Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Thursday, 10 January 2019

JIMI Desak Polri Ungkap Dalang Kasus Hoaks Surat Suara

Aksi unjuk rasa Jaringan Insan Muda Indonesia (JIMI) di depan Gedung Bareskrim Mabes Polri, mendukung pengungkapan kasus hoaks surat suara tercoblos, Kamis (10/1/2019). (firdausi/pojoksatu)

Massa yang tergabung Jaringan Insan Muda Indonesia (JIMI) menyambangi Gedung Bareskrim Mabes Polri. Mereka berunjuk rasa menyampaikan dukungan sekaligus pujian terhadap Polri karena berhasil mengungkap kasus hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos.Sebagaimana diketahui, Mabes Polri telah menangkap Bagus Bawana Putra sebagai tersangka pembuat konten (kreator) dan pendengung (Buzzer) berita bohong tersebut.Beredar kabar kalau Bagus adalah Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu ditangkap di Sragen Jawa Tengah pada 7 Januari 2018.
“Polri jangan takut, rakyat di belakangmu. Usut tuntas kasus hoaks di republik ini,” kata Kordinator aksi JIMI Faris di depan gedung Bareskrim, Kamis (10/1/2019).
hoaks surat suara
Aksi unjuk rasa Jaringan Insan Muda Indonesia (JIMI) di depan Gedung Bareskrim Mabes Polri, mendukung pengungkapan kasus hoaks surat suara tercoblos, Kamis (10/1/2019). (firdausi/pojoksatu)
Menurut Faris, harusnya kubu Prabowo-Sandi menyudahi bermain hoaks. Apalagi masyarakat sudah semakin cerdas dengan permainan pihak yang sengaja membuat konten bohong jelang Pemilu ini.
Karena itu, lanjut Faris, ia menyarankan agar para pelaku dan penyebar hoaks ini diberikan efek jera agar bisa menjadi pelajaran dan tidak terulang kembali.
“Hoaks Ratna Sarumpaet sudah, hoaks selang cuci darah sudah, kini hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos, berikutnya apalagi coba. Publik kita sudah cerdas, siapa biang keroknya di balik ini? Harus dibongkar,” tegasnya.
Dia pun mengaku kasihan jika pelaku ternyata tidak diakui sebagai bagian dari relawan paslon 02. Padahal sudah jelas-jelas pelaku itu termasuk timnya.
“Kasihan benar, habis manis sepah dibuang. Sekelas pentolan relawan aja gak diakuin apalagi yang demen nyebarin hoaks terus ketangkap Polisi. Tahun 2018, permainan isu hoaks gagal total, kok 2019 diulangi lagi pakai isu hoaks, ada yang panik kayaknya takut kalah,” pungkasnya.

No comments:

Post a Comment