para kadernya yang didera kasus korupsi termasuk Zumi Zola dan adik-adik dari Ketumnya sendiri si Zulkifli, yang termasuk dalam belasan kader PAN yang sudah terciduk korupsi. Para kader bermasalah ini makin menambah gelombang tsunami yang membuat PAN seperti Ketum Kehormatannya, makin terhuyung dan jalannya sempoyongan.
Dalam survei Pileg Litbang Kompas pada 24 September-5 Oktober 2018, PAN termasuk dalam kelompok parpol yang masih belum aman alias mendekat suram. PAN berpotensi menembus ambang batas, tapi juga bisa melorot karena berada di angka 2,3 persen, di bawah Nasdem, PKS dan PPP.
Makanya PAN fokus ke Pileg dan resikonya dukungan ke Prabowoo-Sandi sudha tak sekokoh dulu di Pileg 2014. Nasib PAN bersama koalisinya jauh dari harapan dan akan menggembosi koalisi Adil Makmur. Survei LSI lebih kejam, di Desember ini hanya berada di bawah 2 persen. Perih dan makin olenglah PAN menuju kehancuran.
Tapi PAN punya banyak alasan untuk berkelit. Pengurus PAN masih menghibur diri. Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Intan Fauzi menanggapi terkait beberapa kader yang mengundurkan diri dari partai. Menurut Intan hal tersebut tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan PAN.
Justru membuat partainya semakin berjibaku menangkan pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Yakin nggak mempengaruhi kekuatan PAN? Banyak loh kader di Kalimantan dan Jawa yang berjamaah membelot ke Jokowi.
Soal digoyang para pendirinya, PAN masih tegar berkelit pula dan mengklaim bahwa mereka tokoh lama yang sudah tak berpengaruh. Kalau elite partainya sendiri gimana PAN? Panik pastinya karena kekuatannya makin keropos, PAN makin oleng didera tsunami politik menyusul PKS yang juga terbelah, terpecah dan ambruk.
Entah karena kena azab, di bawah kepemimpinan Zulkifli Hasan di tambah dewan kehormatan si Amien Rais, PAN bukannya makin berkibar tapi makin turun lalu sekarat dan megap-megap. Ketidakbecusan Zulkifli memimpin dan mengurus partai menjadi penyebab utama mundurnya elite PAN baru-baru ini.
Adalah tiga elite Partai Amanat Nasional (PAN) mundur dari partai menjelang Pemilu 2019. Bukan sembarangan karena Putra Jaya Husin dan Agung Mozin ini adalah tokoh penting PAN. Hengkangnya kedua orang penting PAN ini terjawab yaitu karena adanya ketidakcocokan dengan sang ketum, Zulkifli Hasan, dalam mengurus partai.
"Ada perbedaan pendapat dengan ketua umum tentang bagaimana sebaiknya kita mengelola partai sebagai lembaga demokrasi," ungkap Putra Jaya Husin lewat pesan singkat, Kamis (27/12/2018) ke Detikcom.
Putra Jaya Husin menyatakan nonaktif sebagai kader PAN untuk saat ini. Ia yang menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan itu sudah mengajukan permintaan nonaktif sejak 20 Juli 2018. Selain Putra, dua elite PAN lain yang mundur adalah Agung Mozin, Ketua Badan Cyber dan Multimedia PAN, serta Nasrullah yang mundur dari posisi Bendahara Umum (Umum).
Ketidakcocokannya bukan karena terkait dengan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais seperti yang dipermasalahkan sejumlah pendiri partai. Jadi kalau tidak dengan Amoin Rais, masalahnya sama Ketum, sama saja, kan besannya.

Dengan gelombang mundurnya para elite PAN ini apalagi ada Ketua Badan Cyber dan Multimedia akan menambah suram PAN ke depannya. Goyang Pantura zaman old yaitu oleng kiri dan kanan makin membuat PAN suram dan pantas nyungsep di tahun 2019. jadilah PAN partai kenangan terindah koalisi Adil Makmur bersama Prabowo.

No comments:

Post a Comment