Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Thursday, 25 April 2019

Wiranto: ‘Tuduhan Konspirasi Kecurangan Pilpres 2019 Tidak Berdasar’

Pilpres 2019

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menegaskan, tuduhan kecurangan di Pilpres 2019 tidak berdasar dan justru bisa mengancam keamanan nasional. Pilpres 2019, yang merupakan pemilihan umum selama satu hari yang terbesar di dunia, telah berlangsung secara damai dan transparan, dengan banyak pihak memantau proses pemungutan suara termasuk sejumlah pengamat asing, katanya. Hasil penghitungan cepat berdasarkan sampel suara oleh sejumlah lembaga survei terkemuka telah menunjukkan hasil akurat dalam berbagai pemilihan umum sebelumnya, yang menunjukkan kemenangan petahana Jokowi. 
Oleh: Agustinus Beo Da Costa (Reuters)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan pada hari Rabu (24/4) bahwa tuduhan pemerintah dan pasukan keamanan telah berkonspirasi dengan Komisi Pemilu Umum (KPU) untuk melakukan kecurangan sistematis selama pemungutan suara Pilpres 2019 hari Rabu (17/4) pekan lalu adalah “tidak berdasar” dan justru mengancam keamanan nasional.
Kandidat presiden petahana Joko “Jokowi” Widodo akhirnya mendeklarasikan kemenangan setelah hasil penghitungan cepat tidak resmi dari berbagai lembaga survei swasta menunjukkan bahwa Jokowi kemungkinan besar memenangkan Pilpres 2019 dengan sekitar 55 persen suara. Capres oposisi jenderal purnawirawan Prabowo Subianto telah mengeluhkan kecurangan secara meluas dan bersikeras bahwa dirinyalah yang menang.
Hasil penghitungan cepat berdasarkan sampel suara oleh sejumlah lembaga survei terkemuka telah menunjukkan hasil akurat dalam berbagai pemilihan umum sebelumnya. Sementara itu, hasil resmi KPU belum akan diumumkan hingga tanggal 22 Mei 2019.
Pada Pilpres 2014, Prabowo juga mengklaim kemenangan pada hari pemilihan, sebelum mempersengketakan hasil akhir di Mahkamah Konstitusi, yang pada akhirnya mengesahkan kemenangan Jokowi.
Tim kampanye Prabowo tahun ini mengatakan bahwa pihaknya menemukan perbedaan dalam daftar pemilih dan dugaan penipuan di daerah-daerah seperti Jawa Timur, yang mengklaim para pejabat telah melubangi surat-surat suara sebelumnya dan memilih Jokowi.
Media sosial juga telah dibanjiri oleh serentetan teori konspirasi.
“Tuduhan itu tendensius dan tidak penting, juga fitnah, tidak benar, tidak berdasar. Tuduhan-tuduhan tersebut bertujuan untuk mendelegitimasi pemerintah dan penyelenggara pemilu,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dalam konferensi pers. KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merupakan lembaga independen dengan para komisaris yang dipilih oleh parlemen, kata Wiranto, dikutip dari Reuters, Kamis (25/4).
“Dengan penjelasan ini, saya berharap masyarakat tidak percaya dengan berita yang menyesatkan, atau bahkan terpancing untuk melakukan kegiatan yang dapat mengganggu perdamaian dan keamanan nasional,” tutur Wiranto.
Pilpres 2019, yang merupakan pemilihan umum selama satu hari yang terbesar di dunia, telah berlangsung secara damai dan transparan, dengan banyak pihak memantau proses pemungutan suara termasuk sejumlah pengamat asing, katanya.
Wiranto memberikan penghormatan kepada paara petugas pemilu dan petugas keamanan yang bertugas selama pemungutan suara hari Rabu (17/4) lalu, menambahkan bahwa 139 staf KPU telah meninggal dunia akibat kelelahan saat mengatur jalannya pemungutan suara.
Tantangan besar untuk mengadakan pemilihan presiden dan legilatif secara serempak tahun ini telah memicu seruan agar pemilihan diadakan pada waktu yang berbeda dan untuk menggunakan lebih banyak teknologi.
Menurut situs KPU, perolehan suara Jokowi hingga Rabu (24/4) sore ialah 55,74 persen dan Prabowo meraih 44,26 persen suara, berdasarkan suara yang dihitung di 236.975 tempat pemungutan suara dari total 813.350 TPS di seluruh Indonesia.
Para analis politik mengatakan bahwa selisih kemenangan Jokowi dalam hasil penghitungan cepat sejauh ini memperkecil kemungkinan kecurangan pemilu seperti yang dituduhkan oleh oposisi,. Namun, para analis juga menambahkan bahwa kelompok Islamis pendukung Prabowo masih bisa turun ke jalan untuk menentang hasil Pilpres 2019.
Tim kampanye Prabowo mengatakan bahwa mereka bisa mengandalkan “kekuatan rakyat” jika keluhan mereka tidak ditangani. Laporan media mengatakan bahwa ribuan pasukan polisi tambahan telah dikerahkan di ibu kota Indonesia, Jakarta untuk memastikan keamanan.
Juru bicara Polri Dedi Prasetyo menolak mengomentari ukuran pasukan yang dikerahkan, tetapi mengatakan bahwa pekerjaan mereka adalah “menjaga keamanan dan ketertiban di setiap tahap pemilihan.”
Laporan tambahan oleh Fanny Potkin; Writing by Ed Davies. Diedit oleh Darren Schuettler.
Keterangan foto utama: Kandidat presiden petahana Joko “Jokowi” Widodo mengacungkan telunjuk ketika berbicara selama kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta, Indonesia, Sabtu, 13 April 2019. (Foto: Reuters/Willy Kurniawan)

No comments:

Post a Comment