Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA melakukan survei tentang seberapa besar pengaruh ulama di masyarakat. Peneliti LSI Denny JA Ikrama Masloman mengatakan, ada lima ulama yang dianggap paling berpengaruh. Lima tokoh tersebut antara lain, Ustaz Abdul Somad, Ustaz Arifin Ilham, Ustaz Yusuf Mansyur, Ustaz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dan Habib Rizieq Syihab.
Hasilnya Ustaz Somad mendapat suara sebesar 30,2 persen. Ustaz Somad adalah ulama yang paling didengar suaranya atau himbauannya dari kelima tokoh tersebut atau paling didengar suaranya dari semua tokoh ulama.
Sedangkan masyarakat yang menyatakan mendengar himbauan Habib Rizieq sebesar 17 persen, paling rendah dari lima tokoh tersebut.
Menurut mereka, Rizieq ketokohannya mulai menurun jika dibandingkan dengan survei yang sama dilakukan oleh LSI Denny JA dua tahun yang lalu. Dari data sebelumnya, pada Desember 2016, masyarakat yang mendengar himbauan Habib Rizieq sebesar 31,4 persen.
"Sejak ke Arab Saudi dalam waktu yang lama dan dicitrakan berkasus hukum, pengaruh Habib Rizieq Syihab berkurang signifikan," Tegasnya.
Mendengar hasil survei yang tidak sesuai keinginan pihak FPI pun seolah tidak senang. Maunya mereka itu seperti ini, kalau survei tidak sesuai keinginan, maka akan menilai yang tidak-tidak meskipun bisa dipertanggung jawabkan kredibilitasnya. Sedangkan survei yang aneh, tapi kalau hasilnya sesuai keinginan maka mereka akan menerimanya mentah-mentah.
Sebelumnya, Munarman menganggap survei LSI Denny JA soal pengaruh sejumlah ulama di Indonesia sebagai modus adu domba. Munarman lalu mengimbau seluruh anggota dan simpatisan FPI tidak menyampaikan pernyataan yang kontroversi mengenai hasil survei itu.
"Kepada jajaran pengurus serta simpatisan FPI serta pencinta HRS (Habib Rizieq Syihab), jangan mau masuk jebakan soal peringkat buatan LSI tersebut. Jangan mau dipancing untuk membuat pernyataan kontroversi tentang survei LSI. Apalagi HRS dibanding-bandingkan dengan ulama lainnya," kata Munarman. Dia juga sempat menyebut survei LSI dibayar. Menurutnya, hasil survei LSI sesuai dengan kemauan yang membayar.
"LSI (kok) didengerin. Survei berbayar itu, hasil sesuai yang order," katanya.
Apakah ada survei yang abal-abal seperti itu? Ada sih, banyak. Lihat saja quick count yang memenangkan Prabowo-Hatta pada pilpres 2014 lalu. Ke mana mereka semua? Hilang kan? Metodologinya tak jelas makanya hasilnya ngawur. Sampai-sampai mereka harus bikin konferensi pers dengan mata berkaca-kaca penuh haru dilanjutkan dengan pekik kemenangan yang bikin merinding, lalu sujud syukur atas kemenangan yang diraih. Sampai-sampai katanya ada bundle bukti pelanggaran sebanyak satu truk kalau tidak salah. Nyatanya cuma sedikit. Terlalu hiperbola akut.
Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, balas balik komentar Munarman yang menyebut survei LSI Denny JA tentang pengaruh ulama-ulama dibayar.
"Di Indonesia, sudah semacam kebiasaan dari pihak mana pun, jika ada survei yang dinilai secara subjektif oleh mereka merugikan, maka survei dituduh ditunggangi atau dibayar. Tidak pernah bicara atau mengkritik metodologinya," katanya.
Adjie juga memaklumi pernyataan yang disampaikan Munarman. Menurutnya, pernyataan 'miring' itu disampaikan karena FPI belum familiar dengan dunia riset atau survei perilaku pemilih.
Sejak kapan mereka familiar dengan dunia riset? Mereka ngerti juga kagak. Mereka kan lebih jago turun ke jalan. Tahu sendiri kan maksudnya? Kalau pun mereka paham survei dan riset, mereka palingan hanya survei dari kalangan sendiri (para simpatisan dan pendukung) yang hasilnya mungkin mencapai seratus persen. Dan itu dijadikan sebagai referensi dan bukti. Hahaha.
Menurut Adjie, dia memastikan hasil survei LSI Denny JA bisa dipertanggungjawabkan. "Semua survei LSI bisa dipertanggungjawabkan. Bisa cek track record LSI dari tahun 2004," katanya.
Harusnya FPI berkaca pada quick count abal-abal dan harusnya sadar mana survei yang beneran kredibel dan mana yang palsu. Seperti yang penulis katakan tadi, meski surveinya kredibel dan bisa dipertanggung jawabkan, mereka mana ngerti. Dikasih penjelasan metodologi, palingan mereka pusing sendiri karena tak paham.
Yang mereka paham hanya satu, Rizieq harus jadi nomor satu, meski surveinya aneh. Kalau gitu ya adakan saja survei internal, lalu hibur diri sendiri dengan hasil survei tersebut. Kok doyan banget bohongi diri sendiri.
No comments:
Post a Comment