Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Thursday, 25 April 2019

Pemilu 2019: Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Kelelahan Jadi Faktor Utama

Cegah Kecurangan, Ribuan Relawan Ikut Hitung Suara di Tiap TPS

Kelelahan dikatakan sebagai penyebab utama ratusan petugas KPPS meninggal, dan juga dipersalahkan karena ratusan pekerja menjadi sakit. Ketua pemilihan Viryan Aziz menyarankan pemisahan pemilihan presiden dan legislatif untuk mencegah kematian seperti itu terjadi lagi. Pemilu 2019 yang menggabungkan pilpres dengan pileg membuat beban pekerjaan jauh lebih besar dibanding pemilu-pemilu sebelumnya.
Lebih dari 130 pekerja TPS dan petugas polisi di seluruh Indonesia meninggal dunia, sebagian besar karena kelelahan, sementara ratusan lainnya jatuh sakit sebelum, selama dan setelah Pemilu 2019 pekan lalu, seorang pejabat pemilihan mengatakan pada hari Selasa (23/4).
Viryan Aziz, ketua Komisi Pemilihan Umum, mengatakan bahwa setidaknya 119 pekerja TPS, sementara sebagian besar sukarelawan berusia lebih dari 40 tahun dilaporkan meninggal, sedangkan 548 lainnya jatuh sakit.
Sebagian besar adalah kasus yang berkaitan dengan kelelahan, kata Viryan, menambahkan bahwa beban kerja sebelum, selama dan setelah pemilihan pada tanggal 17 April, di mana pemilihan presiden dan legislatif dilakukan secara bersamaan, jauh lebih sulit daripada dalam pemilihan sebelumnya.
Juru Bicara Kepolisian Nasional Dedi Prasetyo, sementara itu mengatakan setidaknya 15 polisi tewas, kebanyakan dalam kecelakaan.
Kondisi geografis memaksa petugas polisi dan pekerja TPS untuk membawa kertas suara dan kotak dengan berbagai cara, termasuk dengan kuda dan kano, dan melewati hutan, sungai dan gunung.
Viryan mengatakan pemerintah dan parlemen harus mengubah undang-undang pemilu, memisahkan pemilihan presiden dan legislatif, untuk mencegah kematian seperti itu terjadi lagi di masa depan.
Lebih dari 150 juta dari 267 juta orang di negara itu memberikan suara mereka di sekitar 810.000 tempat pemungutan suara yang didirikan di seluruh kepulauan di sekitar 17.000 pulau, yang disebut pemilihan umum satu hari yang paling rumit di dunia.
Selain presiden, mereka juga memilih anggota parlemen di Dewan Perwakilan Rakyat, dewan legislatif tingkat provinsi dan kota dan Dewan Perwakilan Daerah.
Presiden Joko Widodo tampaknya yakin akan memenangkan pemilihan kembali untuk masa jabatan kedua, dengan para pengamat menunjukkan petahana memperoleh sekitar 56 persen suara, sementara saingannya, Prabowo Subianto, seorang mantan jenderal angkatan darat, menerima 44 persen.
Namun, Prabowo telah mengklaim telah memenangkan pemilihan dengan 62 persen suara, menurut hitungan timnya sendiri.
Keterangan foto utama: Seorang petugas membawa materi pemilu dengan troli untuk didistribusikan ke tempat pemungutan suara dari sebuah gudang di Jakarta, Indonesia, pada 16 April 2019. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

No comments:

Post a Comment