
Kebrutalan polisi Indonesia terhadap tahanan kembali menjadi sorotan. Dalam sebuah video viral, terlihat bagaimana para polisi secara brutal memperlakukan sejumlah tahanan yang akan dipindahkan. Pemimpin lapas Nusakambangan dan 13 petugas polisi kemudian diseliki akibat video itu.
Oleh: Amilia Rosa dan Karuni Rompies (The Age)
Muncul sebuah video yang menunjukkan sekelompok tahanan yang dirantai merangkak, diseret, dan didorong di atas tanah berbatu oleh petugas penjara seiring mereka dipindahkan antara penjara.
Video kebrutalan polisi yang kemudian menjadi viral, direkam pada akhir Maret 2019, ketika 10 tahanan dipindahkan dari penjara Kerobokan, dan 16 lainnya dari penjara yang lain di Bali, Bangli.
Kekerasan polisi itu direkam seiring mereka menaiki kapal menuju pulau penjara, Nusakambangan—penjara yang sama tempat penyelundup narkoba Bali Nine dari Australia, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, dieksekusi empat tahun yang lalu.
Para tahanan itu sepertinya dirantai dengan sangat kencang sehingga mereka harus merangkak atau membungkuk sambil berjalan menuju kapal. Di punggung-punggung mereka yang terbuka, sejumlah tahanan memiliki luka cambuk, entah menggunakan ikat pinggang atau cambuk.
Sejumlah besar petugas polisi mengawasi para tahanan, yang diduga menjalankan jaringan narkoba dari dalam penjara-penjara Bali.
Gubernur penjara Nusakambangan telah diskors akibat insiden ini dan 13 petugas polisi saat ini sedang diselidiki.
Junaedi, direktur pengawasan tahanan di Kementerian Hukum dan HAM mengatakan, para petugas polisi sedang diselidiki untuk menentukan tingkat keterlibatan mereka secara pribadi.
Nusakambangan menjadi dikenal oleh dunia internasional setelah kedua tahanan Bali Nine asal Australia tadi dieksekusi mati oleh regu tembak pada tahun 2015.
Pemindahan keduanya dari penjara Kerobokan ke Nusakambangan juga kontroversial ketika kepala polisi Denpasar berfoto bersama mereka. Foto itu kemudia muncul di situs-situs berita Indonesia.
Komisioner Senior Djoko Hari Utomo difoto berdiri di lorong pesawat Wings Air yang membawa Chan dan Myuran Sukumaran dalam penerbangan terakhir mereka sebelum dieksekusi.
Komisioner senior itu kemudian mengatakan, saat itu ia berusaha memberi semangat kepada kedua warga Australia itu, dan tidak menyadari kalau ia sedang difoto.
Keterangan foto utama: Seorang tahanan diseret di atas tanah berbatu. (Foto: Facebook)
No comments:
Post a Comment