Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Thursday, 4 April 2019

Survei Pilpres 2019: Prabowo Terus Kejar, Jokowi Masih Tak Tergapai



Survei Pilpres 2019 menunjukkan, kandidat penantang Prabowo Subianto terus mengejar ketinggalannya dari kandidat petahana, Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selisih di antara keduanya juga sangat tipis di kalangan masyarakat perkotaan. Namun, keunggulan Jokowi masih sangat besar, terutama di daerah pedesaan, yang menurut pelaku survei sangat sulit dikejar oleh Prabowo dengan batas waktu yang sudah sangat dekat menjelang 17 April 2019.
Oleh: Francis Chan (The Straits Times)
Berbagai hasil survei Pilpres 2019 terbaru menemukan, kandidat presiden petahana Joko “Jokowi” Widodo tak lagi unggul jauh atas saingannya Prabowo Subianto. Jokowi yang sedang mencari masa jabatan kepresidenan kedua mendapatkan dukungan 56,5 persen dari total 1.102 responden yang disurvei oleh Roy Morgan, perusahaan riset pasar yang berbasis di Melbourne, bulan Maret 2019.
Hasilnya menunjukkan 0,5 poin persentase lebih rendah dari perolehan Jokowi sebelumnya dalam survei bulan Februari 2019. Sementara itu, dukungan untuk capres oposisi Prabowo terus naik dengan margin yang sama menjadi 43,5 persen.
Walau begitu, angka terbaru tersebut menyiratkan bahwa Jokowi masih memimpin dengan angka yang tak terkalahkan. Sementara itu, batas waktu menjelang Pilpres 2019 hanya tinggal dua minggu lagi. Peluang Jokowi untuk memenangkan periode kedua masa jabatannya masih besar, menurut kepala eksekutif Roy Morgan Michele Levine mengatakan pada rilis temuan survey, dikutip dari The Straits Times, Kamis (4/4).
Rincian lebih lanjut dari hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa Jokowi dipilih oleh lebih dari enam dari 10 pemilih pedesaan yang disurvei.
Namun, di antara para pemilih perkotaan, selisih perolehan antara kedua kandidat jauh lebih kecil, dengan keunggulan Jokowi 51,5 persen dari angka 48,5 persen milik Prabowo.
Sebagian besar wilayah basis pendukung Jokowi maupun capres oposisi Prabowo Subianto tidak banyak berubah, dengan Jokowi tetap populer di daerah asalnya Jawa Tengah serta Jawa Timur. Prabowo mampu mempertahankan elektabilitas di kota asalnya dan ibu kota Jakarta, maupun Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Pulau Sulawesi.
“Meskipun Prabowo terus mengejar ketertinggalan, dukungan untuk Jokowi di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten telah meningkat bulan Maret 2019, dibandingkan dengan survei bulan Februari,” ujar para peneliti di Roy Morgan.
Mereka menambahkan bahwa dukungan untuk Prabowo juga merangkak naik di Pulau Sulawesi dan Kalimantan.
Sementara hasil terbaru menunjukkan bahwa Jokowi dan pasangan cawapresnya Ma’ruf Amin masih berpeluang tinggi memenangkan Pilpres, survey Roy Morgan juga mengonfirmasi hasil survei surat kabar Kompas bulan Maret 2019 yang menunjukkan bahwa Prabowo dan pasangan cawapresnya Sandiaga Uno mampu mendapatkan momentum dalam dua pekan menjelang pemungutan suara.
Jajak pendapat pra-pemilihan oleh Kompas yang dirilis tanggal 20 Maret 2019 menunjukkan dukungan bagi Jokowi untuk pertama kalinya berada di bawah angka psikologis 50 persen dan lawannya terlihat mengejar secara signifikan. Surat kabar terbesar di Indonesia tersebut mengatakan temuannya menunjukkan bahwa elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin turun menjadi 49,2 persen dari angka 52,6 persen enam bulan lalu.
Sebaliknya, dukungan untuk Prabowo-Sandiaga melonjak ke angka 37,4 persen, naik hampir lima poin dari survei sebelumnya oleh Kompas yang dirilis bulan Oktober 2018.
Hasil survei Roy Morgan tampaknya bisa membuktikan kebenaran temuan-temuan survei Kompas, yang dipandang dengan skeptis oleh beberapa pihak ketika dirilis bulan lalu, karena temuannya tampaknya bertentangan dengan sebagian besar survei lain, termasuk banyak jajak pendapat yang menunjukkan Jokowi masih unggul jauh di depan dengan dua digit.
Elektabilitas Prabowo-Sandiaga telah membuat terobosan dalam survei Roy Morgan lainnya bulan Desember 2019 ketika mereka mencetak 40,5 persen, di belakang dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf sebesar 59,5 persen. Artinya, pasangan calon oposisi telah memperoleh tiga poin persentase dalam survei Roy Morgan sejak Desember 2018, sementara dukungan untuk capres petahana dan kandidat wakilnya telah jatuh dengan selisih yang sama.
Tetapi bahkan ketika Prabowo mampu mengejar elektabilitas capres petahana Jokowi, Levine percaya bahwa pada akhirnya kemenangan Pilpres 2019 kemungkinan besar masih mampu dikantongi Jokowi. “Meskipun dukungan untuk Prabowo sekarang telah meningkat selama dua bulan berturut-turut, tidak ada cukup waktu bagi kandidat oposisi untuk menutup selisih poin dengan Jokowi,” pungkas Levine.
Francis Chan adalah kepala biro The Straits Times di Indonesia.
Keterangan foto utama: Calon presiden Prabowo Subianto saat kampanye di Padang, Sumatra Barat, Selasa, 2 April 2019. Hasil jajak pendapat terbaru Roy Morgan menunjukkan bahwa capres petahanan Joko Widodo masih unggul dan berpeluang besar memenangkan pemilu, tetapi juga mengonfirmasi hasil survei Kompas yang menunjukkan bahwa Prabowo dan cawapres Sandiaga Uno mampu meraih momentum dalam dua pekan menjelang Pilpres 2019. (Foto: EPA-EFE)

No comments:

Post a Comment