Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Friday, 7 December 2018

Beredar Video Dugaan Persekusi Anak oleh Bahar

Telah Beredar Video Dugaan Persekusi Anak oleh Bahar. Memalukan..!!!


Yang namanya kebencian itu hanya akan melahirkan kebencian berikutnya, maka untuk tidak berlanjut kebencian itu harus dihentikan. Namun, manakala pihak yang pertama kali menyebarkan kebencian tidak berhenti dan terus menghembuskannya, maka hukum sudah harus bertindak.
Indonesia adalah negara hukum, siapa yang bersalah wajib dihukum, bukan milik yang namanya mayoritas, atau karena beragama tertentu. Hukum Islam saja sejatinya sudah mengamodir semuanya, hanya saja harus dirumuskan pokok-pokok hukum dalam Qur'an itu menjadi turunan hukum di masyarakat. Sehingga tercipta ketertiban dan jauh dari aroma kebencian. Karena islam itu agama cinta, agama rahmatan lil alamin. Bukan agama penghina Presiden.
Jika Bahar bin Smith adalah orang yang benar-benar paham Islam, tentu saja tidak seenaknya mengujarkan kebencian, sehingga tidak banyak ketegangan. termasuk pengusiran dia di Manado, dan reaksi warga karena gaya ceramahnya sudah jelas-jelas bukan kritik tapi sarat dengan ujaran kebencian. Maka tak heran kalau pun ia dilaporkan dan kini menjadi tersangka.
Yang namanya manusia, ego atau subjektifitas dirinya itu sering meninggi, sehingga merasa paling benar dan mau mendikte orang lain. Bahar bin Smith tidak mau menerima nasehat, malah merasa dirinya sebagai habib panutan umat. Padahal yang menggemarinya hanya kumpulan orang-orang yang belum paham dan masih ikut-ikutan.
Coba tanya orang-orang yang cerdas, bagaimana ceramah-ceramah Bahar di atas panggung? apakah penuh makna atau hanya terlontar kotoran yang malah melahirkan kebencian baru? Hanya saja orang-orang cerdas punya kebijaksanaan, tidak mau menuduh orang meskipun nyata-nyata orang itu telah melakukan ujaran kebencian.
Jika seandainya Bahar tidak dilaporkan, tentu saja dia akan lebih melonjak-lonjak, mengumpat, menghasut, dan terus saja mengeluarkan kata-kata kotor penuh kebencian, dan umat yang mendengarkannya akan tertanam dalam alam bawah sadarnya ujaran kebencian itu. Bisa dipastikan ujaran kebencian akan terus menerus menyebar kayak virus. Adanya aksi toleransi yang terjadi selama ini karena modelnya seperti ini.
Dan kini beredar lagi video dugaan persekusi oleh Bahar Bin Smith, jika ternyata ini benar, berarti memang si Bahar bukan panutan bagi umat, tapi dia belum tahu bagaimana menjadi ulama yang kharismatik. Coba perhatikan video berikut ini,https://www.youtube.com/watch?v=zXi2kFVHNss&feature=youtu.be. dari video ini ditemukan dugaan persekusi atau kekerasan pada anak.
Mungkin anak-anak itu ingin tampil seperti Bahar bin Smith, ingin punya banyak pengikut sehingga salah satu anak itu rambutnya mirip Bahar bin Smith. Tapi sepertinya dia dituduh telah menipu umat dengan mengaku-ngaku sebagai kerabat Bahar. Perlu diselidiki lagi. kasihan anak-anak yang seharusnya belajar agama dengan baik, malah menjadi babak belur. Apakah Bahar bisa mendidik anak-anak muda menjadi lebih penyayang kalau caranya seperti itu?
Zaman ini warga harus berhati-hati dalam mendengarkan ceramah, lebih baik meninggalkan ceramah itu kalau sudah ada unsur kebencian. Apalagi mencaci maki Presiden, pemimpin yang sah dan dipilih rakyat. Bahar sudah kelewat batas, sehingga negara harus segera bertindak demi memutus jalur kebencian itu. Dan para pengikutnya yang sudah terlanjur terpapar rasa kebencian itu, mudah-mudah bisa segera belajar bagaimana mencintai makhluk-makhluk Tuhan. Bukan dengan ujaran kebencian yang keluar dari mulut.
Entah apakah video itu terbaru atau video lama? kalau video lama mungkin saja korbannya tidak berani melaporkan, namun kalau terbaru dan cekatan dilaporkan, maka Bahar akan semakin mendapatkan masalah. Sungguh contoh yang tidak patut menjadi teladan. Di Indonesia ini masih ada banyak ulama atau ustad-ustad yang mengajarkan bagaimana mencintai. Bagaimana seharusnya memelihara silaturahmi. Dan bagaimana menjadi makhluk Tuhan tanpa menghina makhluk yang lain, kenapa harus mendengarkan si Bahar ini?
Apalagi hanya perbedaan capres saja harus mengobral kebencian. ini sudah tidak berdasarkan akal sehat, namun memang kebencian.
Tindakan yang sembrono yang telah dilakukan oleh Bahar selama ini apakah ada orang kuat yang mendukungnya? hal seperti ini tidak boleh sembarang menuduh kalau belum ada bukti. Perlu lagi pendalaman. Dan kenapa Bahar bisa menjadi penceramah? apakah karena ia murid dari HRS yang sekarang masih ngumpet di Saudi?
Meskipun nama Bahar sudah terkenal karena ulahnya yang arogan dan keras, tapi juga sudah mencederai nama islam. Bisa jadi orang-orang non muslim tidak begitu respek dengan Islam kalau melihat sosok Bahar dan kawan-kawannya seperti Sugi Nur atau HRS. Jadi hukum harus ditegakkan .Mereka bukan ulama, mereka adalah kriminal berbaju agama.
Islam harus tampil substansinya di khalayak manusia, dan untuk rakyat Indonesia, wajib mengenali ulama-ulama panutan, yang mencerdaskan.
Dan Bahar pun dilaporkan lagi. Laporan Polisi Habib Bahar bin Smith dengan Nomor : LP/B/1125/XI/I/2018/JBR/Res. Bgr tertanggal 5 Desember 2018

Tolak Kekerasan Atas nama Agama..

No comments:

Post a Comment