
Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pesan tegas untuk kader PDIP di seluruh Indonesia.
Megawati meminta, meminta para kadernya berani bersuara bila ada petugas pemilihan yang tak memberikan hak pilih kepada warga negara.
Menurutnya, setiap warga negara mempunyai hak memilih saat pemilu.
Dia berharap masyarakat bisa menggunakan hak politiknya dengan baik alias tidak golput.
Megawati mengatakan, hak dan kewajiban warga negara itu sudah diatur dalam konstitusi yakni UUD 1945.
“Kalau memang masyarakat punya animo memilih, sudah mendaftar untuk mencoblos, ya harusnya dikasih (form C6). (petugas) Tak usah banyak alasan,” kata Megawati, Senin (15/4/2019).
Megawati juga mengingatkan agar anak buahnya itu benar-benar memahami aturan yang sudah ditetapkan.
Mulai dari aturan konstitusi hingga peraturan tingkat penyelenggara pemilu seperti PKPU.
Ia pun menekankan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama di mata hukum.
“Jadi, kalau tak diberi hak memilih, protes boleh, mengadu boleh. Saya lihat kemarin di Sydney, di Hongkong, laporkan saja,” kata Megawati.
“Saya katakan, untuk apa kita masuk parpol kalau tidak membela kebenaran?” lanjut Megawati.
Sementara, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya memang mendorong agar hak memilih dan dipilih yang dijamin konstitusi benar-benar dilaksanakan.
“Siapapun warga negara yang punya hak memilih harus diberikan,” tegasnya.
Hasto juga menyampaikan, kendati tak mendapat formulir undangan sekalipun, masyarakat tetap bisa memilih dengan hanya membawa KTP.
“Bila C6 (formulir undangan, red) tak diberikan karena ada yang mengerahkan RT/RW melakukan demikian, maka warga bisa datang dengan hanya membawa KTP,” kata Hasto.
Karena itu, ia meminta seluruh kader PDIP bersatu padu dengan parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK) untuk bersama-sama mengawasi jalannya pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada 17 April.
“Bagi para ibu, siap-siap membuat dapur umum, menyediakan nasi bungkus dan makanan, minuman, kepada kader kita yang bertugas sebagai saksi,” kata Hasto.
No comments:
Post a Comment