Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Saturday, 17 November 2018

Eggi Sudjana, takut dengan kiprah politik NKRI Grace Natalie, laporan "sontoloyo" jadi senjata

Karena Grace Natalie mengatakan bahwa mereka menolak perda agama, ia diperkarakan oleh Eggi Sudjana. Seolah kebebasan berpendapat sudah hilang, Eggi Sudjana melaporkan Grace Natalie, ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke polisi.
Kebebasan berpendapat itu ya boleh-boleh saja dong. Perda agama yang ditolak pun, sebenarnya ada tujuan tersendiri. Apa tujuannya?

Harga diri para wanita. Harga diri perempuan di dalam perda yang berbau agama, tentu akan begitu direndahkan. Buat apa R.A. Kartini lelah-lelah memperjuangkan kesamaan dan kesetaraan gender, jika pada akhirnya dibuang oleh Eggi Sudjana?
Ternyata agama yang digabungkan ke dalam politik, akan membuat orang menjadi lemah otak. Bagaimana kisahnya?
Semua berawal dari statement Grace Natalie yang mengatakan bahwa PSI akan menolak perda agama. Dia tidak hanya menyebutkan perda syariah, tapi juga dia menyebutkan perda injil. Tidak ada yang boleh ada di Indonesia. Kenapa?
Karena intoleransi biasanya muncul dari penyalahgunaan paham agama. Sudah sangat jelas apa yang dikatakan Grace Natalie, yang juga merupakan orang Kristen. Dia pun menolak perda Injil. Toh seharusnya tidak perlu dipermasalahkan. Rasanya, Eggi hanya sedang lapar atau sedang cari sensasi. Atau malah takut?

PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindak intoleransi di negeri ini...
Partai ini tidak akan pernah mendukung perda Injil atau perda syariah, tidak boleh lagi ada penutupan rumah ibadah secara paksa...
kata Grace Natalie di ICE BSD Hall 3A, Tangerang, Minggu (11/11).

Nah sebenarnya hanya sesederhana itu. Tapi perkataan Grace Natalie dipelintir sedmikian rupa, ditafsir seheboh mungkin oleh Eggi Sudjana, pendukung Prabowo yang juga mendukung Rizieq.
Eggi Sudjana mendadak kejang-kejang dan lapor polisi atas ucapan Grace Natalie ini. Kenapa dia melaporkan Grace Natalie? Simak saja alasan lucu di bawah ini.

Dalam kesempatan ini, kita sudah memberikan warning kepada Grace dalam pengertian warning, sekiranya minta maaf karena statement-nya itu sudah masuk unsur pengungkapan rasa permusuhan, juga masuk kategori ujaran kebencian pada agama.
kata Eggi setelah melaporkan Grace.Nah dari sini, PSI pun harus angkat suara dan menjelaskan bahwa pelaporan Eggi Sudjana tidak masuk di akal. Apakah hukum di negara ini akan berat sebelah nantinya seperti kasus Ahok?

Akankah Grace Natalie akan di-Ahok-kan oleh Eggi Sudjana? Atau bagaimana? Mari simak statement dari Raja Juli Antoni, Sekjen PSI.

Saya membaca bahwa Saudara Eggi Sudjana melaporkan Ketum PSI ke Bareskrim dengan tuduhan penistaan agama. Tentu ini hak Eggi untuk melaporkan siapa pun selama bersandar dalam koridor hukum. Namun menurut saya, pelaporan itu tidak masuk akal dan melakukan penistaan terhadap akal sehat
Dalam bab anti-intoleransi, kami beranggapan bahwa hukum di Indonesia haruslah bersifat universal, berlaku bagi semua warga negara dan tidak parsial, hanya berlaku bagi kelompok tertentu.
Dalam konteks itulah kami sebagai partai ingin menjaga Pancasila dengan sendi Bhinneka Tunggal Ika di dalamnya dan dalam aspek yang lain
Justru kami ingin melakukan pemurnian terhadap agama, di mana agama mesti menjadi basis moral bagi bangsa ini. Justru agama tidak menjadi kepentingan tarik-menarik legal normal politik praktis, tapi menjadi lebih substantif yaitu menjadi guidance bagi kehidupan moral kita sebagai sebuah bangsa
ujar Toni saat dihubungi, Jumat (16/11/2018).

Sebenarnya berbicara mengenai perda, seharusnya perda itu mengikuti semangat UUD 1945, Pancasila dan kebinekaan. Agama hadir untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan malah merusak seperti yang terjadi sekarang ini.
Pemahaman agama yang salah menjadikan orang itu radikal. Bukan salah di dalam pengajaran agamanya, tapi penghancuran esensi dari kehidupan beragama. Keberagaman dan keagamaan harusnya berjalan di satu track lurus yang saling berkesinambungan.
Keberagaman tanpa agama akan menjadi liberal. Tapi agama tanpa keberagaman akan menjadi radikal. Inilah yang justru dilihat betul oleh PSI. PSI sudah melihat bagaimana kehancuran Ahok karena agama.
Ini menjadi salah satu titik balik. Semoga saja dengan kejadian ini, PSI akan melambungkan suara mereka di pemilu nanti, dan membuat partai oposisi tenggelam.

No comments:

Post a Comment