Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Thursday, 25 October 2018

Terkait aksi bela Tauhid, rakyat dihimbau tidak mengikuti ajakan Riziek Shihab si penebar huru-hara

Massa Aksi Bela Tauhid Mulai Berkumpul di Patung Kuda
Aksi pembakaran bendera HTI ternyata berbuntut panjang. Lebih tepatnya dipaksa untuk dipanjang-panjangkan oleh oknum yang berusaha memancing di air keruh. Dan ujung-ujungnya muncullah aksi bela agama versi 2.0 dengan isu yang berbeda, yaitu aksi bela Tauhid.
Polisi mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan ajakan 'Aksi Bela Tauhid' yang diserukan Rizieq. Ajakan itu tersebar di berbagai media sosial soal insiden pembakaran bendera dengan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat pada perayaan Hari Santri Nasional.
"Kami terus mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dengan aksi-aksi seperti itu (Aksi Bela Tauhid)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Markas Besar Polri, seperti diberitakan CNNIndonesia. Dia meminta masyarakat menyerahkan penanganan kasus pembakaran bendera tersebut kepada pihak kepolisian dan penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional.
Benar sekali, jangan mau diprovokasi. Sebenarnya ada yang sedang ingin mengadu domba. Kalau mau salahkan, harusnya lihat dengan jernih. Ada orang pembawa bendera yang bikin provokasi. Dialah yang menyebabkan ini semua.
Rizieq sejak di Arab Saudi, hanya berani teriak dari Jauh, menyuruh pendukungnya lakukan ini lakukan itu, suruh orang kibarkan bendera di rumah dan berbagai tempat lainnya. Padahal kalau pakai sedikit akal sehat, maka kita tak perlu ladeni omongannya.
Dia sendiri di Arab Saudi sudah pasti tidak akan berani kasih contoh, yaitu mengibarkan bendera tersebut di depan kediamannya di Arab Saudi, atau bawa bendera tersebut di tempat umum atau di depan Kantor Polisi Arab Saudi. Coba lah kibarkan bendera itu di Arab Saudi, kalau berani lakukan ini di Indonesia, harusnya tak perlu takut lakukan ini di Arab Saudi.
Kalo nyuruh orang Jago, tapi dia sendiri kagak berani. Ibarat panglima perang yang kata-katanya sungguh inspiratif dan membangkitkan semangat prajuritnya. Dia juga meminta mereka berjuang hingga titik darah penghabisan, tidak gentar dan takut. Pas perang sang panglima malah lari duluan dan sembunyi di paling belakang. Panglima perang penakut tapi sok berani.
Harusnya kita mikir, kenapa mau melakukan apa yang dia suruh, padahal dia sendiri tidak akan berani kasih contoh seperti di atas. Dia hanya bisa ngomong, tapi tak berani bertindak. Kalau seperti itu, siapa pun bisa. Kalau cuma koar-koar, anak kecil pun bisa.
Kan sudah ada meme yang menantang siapa pun yang berani bawa bendera ini saat di Arab Saudi, maka akan dapat umroh gratis. Siapa yang berani? Bisa-bisa bakal umroh selamanya tak balik-balik. Dengan akal sehat, pikirkanlah, kalau memang tak berani lakukan ini di Arab Saudi, lantas kenapa teriak-teriak kayak anak kecil di Indonesia? Waras tidak?
Satu penjelasan dan tantangan di atas saja sudah cukup untuk bungkam kubu sebelah yang hanya bisa pakai emosi dalam bertindak.
Terlebih polisi juga meyakini bahwa bendera yang dibakar tersebut menampilkan simbol ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah ditetapkan terlarang lewat keputusan pengadilan. Hal tersebut tidak memberi ruang bantahan dan pembenaran untuk melakukan Aksi Bela Tauhid.
"HTI ormas terlarang jadi enggak ada bantahan lagi bagi mereka. Ideologi dia bertentangan dengan Pancasila, makanya dia dinyatakan ormas terlarang. Itu keputusan pengadilan," kata Dedi.
Tak perlulah dikit-dikit lakukan aksi. Hanya bikin suasana kurang kondusif. Tak sadarkah kalau ini bisa menjadi awal mula perpecahan antar umat? Demi entah ego atau emosi, malah nanti menyesal saat situasi makin parah. Mungkin inilah yang diinginkan HTI atau mereka yang menggilai tegaknya khilafah di negeri ini.
Lihatlah Rizieq yang hanya bisa beri instruksi dari jauh, itu pun instruksinya tidak bermanfaat, bahkan cenderung tidak menyejukkan. Itu dari jauh lho, bayangkan kalau dia di Indonesia. Bisa-bisa teriakannya makin keras. Nekatnya berkali lipat. Situasi pasti makin panas.
Yang begini minta dipulangkan ke Indonesia? Kalau berani ya pulang sendiri saja, tak perlu minta pendukung paksa pemerintah pulangkan atau malah nantang-nantang pemerintah. Yang begini mau dijemput oleh Prabowo? Entah apa yang ada di pikiran Prabowo dengan rencana ini. Ternyata ambisi bisa mengalahkan akal sehat. Apa pun dilakukan tanpa rasa malu lagi.
Bagaimana menurut Anda?

No comments:

Post a Comment