
Rencananya bulan ini pemerintah akan meresmikan jalur Jayapura-Wamena yang berjarak 575 kilometer. Pemerintah memang sedang giat-giatnya menyelesaikan proses pembangunan jalan Trans Papua. Proyek ini akan terus dijalankan demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Staf Ahli Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Oktorialdi mengatakan, meskipun masih belum diresmikan, jalur Trans Papua telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian di Papua. Salah satunya adalah dengan adanya penurunan harga barang di Papua.
"Dulu kalau semen itu dijual sekitar Rp1 juta di Wamena, sekarang sudah turun jadi Rp400.000. Karena pengirimannya sudah bisa lewat darat," kata Oktorialdi
Dia mengklaim, meskipun jalur masih belum diresmikan jalan sudah bisa dilalui masyarakat. Pihaknya mengaku tidak bisa menahan tingginya antusiasme masyarakat yang ingin menggunakan jalur Trans Papua.
"Sebenarnya belum resmi dibuka tapi orang tidak bisa ditahan untuk lewat. Antusiasnya besar, mungkin karena selama ini lewat udara, sekarang sudah bisa lewat darat," kata Okto.
Jadi inilah bukti dari pentingnya pembangunan infrastruktur, harga barang bisa turun karena ongkos pengiriman menurun. Semen yang tadinya satu juta rupiah sekarang sudah jadi 400.000 saja. Memang rakyat tidak makan aspal tapi dari sisa 600.000 tadi bisa beli banyak belanjaan di pasar.
Meskipun begitu, ia mengatakan, pembangunan jalan di Trans Papua masih belum bisa sama seperti yang digunakan di Jakarta. Pasalnya, beberapa bahan yang diperlukan untuk membangun jalan masih terbatas keberadaannya di Papua.
"Selesainya jangan dibayangkan pakai aspal seperti di Jakarta, masih ada pakai tanah. Jembatan juga masih kayu," katanya lagi.
Ditemui di tempat yang sama Direktur Aparatur Negara Kementerian PPN/Bappenas Velix Vernando Wanggai mengakui, harga-harga barang di Papua turun karena konektivitas sudah berjalan. Dengan demikian, kegiatan logistik pun berjalan lebih optimal karena infrastruktur jalan sudah lewati kendaraan,
"Ini contoh untuk efisiensi harga dan mendorong ekonomi," kata Velix
Tidak hanya semen tapi harga-harga barang lainnya juga turun ya itu tadi karena biaya pengiriman turun. Dari sini akhirnya menjadi efisiensi harga yang kemudian bisa mendorong ekonomi. Infrastruktur memang modal untuk kedepan jadi efek yang diberikannya akan butuh waktu yang tidak sebentar. Namun daya angkatnya terhadap ekonomi pasti akan terasa.
Memang untuk membangun daerah tertinggal seperti Papua tantangannya sungguh berat. Tidak hanya soal jaraknya yang jauh dari pusat, area yang tidak bersahabat, pasokan bahan baku, dan sebagainya menjadi tantangan bagi pemerintah saat ini.
Saya tidak dapat membayangkan bagaimana jika selama ini saya hidup dengan harga semen sampai 1 juta per sak nya, sungguh berat sekali. Belum lagi BBM yang juga sangat mahal. Tidak usah bicara soal internet, lah listrik saja belum ada. Tapi begitulah kondisi saudara kita di Papua, mereka butuh percepatan pembanguan karena sudah sangat tertinggal sekali.
Memang meski sudah dibangun ada saja yang ingin tetap memisahkan diri, tapi seperti yang dilaporkan jumlanya tidak lebih dari 50 orang hanya saja bersenjata. Ya ini juga bisa kita maklumi, bayangkan jika tanah kelahiran kita yang diperlakukan seperti Papua, apakah mudah menutup luka yang menganga selama itu?
Apa yang dilakukan oleh pemerintah perlu diapresiasi dengan sebelas juta acungan jempol, karena ini pekerjaan yang tidak mudah. Banyak juga yang ingin Pak Jokowi gagal sehingga sambil membangun sana sini, ia juga digoyang kesana kemari. Kata orang sih seperti memperbaiki pesawat terbang yang rusak di ketinggian ribuan kaki, susahnya minta ampun.
Tapi seperti yang kerap diungkapkan oleh Pak Jokowi diberbagai pidato, keputusan harus segara diambil kalau tidak kapan bisa berjalan? Ini demi menegakkan keadilan sosial. Nah, Inilah yang namanya ketegasan, bukan terlihat gahar saat pidato tapi mampu mengambil keputusan dengan segera karena kita ini tertinggal dari negara-negara lain.
Memang masih ada yang harus diperbaiki, tapi kita semua bisa merasakan perbedaannya. Indonesia sekarang bergerak ke arah yang lebih baik. Berbagai indikator ekonomi menunjukkan kondisi yang lebih baik. Fundamental ekonomi kita lebih baik dibandingkan dulu dan lebih tahan krisis.
No comments:
Post a Comment