Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Wednesday, 10 May 2017

SEJARAH KRISTEN DI MINAHASA

SCHWARZ PENGEMBARA INJIL

Pada 1839 Schwarz bersama Riedel bergantian melayani jemaat di Wenang/Manado. Schwarz lalu mulai suka mengembara seantero Minahasa ketimbang Riedel yg lebih suka fokus di Tondano. Schwarz menelusuri pelosok Airmadidi, Kema, Belang, Ratahan, Tompaso Kawangkoan, Tanawangko. Tubuhnya pendek dan gemuk namun amat lihai menunggang kuda. Siang malam tidak menghambat semangat penginjilannya. Dia tidak pintar memanajemen Sekolah namun dia selalu membentuk jemaat dan membangun sekolah di manapun dia merintis. Di Belang Ratatotok adalah satu2nya tempat di mana Schwarz tidak berhasil mendirikan sekolah karena tradisi Islam yg kuat. Schwarz menikahi Nona Constans pribumi Minahasa yg dikenalinya di Kema. Lewat Constanslah Schwarz semakin menguasai bahasa dan kultur cara hidup pribumi Minahasa. Schwarz juga tercatat pertama kali membaptis anak2 sekolah di Tompaso. Menurut sebuah laporan pelayanan perintisan Schwarz yg paling berhasil adalah di Kawangkoan pada saat itu sebab memiliki wilayah Kewedanan terluas.
Foto: Sebuah Gereja GMIM di Kawangkoan.



Pada 12 Juni 1831 permintaan Ds Hellendoorn utk penambahan tenaga Penginjil di Minahasa dikabulkan NZG lewat Ds Joseph Kam. Dua penginjil yg dikirim adalah Johann Riedel dan Johann Schwarz. 
Perintisan Hellendoorn membuahkan 100 jemaat di Tondano yg diserahkannya pada Riedel utk digembalakan pada 25 Oktober 1831. Sementara hasil perintisan Hellendoorn di Tomohon dia serahkan pada Ds Adam Mattern. Kepada Mattern, Hellendoorn berpesan agar Tomohon dijadikan basis/pos pekabaran Injil. Selain itu Hellendoorn menyerahkan tugas literatur dan percetakan buku sekolah dan agama NZG kepadanya.
Foto: Makam Johann F Riedel di pekuburan Ranowangko Tondano.
Saya berharap semua warga gereja apapun denominasinya mari torang sama2 ada rasa kepemilikan dan kebanggaan pa torang pe penginjil masa lalu ini. Sebab para misionaris perintis Kristen di Minahasa baik itu Katolik ataupun Protestan, mereka adalah milik kita semua tou Minahasa. Jadi jgn cuma satu gereja saja yg merasa memiliki. Agar torang samua satu. Agar torang samua jadi satu lewat wawasan sejarah dan budaya juga.




Sebuah gambar yg mendeskripsikan potret Tondano pada tahun 1661 di mana saat itu perumahan penduduk sebagian besar berada di atas danau. Inilah keaslian orang Tou Dano atau orang danau yg memang bermukim di atas air danau saat itu.

No comments:

Post a Comment