Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Monday, 26 November 2018

Artis liar Ahmad Dhani divonis 2 tahun penjara

Berdirilah tegak, Ahmad Dhani!
Jaksa Penuntut Umum (JPU) akhirnya menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun penjara kepada musisi Ahmad Dhani dalam kasus ujaran kebencian. Tindakan Ahmad Dhani dipandang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat. Dengan demikian sidang akan dilanjutkan dengan pembacaan pleidoi oleh pihak Ahmad Dhani yang rencananya digelar 10 Desember mendatang. Kini saatnya publik menanti integritas Ahmad Dhani.
Dalam perkara ini menurut hakim memutuskan, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menyebarkan informasi untuk menyebarkan rasa kebencian
Kutipan di atas merupakan pernyataan resmi yang dikeluarkan JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 26 November 2018. Selain itu JPU juga meminta pengadilan menyita handphone, e-mail, serta akun twitter milik Ahmad Dhani. Menariknya adalah bahwa dalam pertimbangannya, jaksa tak menemukan hal yang meringankan hukuman Ahmad Dhani. Melihat rekam jejaknya, memang sepertinya tinggal menunggu waktu ia akan berakhir di tahanan.
Bukan rahasia umum bahwa ini bukan kasus hukum pertama yang pernah dialami Ahmad Dhani. Mulut musisi ini kerap mengeluarkan kata-kata yang kotor dan tidak layak diucapkan. Kebiasaan ini memang telah terbentuk sejak lama. Dan semakin menjadi-jadi di era kepemimpinan Jokowi.
Sebut saja ketika ia berorasi di depan Istana Merdeka pada aksi damai 411 tanggal 4 November 2016. Dengan gagah tetapi tanpa nurani, ia mengucapkan kata ‘anjing’ dan ‘babi’ yang jelas-jelas ditujukan kepada Presiden Jokowi. Akibatnya, ia dijerat pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa Umum.
Tidak hanya secara langsung, Ahmad Dhani juga kerap mengumpat lewat media sosial. Misalnya saja lewat twitter, ketika ia menuliskan kata ‘bajingan’ dan ‘waras’ yang ditujukan kepada pendukung Ahok. Saat itu Ahok sedang menjalani kasus persidangan dalam tuduhan penistaan agama karena postingan video hasil editan Buni Yani. Nama yang disebutkan terakhir pun baru saja kasasinya ditolak oleh Mahkamah Agung sehingga hampir dapat dipastikan akan menghangatkan sel penjara selama 18 bulan.
Lalu apa komentar Ahmad Dhani perihal tuntutan jaksa? Yang pertama, Ia bingung. Ini sesuatu yang tidak dapat dimengerti. Jelas-jelas ia mengatakan sesuatu yang berisi ujaran kebencian kepada orang lain. Lalu apanya yang dibingungkan? Mungkin ia bingung dengan dirinya sendiri. Atau pura-pura bingung? Bisa jadi.
Kedua, Ia menyalahkan Ahok. Ini ciri kedua dari orang yang tidak punya tanggung jawab. Orang seperti ini akan selalu mencari kambing hitam. Bagi Ahmad Dhani, ini bukan soal dirinya, tapi soal Ahok. Dan sejak awal, ia mengait-ngaitkan kasusnya dengan Ahok.
Tuntutan itu akan memberikan gambaran tentang kepastian penegakan hukum di Indonesia, itu adalah kasus saya. AHOK dituntut oleh jaksa 1 tahun masa percobaan. Itu kan artinya dituntut 1 tahun. Kalau dia melakukan lagi tindakan sama, baru masuk penjara.
Kalau sampai tuntutan jaksa lebih dari AHOK jelas negara ini nggak punya hukum, jelas negara ini rusak, hukumnya sontoloyo, yang buat genderuwo.
Kita lihat apakah tuntutan lebih tinggi dari AHOK. Kalau dituntut lebih dari AHOK, kita akan terbahak-bahak
Semua pernyataan di atas menunjukkan bahwa nurani Ahmad Dhani telah tumpul. Ia sama sekali tidak bisa melihat kebusukan yang ada di dalam hatinya yang muncul dalam pernyataan sumpah serapah yang tidak bisa ia kendalikan. Pernyataan ini benar adanya: hidup dan mati dikuasai lidah, siapa yang menggemakannya akan memakan buahnya. Ahmad Dhani sedang menikmati buah dari benih yang ia tabur selama ini lewat bibirnya.
Polri telah bertindak tegas. Tidak ada ‘kriminalisasi’ karena adanya barang bukti dan saksi. Jaksa telah melakukan tugasnya dengan profesional. Kebenaran telah ditegakkan dan hukum sedang dijalankan. Tinggal bagaimana Ahmad Dhani menyikapinya.
Ada beberapa kemungkinan. Bisa jadi ia akan berdiri tegak seperti Ahok dan menjalani masa hukuman. Bisa juga ia lari ke luar negeri dan tidak kembali, setidaknya sampai pilpres selesai, dengan harapan Prabowo - Sandi menang. Namun dengan tabiat Ahmad Dhani yang seperti ini, tidak tertutup kemungkinan ia akan kembali mengeluarkan kata-kata umpatan yang akan lebih menjerumuskannya.

Apapun itu, kebenaran pada akhirnya akan menang atas kejahatan. Memang sarat pengorbanan, tetapi penuh kepastian.

No comments:

Post a Comment