Terkait keluhan beberapa guru honorer yang tidak tersentuh sama sekali bantuan subsidi upah dari Kemenaker maupun dari Kemdikbud, Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Drs. Riviva Maringka, MSi berpesan agar rekan-rekan guru yang tidak mendapatkan bantuan sama sekali dari kedua bantuan untuk guru tersebut agar tidak patah semangat dalam menjalankan tugasnya sembari berharap masih ada bantuan tahap selanjutnya yang verifikasinya di pusat bisa lebih baik dan menyentuh rekan-rekan yang belum mendapatkan. Ini bukan soal uang tapi soal perhatian Pemerintah untuk guru-guru honorer. Kadis Pendidikan melanjutkan bahwa dia sangat prihatin dan menaruh perhatian yang besar pada guru-guru honorer di ruang lingkup Kabupaten Minahasa terkait upah dan beban kerjanya. Oleh karena itu selama setahun ini menjabat, dia tidak pernah mau memberikan beban atau tugas lebih kepada guru-guru honorer. Saya amat mengerti dengan keberadaan rekan-rekan sekalian sehingga saya tidak pernah menyertakan guru-guru honorer untuk tugas yang lebih dari tugas mereka di Sekolah. Ini juga mencerminkan bahwa beliau tidak mau guru-guru honorer yang dengan upah seadanya tersebut dipaksa dengan jam atau beban kerja yang lebih.
Pak Kadis berharap cita-cita meraih status yang lebih baik sebagai PNS ataupun PPPK agar segera didapatkan oleh rekan-rekan guru honorer. Ini adalah kebanggaan saya sebagai satu keluarga jika rekan-rekan guru bisa meningkat derajat hidupnya dan penghasilannya lebih baik, untuk menafkahi keluarga di samping kinerja yang tentu semakin baik karena sudah fokus sebagai guru. Pak Kadis selama ini bangga juga dengan kinerja dan kemampuan guru-guru honorer di Minahasa yang diyakininya sangat tepat untuk bisa berkontribusi sebagai PNS ataupun PPPK nantinya. Dedikasi rekan-rekan sudah terbukti selama ini dalam mengajar dan mendidik. Beliau juga menyampaikan harapan yang sama dari Bapak Bupati Minahasa Ir. Roy Roring, MSi terkait guru-guru honorer di Minahasa. Dalam berbagai pembahasan bersama SKPD lainnya dan DPRD Minahasa, guru honorer selalu menjadi topik yang berusaha dipecahkan bersama, “yang menjadi pembahasan kami bukan soal kualitas mengajar tapi imbal jasa pada rekan-rekan guru honorer yang sudah mengabdi”, tutupnya. (BM)

No comments:
Post a Comment