Adsense

TAWARAN SPONSORSHIP/IKLAN

Kami menerima jasa periklanan. bagi anda yang hendak beriklan di web/blog kami silahkan hubungi atau WA di 08991658370.

Monday, 6 May 2019

Hasil Pilpres 2019 Terus Dihitung, PM Australia dan Inggris Selamati Jokowi

Pilpres 2019

Presiden Indonesia Joko Widodo menerima ucapan selamat dari Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Perdana Menteri Inggris Theresa May, atas berlangsungnya pemilu yang damai dan demokratis. Sementara itu penghitungan suara untuk Pilpres 2019 masih berlanjut dengan hasil sementara yang menegaskan kemenangan Jokowi. Prabowo Subianto masih terus menolak hasil tersebut dan telah medeklarasikan kemenangannya dan statusnya sebagai presiden.
Oleh: Maani Truu (SBS News)
Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah menghubungi Presiden Indonesia Joko Widodo untuk memberinya selamat atas Pilpres 2019, walaupun hasil akhir baru akan diumumkan sekitar tiga minggu lagi.
Dalam sebuah pernyataan resmi pemerintah AS, dirilis Minggu (5/5), Jokowi dikatakan telah menerima ucapan selamat dari Morrison atas pemilu yang “damai dan demokratis.”

“Kedua pemimpin negara juga setuju untuk melanjutkan kerja sama dan hubungan baik antara kedua negara tetangga dekat,” tulis pernyataan itu.
Brexit
Pada hari yang sama, dalam pernyataan yang berbeda, Jokowi mengumumkan ia juga telah menerima ucapan selamat dari Perdana Menteri Inggris Theresa May, sambil “kedua pemimpin sepakat untuk melanjutkan kerja sama.”
Penghitungan suara Pilpres 2019 masih berlangsung. Pemilu bulan lalu memiliki lebih dari 190 juta pemilih layak yang suaranya diperebutkan oleh 245.000 kandidat.
Dalam hasil penghitungan sementara, Jokowi kemungkinan besar akan terpilih kembali mengalahkan lawannya, mantan jenderal Prabowo Subianto. Jokowi memperoleh 54 persen suara dibanding 45 persen perolehan Prabowo.
Sebagai tanggapan hasil hitung cepat yang diumumkan tak lama setelah pemilu berlangsung, Jokowi tidak menyatakan kemenangan, tapi mengumumkan bahwa ia telah menerima ucapan selamat dari para pemimpin dunia.
Pilpres 2019
Kandidat presiden oposisi Prabowo Subianto, tampak berbicara kepada para pendukungnya di luar kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat, 19 April 2019, menolak hasil penghitungan cepat tidak resmi dan mengklaim bahwa dia telah memenangkan Pilpres 2019 sebelum Komisi Pemilihan Umum mengumumkan hasil resmi. (Foto: ST Photo/Ariffin Jamar)
Prabowo telah menolak untuk menerima kekalahan. Ia secara kontroversial mengklaim kemenangan walaupun hal itu bertentangan dengan hasil hitung cepat.
“Ini adalah kemenangan untuk rakyat Indonesia. Seluruh rakyat Indonesia dan saya sampaikan, bahwa saya adalah presiden untuk seluruh rakyat Indonesia,” serunya, beberapa jam setelah pemilu usai.
“Saya akan dan sudah menjadi presiden untuk seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Dalam pemilu-pemilu sebelumnya, quick count atau hitung cepat yang dihitung berdasarkan sample yang dikumpulkan oleh petugas berwenang, telah menjadi indikator yang bisa diandalkan.
Keterangan foto utama: Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Presiden Indonesia Joko Widodo. (Foto: Twitter/ Scott Morrison)

No comments:

Post a Comment